Download

7 Makanan Lezat Rendah Kalori Untuk Menurunkan Berat Badan

Beberapa Makanan Sehat Lezat tetapi rendah kalori yang bisa dikonsumsi untuk menurunkan berat badan anda..

Kenapa Sarapan Penting Untuk Menurunkan Berat Badan?

Penjelasan singkat tentang arti penting sarapan dalam proses menurunkan berat badan...

5 Tips Agar Tetap Termotivasi dalam Menurunkan Berat Badan

5 Tips sederhana agar kita tetap termotivasi dalam proses menurunkan berat badan...

12 Langkah Awal Menurunkan Berat Badan Anda

12 Panduan sederhana sebagai langkah awal menurunkan berat badan

6.5 Kesalahan Paling Fatal Dalam ber-Diet

Beberapa Kesalahan Fatal yang sering dilakukan oleh orang-orang yang menjalankan program diet...

June 13, 2009

Segeralah Ke Dokter Jika Sakit Kepala Anda Seperti Ini...


Segeralah ke dokter jika :

  1. Sakit kepala muncul secara tiba-tiba dan sakitnya menjadi-jadi.
  2. Sakit kepala yang Anda derita membuat Anda mengalami kesulitan berbicara, membuat Anda mengalami gangguan pengelihatan, kehilangan keseimbangan, linglung, hilang ingatan, atau kesulitan dalam menggerakkan tangan dan kaki.
  3. Sakit yang Anda derita semakin bertambah dalam 24 jam.
  4. Sakit kepala disertai dengan demam, leher kaku, mual, dan muntah.
  5. Sakit kepala akibat luka pada kepala.
  6. Jika Anda menggolongkannya sebagai sakit kepala yang paling parah yang pernah Anda derita, terutama jika Anda sering mengalami sakit kepala.
  7. Sakit kepala hingga mengganggu tidur.
  8. Sakit kepala yang bertahan selama beberapa hari.
  9. Sakit amat sangat pada bagian kepala, terutama di sebelah mata. Ditandai dengan mata merah.
  10. Jika Anda telah berusia lebih dari 50 tahun, dan baru-baru ini mengalami sakit kepala, terutama jika disertai gangguan pengelihatan, dan sakit ketika sedang mengunyah makanan.
  11. Kepala lebih sakit pada pagi hari.
  12. Jika Anda sering mengalami sakit kepala tanpa penyebab yang jelas.
  13. Jika Anda memiliki sejarah sakit kepala, namun pola dan intensitas sakit kepala Anda berubah.

Fakta Sakit kepala


Meskipun kelihatan ringan, sakit kepala tidak bisa dianggap remeh. Karena itu ada banyak mitos tentangnya. Bagaimana faktanya?

Tidak semua sakit kepala adalah migran. Presentase kasus migran hanya sekitar 15 hingga 20%.

  1. Tidak semua sakit kepala dapat diatasi dengan obat sakit kepala yang beredar di masyarakat.
  2. Kleyengan merupakan istilah yang umumnya digunakan oleh masyarakat untuk menggambarkan pusing yang berputar atau tujuh keliling. Disebut juga vertigo, merupakan pusing akibat sensasi berputar atau sekitar tubuh yang berputar. Vertigo umumnya didahului oleh sakit kepala. Bisa juga tidak. Gangguan terletak pada keseimbangan tubuh. Keseimbangan tubuh dimulai dari otak kecil dan batang otak. Jika kedua organ tersebut terganggu, dapat menimbulkan gangguan keseimbangan yang salah satunya adalah vertigo. Vertigo harus diwaspadai, karena merupakan salah satu gejala stroke.
  3. Salah satu gejala hipertensi adalah sakit kepala. Namun pernyataan "sakit kepala karena tekanan darah sedang naik" tidak sepenuhnya benar.
  4. Banyak yang beranggapan bahwa sakit kepala yang disertai muntah disebabkan oleh keletihan dan bisa hilang dengan sendirinya. Sebaiknya cari penyebab pastinya, berkonsultasilah kepada dokter.
  5. Sakit kepala akibat makan makanan / minum minuman yang terlalu dingin (brain freeze) disebabkan karena pendinginan yang cepatdi sinus bagian depan yang memicu syaraf nyeri lokal. Teori lainnya mengatakan penyebabnya adalah penyempitan pembuluh darah di langit-langit dan belakang mulut, sehingga menyebabkan aktifnya syaraf nyeri sehingga rasa nyeri menyebar ke kepala.

