Download

7 Makanan Lezat Rendah Kalori Untuk Menurunkan Berat Badan

Beberapa Makanan Sehat Lezat tetapi rendah kalori yang bisa dikonsumsi untuk menurunkan berat badan anda..

Kenapa Sarapan Penting Untuk Menurunkan Berat Badan?

Penjelasan singkat tentang arti penting sarapan dalam proses menurunkan berat badan...

5 Tips Agar Tetap Termotivasi dalam Menurunkan Berat Badan

5 Tips sederhana agar kita tetap termotivasi dalam proses menurunkan berat badan...

12 Langkah Awal Menurunkan Berat Badan Anda

12 Panduan sederhana sebagai langkah awal menurunkan berat badan

6.5 Kesalahan Paling Fatal Dalam ber-Diet

Beberapa Kesalahan Fatal yang sering dilakukan oleh orang-orang yang menjalankan program diet...

November 2, 2011

Makanan Lezat Ini Mampu Lindungi Anda Dari Flu!



Mengkonsumsi yogurt bisa menjadi kunci untuk tetap sehat saat pilek dan flu menyerang. Probiotik merupakan bakteri baik yang banyak terdapat dalam yogurt, yang dapat membantu mencegah flu dan infeksi saluran pernafasan. Orang yang mengkonsumsi probiotik lebih dari satu minggu, memiliki peluang lebih kecil terserang infeksi saluran pernafasan. Para peneliti juga menyatakan bahwa yogurt dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh Anda.
Pada kasus infeksi saluran pernafasan seperti pilek, sinusitis, pharyngitis, batuk, dan infeksi telinga, banyak di antara Anda yang mungkin mendapatkan penanganan yang salah dalam mengatasi penyakit ini. Biasanya Anda akan diberikan beberapa dosis antibiotik untuk mengatasinya. Padahal sebenarnya antibiotik kurang efektif untuk mencegah virus.
Apakah Probiotik Itu?
World Health Organization (WHO) menyatakan bahwa probiotik adalah organisme hidup yang jika dikonsumsi dalam jumlah cukup dapat memberikan manfaat kesehatan bagi tubuh Anda. Probiotik merupakan jenis bakteri baik yang banyak terdapat pada sistem pencernaan. Bakteri ini dibagi dalam dua kelompok, yaitu Lactobacillus acidophilus dan Bifidobacterium bifidus.
Dari Manakah Probiotik Bisa Didapat?
Probiotik bisa didapat dari jenis makanan seperti yogurt, susu fermentasi atau non fermentasi, dan olahan kedelai seperti tahu, tempe, dan susu kedelai. Probiotik juga bermanfaat sebagai suplemen ketika Anda sedang berdiet.
Manfaat Probiotik
Probiotik biasanya digunakan untuk mencegah kram dan diare yang dipicu oleh antibiotik. Usus Anda berisi sekitar 400 jenis bakteri probiotik yang membantu pencernaan agar tetap sehat, tetapi mengonsumsi antibiotik dapat membunuh bakteri baik dan jahat, sehingga menyebabkan efek samping gastrointestinal. Dengan kandungan bakteri yang baik, probiotik dapat membantu mengurangi atau mencegah diare yang disebabkan antibiotik.
Probiotik Membantu Mencegah Infeksi Virus
Probiotik memiliki dua manfaat utama yaitu, meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan memperkuat integritas dinding usus dan meningkatkan fagosit, yang berfungsi menelan dan menyerap bakteri dan partikel asing lainnya. Penelitian lebih lanjut masih diperlukan untuk mengkonfirmasi teori ini. Peneliti mengetahui bahwa bakteri di dalam usus memainkan peran utama dalam sistem kekebalan tubuh, sehingga masuk akal jika probiotik dapat membantu memperkuat pertahanan alami tubuh.
Efek Samping Penggunaan Probiotik
Beberapa studi menemukan bahwa mikro organisme hidup dapat memicu sakit perut, diare, atau mual. Namun, ketika para peneliti dikumpulkan, mereka tidak menemukan perbedaan yang signifikan antara orang-orang yang mengonsumsi probiotik dan mereka yang tidak.
Yang Perlu Anda Perhatikan Ketika Memilih Makanan Kaya Probiotik
Ketika membeli produk probiotik dengan kualitas terbaik, periksa label makanan dan temukan yoghurt yang mengatakan “contain live culture”. Jika Anda memiliki kondisi kesehatan yang kurang baik, konsultasikan kepada dokter Anda apakah penggunaan probiotik baik untuk Anda.
Yoghurt atau makanan lain yang mengandung bakteri baik bisa menjadi cara yang baik untuk mencegah flu dan infeksi lainnya, namun para ahli masih melakukan penelitian lebih lanjut masih tetap berjalan untuk mengetahui efektivitas penggunaan probiotik untuk mengatasi flu. Namun, selain mengandung probiotik, yogurt masih mengandung sederet nutrisi penting untuk kesehatan Anda. Selain itu, konsumsilah juga makanan kaya vitamin C untuk menjaga daya tahan tubuh Anda dan mencegah Anda dari flu!

source:duniafitnes.com

November 1, 2011

Berolahraga Setelah Makan, Bolehkah?




Apa, kapan, dan bagaimana Anda makan akan mempengaruhi performa dan apa yang Anda rasakan selama berolahraga. Anda mungkin pernah merasakan sakit perut ketika Anda langsung berolahraga setelah selesai makan dalam porsi cukup besar. Tapi sebaliknya, kalau Anda tidak makan dulu sebelum berolahraga, Anda juga akan cepat merasa lelah dan kehabisan energi, sehingga performa latihan pun turun. Jadi, berapa lama sebenarnya jeda waktu setelah makan dengan mulai berolahraga yang ideal itu?
Jeda Antara Makan dan Latihan
Makan sebelum latihan memang dianjurkan. Hal ini dilakukan untuk mencukupi kebutuhan nutrisi selama latihan. Namun, ada beberapa hal yang harus Anda perhatikan. Sesaat setelah Anda makan, makanan ini masih berada dalam perut Anda dan menunggu beberapa saat untuk dicerna. Otot perut Anda harus bekerja untuk membantu mencerna makanan. Otot-otot ini membutuhkan oksigen dari aliran darah.
Jadi, ketika Anda segera berlatih setelah makan, otot perut Anda harus bersaing mendapatkan oksigen dengan otot-otot lain (otot lengan, dada, kaki dan lainnya). Ketika otot perut Anda tidak mendapatkan oksigen yang cukup, makanan tadi tidak akan dicerna dengan baik. Asam laktat akan terakumulasi karena banyak pekerjaan otot perut Anda yang tidak terselesaikan. Hasilnya, Anda akan mengalami sakit perut.
Jadi, berapa lama harus Anda menunggu sebelum Anda memulai latihan setelah makan?
  • Hal ini tergantung dari berapa banyak Anda makan, apa yang Anda makan, dan jenis olahraga apa yang Anda inginkan serta seberapa tinggi intensitas latihan yang Anda lakukan.
  • Semakin banyak Anda mengonsumsi makanan berlemak dan berprotein, semakin lama pula Anda harus menunggu sebelum Anda memulai latihan. Sebagai contoh jika Anda makan cheese burger dan chocolate shake, Anda harus menunggu sekitar2-3 jam sebelum Anda mulai latihan.
  • Semakin berat jenis latihan Anda, semakin lama pula Anda harus memberi jeda sebelum latihan. Jika Anda akan berjalan kaki setelah makan, maka Anda tak perlu menunggu hingga beberapa jam.
  • Jika Anda mulai merasakan kram atau sakit perut ketika berlari setelah makan, berhentilah, dan tunggu 30 menit sebelum Anda mulai berlari lagi. Jika Anda masih kram setelah 30 menit, coba tunggu satu jam, dan seterusnya.
  • Jika Anda akan berlatih beban, maka Anda perlu makan sebelum latihan, dan sebaiknya diisi dengan makanan yang ringan seperti yogurt, oatmeal, atau energy bar. Sepotong buah atau selembar roti juga merupakan menu ringan yang baik dikonsumsi sebelum latihan.
Asupan nutrisi sebelum latihan sangat penting untuk menunjang latihan Anda. Akan tetapi, pastikan Anda perhatikan pengaturan makan sebelum berolahraga dengan baik, agar Anda tetap mendapatkan suplai energi yang cukup untuk berlatih, sekaligus menghindari ketidaknyamanan yang Anda rasakan sepanjang Anda berlatih.