Sakit Kepala



Sakit kepala merupakan perasaan nyeri di sekitar kepala. Sakit kepala adalah perasaan subjektif seseorang yang merasa tidak nyaman di daerah sekitar kepala. Sensasi nyeri dapat dirasakan di semua organ tubuh yang peka nyeri di daerah kepala mulai dari kulit hingga otak.

Sakit kepala terdiri dari dua, yaitu:


Sakit kepala primer

Disebut sakit kepala primer jika tidak terdapat gangguan di organ lain. Tidak ada gangguan struktural, infeksi, atau gangguan di daerah wajah atau mata. Sakit kepala primer tidak memiliki penyebab langsung, namun memiliki faktor pencetus. Empat hal yang menjadi faktor pencetus terjadinya sakit kepala:

  1. Posisi tidur kurang baik.
  2. Terlalu memaksakan diri.
  3. Sering menggertakkan gigi.
  4. Terlalu lama berada di satu posisi yang sama, misalnya saat Melihat komputer atau mikroskop.

Sakit kepala primer terdiri dari:

  1. Sakit kepala tipe tegang
    Umumnya disebabkan oleh gaya hidup. Menurut Dr. Mursyid, staf Departemen Neurologi FKUI RSCM, saat terkena sakit kepala tipe tegang, penderita merasa penuh di kepala, tegang dari bagian belakang kepala sampai daerah belakang (punggung) dan bahu. Pemicu utamanya adalah stres dan masalah psikologi.
  2. Sakit kepala tipe kluster
    Sakit kepala ini mirip dengan sakit kepala migran. Hanya saja ada gejala lain yang menyertai. Sakit kepala dapat muncul pada beberapa hari, hilang selama berbulan-bulan, lalu muncul kembali.
  3. Sakit kepala migran

Jika dibandingkan ketiga jenis kepala tersebut, yang paling umum diderita adalah sakit kepala tipe tegang, kemudian sakit kepala migran, dan yang terakhir adalah sakit kepala tipe kluster.

Sakit kepala sekunder memiliki penyebab yang jelas, yaitu akibat penyebab lain di kepala. Contoh: infeksi gigi, sinusitis, tumor otak.

"Wajar jika seseorang menderita sakit kepala satu hingga dua kali salam sebulan. Namun sebaiknya waspada jika Anda mengalami sakit kepala lebih dari 15 hari. Apalagi jika berlangsung secara terus menerus, sehingga sulit diatasi,"ungkap Dr. Mursyid.

Sakit kepala yang semakin lama semakin berat dapat merupakan salah satu gejala sakit kepala serius. Hal tersebut sesuai dengan sifat tumor atau abses yang terus tumbuh dan mendesak tekanan di otak. Akibatnya pembuluh darah di selaput otak terdesak. Nyeri semakin lama semakin besar karena tekanan di otak semakin tinggi.

Waspadai juga jika Anda menderita sakit kepala yang berat pada pagi hari, dan lama kelamaan berkurang. Namun durasi sakit kepala tersebut semakin panjang, bahkan disertai muntah. Hal itu menandakan sistem kekebalan tubuh yang kurang bagus. Sakit kepala jenis ini dapat menjalar ke tungkai atau lengan, dan dapat berujung pada stroke.

Demikian pula halnya jika Anda menderita sakit kepala yang disertai muntah, pandangan kabur, dan biasanya menyerang pada pagi hari saat bangun tidur. Hal ini merupakan tanda peningkatan tekanan di otak. Belum tentu tumor, tetapi ada benda yang menekan otak.

Tidak perlu tergesa-gesa mengkonsumsi obat. Sakit epala ringan dapat diredam hanya dengan beristirahat. Jika ternyata istirahat ternyata tidak mampu menyembuhkan, maka Anda boleh mengkonsumsi obat sakit kepala biasa (analgetik). Seringkali terjadi kesalahan dalam pengobatan. Jika obat tidak sesuai, ada peningkatan dosis dan pada akhirnya sakit kepala menjadi kronik, sehingga agak sulit mengatasinya. Lama-kelamaan mengkonsumsi obatpun jadi tidak mempan.

Baik sakit kepala primer, dan sekunder, sebaiknya hilangkan terlebih dahulu penyebabnya. Jika sakit kepala Anda terjadi karena stres, maka jauhilah stres. Jika sakit kepala Anda terjadi akibat infeksi, obatilah terlebih dahulu.

Hindari sakit kepala dengan gaya hidup sehat, seperti bekerja tidak terlalu berat, cukup beristirahat, dan jauhi stres.

May 28, 2009

Jadilah anggota yang aktif dalam tim kesehatan Anda

Saat Anda menggunakan obat sangat penting bagi Anda untuk mengetahui bahwa obat yang Anda konsumsi sepenuhnya aman. Badan Pengawasan Obat Amerika Serikat menilai suatu obat aman untuk digunakan jika manfaat yang diperoleh melebihi dari risiko yang diketahui. Tim kesehatan Anda terdiri dari dokter, asisten dokter, suster, apoteker dan Anda sendiri. Untuk mengurangi risiko yang timbul dari penggunaan obat dan untuk mendapat manfaat yang semaksimal mungkin maka Anda harus menjadi bagian aktif dari tim kesehatan Anda. Dalam menggunakan obat gunakan prinsip SAFER :

  • Speak up
  • Ask question
  • Find the facts
  • Evaluate your choice
  • Read the label and follow directions

Speak Up – Informasi

Semaikn banyak informasi yang didapat tim kesehatan dari Anda maka semakin baik tim kesehatan dapat merencanakan tatalaksana yang tepat untuk Anda. Anggota tim kesehatan lainnya akan memerlukan riwayat kesehatan Anda, seperti penyakit-penyakit, kondisi medis yang menyertai (seperti tekanan darah tinggi, diabetes) dan riwayat operasi yang pernah Anda lakukan.

Mereka juga perlu mengetahui semua obat dan pengobatan yang Anda terima atau lakukan, baik sepanjang waktu atau hanya beberapa waktu saja. Sebelum Anda menambah sesuatu yang baru selalu bicarakan dengan tim kesehatan Anda. Tim kesehatan Anda dapat membantu Anda untuk menentukan boleh atau tidaknya. Anda sangat membantu tim kesehatan Anda dengan memberikan daftar tertulis semua obat dan pengobatan yang Anda dapatkan kepada dokter, apoteker dan anggota tim kesehatan lainnya. Anda simpan untuk diri Anda dan satu lagi disimpan oleh keluarga/istri/suami/anak Anda. Pastikan termasuk :

  • Obat yang diresepkan, termasuk contoh obat yang diberikan dokter kepada Anda
  • Obat bebas (OTC-over the counter), obat yang dapat Anda beli tanpa resep dokter (seperti antasid, pencahar, obat nyeri, demam, atau batuk pilek)
  • Suplemen makanan, termasuk vitamin dan herbal
  • Pengobatan lainnya
  • Alergi, dan setiap masalah yang Anda alami dengan obat-obatan
  • Semua keadaan yang dapat mempengaruhi penggunaan obat Anda seperti kehamilan, menyusui, kesulitan menelan, kesulitan mengingat dan biaya

Ask question – Tanyakan

Tim kesehatan Anda akan membantu Anda menentukan pilihan yang terbaik, tetapi Anda harus menanyakan pertanyaan yang tepat. Saat Anda bertemu tim kesehatan Anda tuliskan semua pertanyaan Anda dan catat jawabannya. Anda dapat mengajak keluarga atau teman Anda untuk membantu Anda mengerti dan mengingat.