source:duniafitnes.com

Insulin, Hormon Yang Berperan Dalam Penurunan Berat Badan


Beberapa dari Anda mungkin tetap mengalami kesulitan menurunkan berat badan, sekalipun Anda sudah berolahraga dan berusaha mengatur asupan makanan. Hal ini bisa disebabkan karena cara berlatih yang salah atau asupan nutrisi yang tidak seimbang. Selain dua faktor di atas, adanya resitensi insulin juga turut berpengaruh terhadap kegagalan Anda menurunkan berat badan.
Fungsi Insulin
Insulin adalah hormon yang bertugas untuk menjaga kadar gula atau glukosa dalam darah. Setiap sel dalam tubuh membutuhkan suplai glukosa yang berkesinambungan untuk diproses menjadi energi. Sel tidak bisa secara langsung menyerap glukosa dari makanan. Ketika Anda makan karbohidrat, tubuh Anda akan merubahnya menjadi glukosa. Kemudian glukosa ini akan dibawa melalui aliran darah menuju sel-sel dalam tubuh. Namun, karena molekul glukosa tidak bisa menembus dinding sel maka dibutuhkan bantuan insulin untuk menjaga glukosa tetap berada dalam sel. Di dalam sel, glukosa diubah menjadi lemak dan disimpan dalam bentuk sel-sel lemak.
Apakah Resistensi Insulin Itu?
Seperti yang dijelaskan di atas bahwa insulin berfungsi membantu penyerapan glukosa dalam sel. Jadi, setiap kali Anda makan makanan yang tinggi karbohidrat sederhana, insulin Anda akan bekerja lebih ekstra. Jika hal ini terjadi terlalu sering, maka kadar insulin dalam tubuh Anda akan terus meningkat. Hasilnya, respon sel-sel terhadap insulin akan semakin menurun, sehingga ketika sel-sel tidak mendapatkan suplai glukosa maka energi Anda akan cenderung menurun. Itulah sebabnya, orang yang mengalami resitensi insulin sering mengalami kelelahan, penurunan energi dan melemahnya otot.
Resistensi Insulin dan Penurunan Berat badan
Tingginya kadar insulin tubuh merupakan indikasi bahwa glukosa tidak digunakan sebagaimana mestinya oleh tubuh. Pada akhirnya, lebih banyak glukosa yang diubah menjadi lemak dan disimpan dalam sel-sel tubuh. Selanjutnya, insulin mencegah dipecahnya lemak dari dalam sel-sel tersebut, yang kemudian memicu bertambahnya berat badan Anda. Lebih mengkhawatirkan lagi, hal ini juga dapat memperbesar risiko diabetes tipe 2. Itulah sebabnya, yang perlu dilakukan untuk menurunkan berat badan adalah dengan mengurangi timbunan lemak dalam tubuh.
Bagaimana Cara Mengendalikan Resistensi Insulin
Resistensi insulin berhubungan dengan asupan karbohidrat Anda, terutama dengan membatasi asupan karbohidrat sederhana, seperti makanan yang manis, yang dapat meningkatkan pengeluaran insulin. Untuk menurunkan berat badan dan mencegah Anda dari resistensi insulin, sebaiknya Anda mulai terapkan pola diet sehat dengan mengurangi konsumsi karbohidrat sederhana dan menggantikannya dengan karbohidrat kompleks seperti sayuran, buah-buahan, gandum dan biji-bijian, dan sebagainya.
Olahraga teratur setidaknya 30 menit/hari juga efektif untuk menjaga kadar gula darah dan menurunkan berat badan Anda. Inti dari program diet yang efektif untuk menurunkan berat badan dengan optimal adalah dengan mengatur pola makan serta berlatih teratur.

Source:duniafitnes.com

6 Herbal Untuk Atasi Gangguan Pencernaan


Anda mengalami gangguan pencernaan? Atasilah gangguan pencernaan Anda dengan beberapa tanaman herbal di sekitar Anda berikut ini!