Find the Fact- fakta obat

Sebelum Anda dan tim Anda menentukan resep atau obat bebas, pelajari dan pahami sebanyak mungkin yang Anda bisa, termasuk :

  • Merk dan nama generik
  • Bahan aktif- untuk memastikan kalau Anda tidak menggunakan lebih dari satu obat dengan bahan aktif yang sama
  • Bahan tidak aktif- jika Anda punya masalah dengan kandungan lainnya di dalam obat seperti pewarna, perasa, gula, tepung
  • Penggunaan (indikasi dan kontraindikasi)- alasan Anda menggunakannya dan kapan obat tidak boleh digunakan
  • Peringatan- peringatan untuk memastikan obat digunakan dengan benar
  • Interaksi- bahan/zat yang sebaiknya tidak digunakan bersamaan dengan obat. Cari informasi jika obat resep, obat bebas, makanan, suplemen makanan atau zat lainnya (rokok, alkohol) dapat menyebabkan masalah dengan obat yang kita minum
  • Efek samping – efek yang tidak diinginkan yang dapat ditimbulkan obat, dan apa yang Anda lakukan jika Anda merasakannya
  • Kemungkinan toleransi, ketergantungan- masalah yang dapat ditimbulkan beberapa obat dan bagaimana Anda menghindarinya
  • Overdosis- apa yang harus dilakukan jika Anda memakai terlalu banyak
  • Petunjuk/cara pakai- dosis; apa yang harus dilakukan jika lupa satu dosis; petunjuk khusus menggunakan obat,seperti kapan meminum dengan makanan atau tanpa makanan
  • Cara penyimpanan- bagaimana dan dimana untuk menyimpan obat
  • Kadaluarsa- tanggal saat obat sudah tidak dapat digunakan lagi atau berbahaya jika digunakan

Evaluate your choices- Manfaat dan risiko

Setelah Anda mendapat informasi, pertimbangkanlah dengan seksama mengenai pilihan Anda. Pikirkan mengenai efek yang menolong dan juga efek yang tidak diinginkan yang mungkin muncul. Putuskan yang terpenting bagi Anda. Ini cara Anda menilai manfaat dan risiko. Saran ahli dari tim kesehatan Anda dan informasi yang Anda berikan kepada tim kesehatan Anda dapat membantu Anda dan tim kesehatan memutuskan yang tepat untuk Anda

Read the label and follow direction – Baca dan Ikuti

Baca kemasan obat untuk mengetahui bahan aktif yang terkandung di dalam obat. Bahan aktif di dalam obat resep atau obat bebas dapat juga terdapat dalam obat-obatan lainnya yang Anda minum. Bahan aktif yang sama bila digunakan dapat meningkatkan kemungkinan Anda mendapat efek yang tidak diinginkan. Baca label/kemasan setiap kali Anda membeli obat bebas atau resep obat Anda. Baca Fakta Obat secara teliti untuk memastikan obat yang tepat untuk Anda. Obat resep dan bebas tidak selalu bekerja bersama dengan baik. Suplemen makanan (seperti vitamin dan mineral) dan beberapa makanan dan minuman dapat menyebabkan masalah dengan obat Anda. Tanyakan kepada apoteker Anda.

Sebelum Anda meninggalkan apotek pastikan Anda mendapat obat yang benar, mengetahui dosis yang benar dan cara menggunakannya. Jika Anda membawa obat yang sama sebelumnya, pastikan obatnya memiliki bentuk, warna, ukuran dan kemasan yang sama. Bila berbeda maka tanyakan kepada apoteker. Jika obat yang Anda minum ternyata rasanya berbeda saat Anda minum maka beritahukan kepada tim kesehatan Anda. Baca dan simpan semua informasi yang Anda dapat mengenai obat-obatan Anda

Baca label/kemasan obat setiap kali Anda akan menggunakan obat. Pastikan :

  • Obat yang tepat
  • Untuk pasien yang benar
  • Jumlah yang benar
  • Waktu yang benar
  • Cara yang benar (contoh dengan menelan bukan dikunyah)

Ikuti petunjuk dari label dan tim kesehatan Anda. Saat Anda menggunakan obat, maka pastikan manfaat yang Anda dapat jauh lebih besar dari risiko dengan menggunakan obat sesuai petunjuk

Jika Anda ingin berhenti menggunakan obat dari dokter Anda atau menggunakannya dengan cara yang berbeda dari yang disarankan maka selalu bicarakan dahulu dengan tim kesehatan Anda. Beberapa obat memerlukan waktu untuk memberikan efek yang diinginkan. Obat seperti antibiotik (sesuai indikasi) penting untuk dihabiskan walaupun Anda sudah merasa lebih baik.

Laporkan kembali kepada tim kesehatan

Jika Anda merasakan efek yang tidak diinginkan segera laporkan kepada tim kesehatan Anda. Perubahan dosis atau obat mungkin diperlukan.

Panduan Pertanyaan

Anda dapat menggunakan panduan pertanyaan ini saat berdiskusi dengan tim kesehatan Anda untuk mengetahui mengenai obat yang Anda gunakan. Pastikan untuk mendapat jawaban dari pertanyaan ini untuk tiap obat yang Anda dapat dari dokter.

  1. Apa merk dan generik dari obat yang didapat?
  2. Apa bahan aktifnya?
  3. Dapatkan saya menggunakan bentuk generik?
  4. Untuk apa obat tersebut? Dan apa manfaatnya kepada saya?
  5. Kapan saya akan merasakan lebih baik?
  6. Kapan saya harus kontrol kembali?
  7. Apakah obat ini akan menggantikan obat-obatan lain yang sudah saya gunakan selama ini?
  8. Apakah saya harus menghindari makanan, minuman, bahan-bahan kimia atau aktivitas tertentu selama menggunakan obat ini?
  9. Apakah obat ini dapat digunakan secara aman bersamaan dengan obat atau pengobatan yang sudah saya dapatkan sebelumnya? Apakah ini termasuk obat resep, obat bebas, vitamin, herbal atau suplemen atau bentuk pengobatan lain?
  10. Apakah saya harus menghindari menggunakan obat-obatan lain (resep atau bebas), suplemen dimakan (herbal atau vitamin) atau pengobatan lainnya selama menggunakan obat ini?
  11. Apa efek samping yang mungkin timbul dan apa yang harus saya lakukan bila efek samping tersebut muncul?
  12. Apakah ada kemungkinan saya menjadi ketergantungan atau toleransi terhadap obat ini? Bagaimana menghindarinya?
  13. Bagaimana dan kapan saya menggunakan obat ini? Berapa banyak dan berapa lama? Apakah ada petunjuk khusus dalam penggunaan obat ini?
  14. Apakah saya perlu melakukan tes penunjang (tes darah, rontgen, atau tes lainnya) untuk memastikan obat ini bekerja? Bagaimana saya mendapatkan hasilnya kalau obat ini bekerja?
  15. Bagaimana jika saya lupa satu dosis? Apa yang harus saya lakukan?
  16. Bagaimana dan dimana saya menyimpan obat ini? Pastikan Anda selalu menyimpan obat jauh dari jangkauan anak-anak
  17. Bagaimana dan dimana saya dapat memperoleh informasi menganai obat ini?

Ingat: untuk mengurangi risiko penggunaan obat dan untuk mendapat manfaat sebesar-besarnya maka Anda harus menjadi bagian aktif dalam tim kesehatan Anda.

Sumber :

Be An Active Member of Your Health Care Team U.S. Department of Health and Human Services Food and Drug Administration in Cooperation with the council on Family Health http://www.fda.gov/buyonlineguide/active12panelEng.htm

Apa Yang Bisa Anda Lakukan Untuk Menghindari Kekeliruan Pengobatan

Pribadi/ Perawatan di Rumah

  • Buat daftar semua obat, baik yang diresepkan dokter, obat bebas dan produk lain seperti vitamin, mineral dan lainnya yang Anda gunakan
  • Bawa daftar ini kemanapun Anda berkonsultasi dengan tenaga kesehatan dan beritahukan tenaga kesehatan untuk menganalisanya
  • Cari informasi dimana Anda dapat menemukan informasi mengenai obat-obat Anda pada fasilitas setempat atau situs internet yang dapat dipercaya