Gangguan pencernaan umumnya disebabkan beberapa hal, seperti makan berlebihan, makan terlalu cepat, makan makanan berlemak dan mengandung banyak minyak. Selain itu terlalu banyak konsumsi kafein, alkohol, dan cokelat ataupun perasaan gugup dan trauma juga dapat menyebabkan gangguan pencernaan. Cobalah Anda konsumsi beberapa jenis tanaman herbal yang biasa dipakai sebagai bumbu dapur dan jamu berikut ini.
  • Adas
    Adas bermanfaat untuk membantu mengatasi gas berlebih dan menjaga kestabilan asam lambung, serta meringankan kram usus. Daun adas juga dapat digunakan sebagai teh dengan manfaat yang sangat banyak.
  • Jeruk Limau
    Jeruk limau adalah salah satu varietas tumbuhan mint yang bermanfaat untuk mengurangi stres, rasa cemas, gangguan tidur, menambah nafsu makan, dan mengurangi gangguan pencernaan. Jeruk limau biasanya dicampur bersama bahan lain yang memiliki efek relaksasi untuk membantu proses pemulihan.
  • Kunyit
    Kunyit adalah rempah-rempah yang dikenal memiliki rasa pedas dan warna emas yang khas. Kunyit memiliki berbagai manfaat bagi kesehatan, selain sebagai bumbu masak. Dalam pengobatan tradisional, kunyit biasa dicampur dengan madu dan asam jawa untuk membantu mengurangi sakit perut. Manfaat lainnya adalah mengatasi gangguan fungsi hati, arthritis, dan mengatur menstruasi.
  • Konsumsi 0,5-1,0 gram cabai rawit tiga kali sehari dapat mengurangi dispepsia
  • Jahe
    Jahe telah lama digunakan sebagai obat herbal di Asia, India, dan Arab. Di Indonesia, jahe diolah menjadi minuman berkhasiat seperti wedang jahe, sekoteng dan bandrek yang dipercaya untuk menghangatkan tubuh dan melancarkan pencernaan. Di era modern sekarang ini, para ahli kesehatan masih merekomendasikan jahe sebagai obat alternatif untuk keluhan mual dan muntah. Jahe merupakan obat anti mual yang unik dibanding dengan yang lainnya, karena bereaksi secara langsung pada perut, sedangkan obat lain bekerja melalui otak terlebih dahulu.
  • Peppermint
    Peppermint digunakan untuk meringankan sakit perut dan melancarkan pencernaan. Peppermint juga dapat membantu Anda mengatasi sakit kepala, iritasi kulit, rasa mual akibat cemas, diare, kram saat menstruasi, dan perut kembung. Selain itu, peppermint mampu melemaskan otot-otot yang berkontraksi melawan gas pencernaan dan meningkatkan aliran empedu untuk pencernaan lemak. Namun, untuk penderita gastroesophageal reflux disease atau GERD, hindari pengunaan peppermint.
  • Cabai Rawit
    Mungkin agak membingungkan, karena sebagian orang menganggap cabai rawit merupakan penyebab sakit perut. Penelitian di Amerika menemukan bukti bahwa konsumsi 0,5-1,0 gram cabai rawit tiga kali sehari dapat mengurangi dispepsia! Konsumsi capsaicin bermanfaat untuk mengurangi keluhan pada perut.
Nah, mulailah atasi gangguan pencernaan yang Anda alami dengan tanaman herbal hebat di atas! Namun ingat, hindari konsumsi yang berlebihan dari salah satu atau seluruh tanaman herbal tersebut.

Source:duniafitnes.com

October 26, 2011

Cara Menurunkan Berat Badan untuk Penderita Diabetes


img
Ilustrasi (foto: Thinkstock)
Menurunkan berat badan mungkin dapat terdengar begitu sederhana, yaitu dengan penurunan kalori, dan meningkatkan kalori yang terbakar. Bagi seseorang yang pernah berjuang untuk menurunkan berat badan mengetahui bahwa menurunkan berat badan dapat dengan menemukan keseimbangan yang tepat dari makanan dan olahraga. Jika memiliki diabetes, tentunya menghadapi tantangan tambahan untuk harus menjaga kadar gula darah dalam rentang normal juga.

Menurunkan berat badan merupakan upaya yang sangat baik ketika seseorang memiliki diabetes tipe 2. "Seseorang yang mengalami penurunan berat badan sekitr 5-10 persen dari berat awal, maka mereka juga sering melihat peningkatan besar dalam mengontrol diabetes dan risiko komplikasinya," kata Amanda Kirpitch, RD, CDE, dari Joslin Diabetes Center, Boston. Seseorang yang memiliki berat badan 200 pon, maka ketika mengalami penurunan berat badan 10-20 pon, mungkin cukup untuk menurunkan gula darah, tekanan darah, dan kadar kolesterol. Untuk menurunkan berat badan untuk penderita diabetes membutuhkan beberapa perencanaan. Tetapi hal tersebut dapat dilakukan dan tidak memerlukan banyak perubahan.