Apotek

  • Pastikan nama obat (bermerk atau generik) dan cara penggunaan saat diberitahukan apoteker sama seperti yang dituliskan oleh dokter
  • Ketahui bahwa Anda bisa melihat ulang kembali daftar obat-obatan Anda dengan apoteker untuk alasan keamanan
  • Ketahui bahwa Anda berhak untuk berkonsultasi dengan apoteker jika Anda mempunyai pertanyaan. Anda dapat menanyakan kepada apoteker untuk menjelaskan bagaimana menggunakan obat dengan tepat, efek samping obat dan apa yang harus Anda lakukan bila mengalami efek samping obat (sama seperti yang Anda tanyakan kepada dokter)
  • Tanyakan informasi tertulis mengenai obat yang Anda dapatkan

Pasien rawat jalan

  • Minta dokter menuliskan nama obat (bermerk atau generik jika tersedia), untuk tujuan apa, dosis, frekuensi penggunaan, atau sediakan informasi tertulis megenai hal-hal tersebut
  • Mintalah kepada dokter bagaimana untuk menggunakan obat dengan tepat
  • Tanyakan efek samping obat dan apa yang sebaiknya Anda lakukan jika mengalami efek samping

Pasien rawat inap

  • Tanyakan kepada dokter atau perawat mengenai obat apa yang akan Anda dapatkan di rumah sakit
  • Jangan minum obat tanpa dijelaskan atau diinstruksikan sebelumnya
  • Sediakan wali/wakil Anda saat Anda menerima obat dan Anda tidak dapat memonitor penggunaan obat Anda sendiri
  • Menjelang pembedahan tanyakan apakah ada obat yang harus digunakan, terutama antibiotik, apakah Anda harus melanjutkan atau menghentikan pengobatan sebelum operasi
  • Sebelum pulang, tanyakanlah daftar obat yang akan Anda gunakan di rumah, minta dokter untuk menjelaskan kepada Anda dan pastikan Anda mengerti cara penggunaan obat tersebut

Sumber :

What You Can Do to Avoid Medication Errors Committtee on Identifying and Preventing Medication Errors, Institute of Medicine Fact sheet, July 2006 http://www.iom.edu/

Mencegah Kesalahan Pengobatan

Hampir setiap orang di dunia ini menggunakan obat-obatan pada suatu waktu atau berulang. Di amerika serikat, pada satu perkiraan, pada suatu minggu sekitar 1 dari lima orang dewasa di AS akan menggunakan obat resep dokter, obat bebas atau suplemen makanan dan hampir sepertiga dari orang dewasa akan menggunakan lima atau lebih obat yang berbeda.

Sebagian besar obat-obatan memberikan manfaat, tetapi pada keadaan tertentu dapat memberikan bahaya kepada orang yang menggunakannya. Beberapa efek samping obat (ESO) ini tidak dapat dihilangkan; semakin kuat/poten suatu obat maka kecenderungan untuk memiliki bahaya/efek yang tidak diinginkan semakin besar. Bahaya atau efek yang tidak diinginkan ini kadangkala disebabkan kesalahan dalam peresepan atau kesalahan menggunakan obat-obat tersebut dan efek yang timbul tidak dapat dihilangkan namun sebenarnya dapat dicegah.

Untuk itu Institute of Medicine (IOM) membuat laporan mengenai hal ini, dan menemukan bahwa kesalahan pengobatan ternyata secara mengejutkan umum terjadi dan membebankan anggaran negara. Untuk itu IOM memberikan pendekatan untuk menurunkan angka kesalahn pengobatan tersebut. Pendekatan yang dilakukan memerlukan perubahan dari dokter, suster, apoteker dan pihak lain dalam industri kesehatan, mulai dari Badan Pengawas Obat dan makanan dan lembaga pemerintah lainnya, rumah sakit dan organisasi/institusi kesehatan lainnya dan dari pasien.

Biaya yang tidak dapat diterima dari kesalahan pengobatan

Di rumah sakit, kesalahan dalam penggunaan obat umum terjadi di setiap tahapan; penyediaan obat, peresepan obat, penjualan obat, penggunaan obat dan pemantauan efek obat; tetapi kesalahan tersering terjadi pada tahap peresepan dan penggunaan obat. Saat semua bentuk kesalahan diperhitungkan maka pasien rumah sakit diperkirakan secara rerata mengalami lebih dari satu kesalahan pengobatan setiap hari.

Efek samping obat (ESO) akibat kesalahan pengobatan dipertimbangkan dapat dicegah. Angka kejadian yang akurat mengenai seberapa sering efek samping obat yang sebenarnya dapat dicegah sulit didapat. Satu studi memperkirakan 380.000 efek samping obat yang dapat dicegah terjadi tiap tahun, studi lain memperkirakan 450.000 dan pihak IOM percaya bahwa angka ini cenderung di bawah perkiraan. Angka yang sama juga ditunjukka pada keadaan yang lain, pada satu studi di layanan perawatan jangka panjang angka efek samping obat yang dapat dicegah yang muncul tiap tahun sebanyak 800.000; pasien rawat jalan Medicare menunjukkan 530.000 per tahun angka efek samping obat yang dapat dicegah. Bukti menunjukkan kedua angka ini juga di bawah perkiraan sebenernya. Studi-studi tersebut tidak ada yang memasukkan kesalahan dalam pemberian- kegagalan untuk meresepkan obat yang sebenarnya dibutuhkan pasien. Institute of Medicine dengan memasukkan semua angka dalam penghitungan menyimpulkan sedikitnya terdapat 1,5 juta efek samping obat yang tidak diinginkan di AS setiap tahunnya. Angka sebenarnya dapat jauh lebih banyak.

Kesalahan pengobatan ini tidak dapat disangkal akan menimbulkan biaya bagi pasien, keluarga mereka, tempat kerja mereka dan rumah sakit, penyedia layanan kesehatan dan asuransi. Satu studi menemukan bahwa setiap ESO yang dapat dicegah yang terjadi di rumah sakit menambah sekitar $8,750 (pada kurs 2006) terhadap biaya menginap di rumah sakit. Dengan perkiraan 400.000 kejadian setiap tahun maka secara perkiraan konservatif maka didapatkan total biaya mencapai $3,5 milyar pada satu kelompok. Studi lain ESO yang dapat dicegah pada Medicare pasien usia 65 tahun atau lebih menemukan biaya tahunan sebesar $887 juta untuk mengatasi kesalahan pengobatan pada kelompok ini. Studi ini sayangnya hanya mencakup beberapa biaya, tetapi tidak mengikutsertakan kehilangan pendapatan, atau kesakitan dan penderitaan yang ditimbulkan.

Hal yang mengejutkan adalah kejadian ini bisa dicegah. Untuk itu IOM menyarankan langkah-langkah serial/berkelanjutan yang sebaiknya dilakukan untuk mencegah kesalahan pegobatan.

Perubahan pandangan dalam hubungan Pasien-Penyedia Layanan Kesehatan/provider

Langkah pertama adalah mempersilahkan dan mendorong pasien untuk lebih aktif mengambil peranan dalam perawatan kesehatan mereka. Di masa lalu sistem kesehatan cenderung paternalistik dan terpusat pada penyedia layanan kesehatan/providersentris, Ternyata cara yang paling efektif untuk mengurangi kesalahan pengobatan adalah menuju model pelayanan kesehatan dengan peningkatan relasi antara pasien dan provider kesehatan. Pasien sebaiknya lebih mengerti mengenai obat-obatan yang mereka gunakan dan mengambil tanggung jawab lebih besar untuk memantau pengobatan mereka, sementara provider kesehatan mengambil langkah untuk mengedukasi, berdiskusi dan mendengarkan pasien.

Untuk mendukung model ini maka dokter, suster, apoteker dan provider lainnya harus berkomunikasi lebih dengan pasien di setiap tahap pengobatan dan membuat komunikasi 2 arah, mendengarkan pasien sama baiknya dengan berbicara kepada pasien. Mereka sebaiknya memberikan informasikan kepada pasien semua risiko, kontraindikasi dan kemungkinan efek samping dari obat-obatan yang mereka gunakan dan apa yang harus dilakukan bila pasien merasakan efek samping tersebut. Mereka sebaiknya menyediakan diri saat kesalahan pengobatan terjadi dan menjelaskan kemungkinan yang terjadi.
Pasien dan walinya sebaiknya ikut ambil bagian secara aktif dalam proses pengobatan. Mereka sebaiknya belajar untuk mencatat semua pengobatan yang mereka gunakan dan turut bertanggung jawab dalam memantau pengobatan, contoh: mencek ulang obat yang didapat dari apotek dan melaporkan perubahan yang tidak diharapkan setelah menggunakan obat yang baru.

Sistem kesehatan juga perlu untuk melakukan edukasi yang lebih baik kepada pasien dan menyediakan fasilitas kepada pasien untuk belajar mandiri. Pasien sebaiknya diberikan kesempatan untuk berkonsultasi mengenai obat-obatan mereka pada berbagai tahap perawatan, selama konsultasi dengan dokter, saat pulang dari rumah sakit, saat di apotek dan seterusnya. Perlu adanya usaha untuk meningkatkan kualitas dan kemudahan informasi mengenai obat kepada konsumen. IOM menyarankan Badan Pengawas Obat dan Makanan untuk menstandarisasi dan meningkatkan selebaran informasi kesehatan yang disediakan apotek, memperbaiki informasi obat di internet dan membangun layanan telepon 24 jam sehingga pasien dengan mudah mendapat akses kepada informasi obat.

Menggunakan teknologi informasi untuk mengurangi kesalahan pengobatan

Langkah kedua yang cukup penting untuk mengurangi kesalahan pengobatan adalah dengan menggunakan secara maksimal teknologi informasi dalam peresepan dan penjualan obat. Dokter, perawat dan asisten dokter tidak dapat selalu memiliki informasi mengenai obat yang mereka resepkan, namun dengan teknologi informasi saat ini mereka bisa. Dengan akses internet atau PDA, peresep dapat memperoleh informasi mendetail mengenai obat yang akan mereka resepkan dan terbantu dalam menentukan obat yang akan diresepkan.

Yang lebih menjanjikan adalah resep elektronik (e-prescription). Dengan menulis resep secara elektronik , dokter dan provider lainnya dapat menghindari kesalahan penulisan resep manual. Dengan menggunakan resep elektronik dan dihubungkan dengan riwayat pasien maka dimungkinkan untuk memeriksa kemungkinan alergi obat, interaksi obat-obat, dan kelebihan dosis. Dengan sistem elektronik maka resep akan mengikuti pasien dari rumah sakit ke praktek dokter atau dari rumah perawatan ke apotek mencegah kesalahan yang umum terjadi. IOM menyarankan tahun 2010 semua provider dan apotek menggunakan resep elektronik.
Secara umum semua penyedia layanan kesehatan sebaiknya menjadi organisasi yang terpercaya dan bertujuan untuk meningkatkan keamanan pengobatan.

Meningkatkan Pengemasan dan penulisan label obat

Cara lainnya untuk mengurangi kesalahan pengobatan adalah memastikan informasi obat dikomunikasikan secara jelas dan efektif kepada provider dan pasien. Beberapa kesalahan muncul karena 2 obat yang berbeda memiliki nama yang tampak atau berbunyi hampir serupa. Dengan ini IOM menyarankan industri obat dan pemerintah bekerja bersama untuk penamaan obat, tidak hanya nama obat tetapi juga singkatan dan akronim. Pada saat bersamaan lembar informasi obat juga sebaiknya didesain ulang dengan mempertimbangkan cara terbaik untuk mengkomunikasikan informasi mengenai obat.

Kebijakan Pemerintah

Untuk menurunkan ESO yang dapat dicegah membutuhkan perhatian dan peran serta aktif dari semua pihak yang terlibat. Pemerintah sebaiknya memperhatikan dan mengkoordinasikan penelitian yang diarahkan untuk mempelajari lebih lanjut perihal pencegahan kesalah pengobatan. Badan-badan pembuat kebijakan sebaiknya mendorong pengaplikasian praktek dan teknologi yang akan menurunkan angka kesalahan pengobatan. Badan akreditasi sebaiknya mendapat pelatihan mengenai praktek pengobatan. IOM percaya dengan usaha ini akan menghasilkan kesalahan pengobatan yang jauh lebih sedikit dan mencegah kejadian ESO, menurunkan angka bahaya kepada pasien karena obat, dan sangat menurunkan biaya ekonomi negara.


Sumber :

Preventing Medication Errors

Artikel Menarik Lainnya...

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More