Seperti dikutip dari MSNHealth, Jumat (21/10/2011), berikut rencana penurunan berat badan yang benar-benar dapat efektif untuk diterapkan pada penderita diabetes, antara lain:

1. Aktivitas fisik secara teratur

Salah satu kunci untuk menurunkan berat badan dan menjaganya agar tetap stabil adalah dengan melakukan aktivitas fisik secara teratur. Tidak harus dengan banyak waktu setiap hari, namun lebih baik sedikit waktu untuk latihan fisik tetapi teratur. American Heart Association merekomendasikan pedoman latihan fisik untuk penderita diabetes tipe 2, yaitu:

a. Aktivitas jantung (cardio activities)
Seberapa sering: 3-7 kali seminggu.
Berapa banyak: 150 menit per minggu latihan intensitas sedang, atau 90 menit per minggu intensitas latihan kuat.

b. Latihan beban
Seberapa sering: 3 kali seminggu.
Berapa banyak: 2-4 set dari 8-10 pengulangan, menggunakan beban dengan berat sedang.

Pada tingkat ini, seseorang mungkin akan membakar setidaknya 1.000 kalori seminggu. Hal tersebut berarti seseorang tidak harus membatasi asupan makanan untuk menurunkan berat badan. "Latihan fisik juga dapat meningkatkan kontrol gula darah bahkan sebelum seseorang mulai kehilangan berat badan," kata Kirpitch.

2. Mengurangi jumlah asupan kalori

"Pengurangan jumlah asupan kalori yang realistis bagi kebanyakan orang adalah dengan mengurangi 500-1.000 kalori sehari," kata Kirpitch. Jika seseorang kehilangan berat badan sebanyak 1 pon seminggu, merupakan penurunan berat badan yang lebih mudah dan baik untuk dipertahankan dibandingkan dengan penurunan berat badan yang mendadak.

3. Menggunakan piring dengan ukuran yag lebih kecil

Banyak penderita diabetes yang menggunakan cara diet dengan piring yang lebih kecil. Kebanyakan orang yang menggunkan piring yang kecil, cenderung akan memilih diet seimbang yang tidak terlalu banyak kandungan karbohidrat. "Sebagai aturan yang praktis, dapat dengan menempatkan sayuran pada setengah bagian piring, seperempat pati, dan seperempat protein tanpa lemak," kata Constance Brown-Riggs, RD, CDE, juru bicara American Dietetic Association. Jika ingin mencoba untuk menurunkan berat badan, menggunakan piring denan ukuran yang lebih kecil merupakan cara yang mudah dan efektif.

4. Jangan menunggu terlalu lapar untuk makan

Porsi yang lebih kecil memang baik. Tetapi jika sedang terlalu lapar, tentunya makanan dengan porsi kecil tidak akan cukup. Untuk hal mencegah tersebut, Kirpitch merekomendasikan makan setiap 4-5 jam sekali. Juga sebaiknya memilih makanan tinggi serat, seperti sayuran, buah-buahan, biji-bijian, dan kacang-kacangan. Serat memperlambat tingkat pergerakan makanan melalui sistem pencernaan, sehingga dapat membantu merasa kenyang lebih lama.

5. Sesuaikan obat diabetes

Insulin dan obat diabetes tertentu dapat membuat kadar gula darah terlalu rendah jika seseorang berolahraga lebih banyak atau makan dengan porsi lebih sedikit. Obat-obatan tersebut, antara lain:

a. Glimepiride (Amaryl)
b. Glipizide (Glucotrol, Glucotrol XL)
c. Glyburide (Diabeta, Glynase, Micronase)
d. Nateglinide (Starlix)
e. Repaglinide (Prandin)

Berkonsultasilah dengan dokter yang meresepkan obat diabetes untuk memperbarui rencana pengobatan. "Seseorang mungkin perlu menyesuaikan obat yang dikonsumsi dan memonitor gula darah lebih sering," kata Brown-Riggs.

6. Ngemil untuk menstabilkan kadar gula darah

Pada seseorang yang memiliki risiko penurunan kadar gula darah secara drastis, ngemil sebelum atau selama berolahraga juga membantu menjaga kadar gula darah agar tetap stabil. "Namun solusi yang lebih efektf adalah dengan merencanakan asupan makanan sehingga tidak menambahkan lebih banyak makanan untuk dikonsumsi," kata Kirpitch.

Menurunkan berat badan pada penderita diabetes dapat untuk menurunkan gula darah, tekanan darah, dan kadar kolesterol. Untuk dapat menurunkan berat badan membutuhkan beberapa usaha, tetapi tidak harus menyita waktu dan fokus yang banyak. Dengan menjalankan perubahan yang realistis pada pola diet akan dapat efektif menurunkan berat badan secara perlahan tetapi pasti.


source:detikhealth.com

October 24, 2011

Trik Mengontrol Kadar Trigliserida Agar Tetap Normal


img
(Foto: thinkstock)
Trigliserida adalah zat lemak dalam darah yang disimpan dalam sel lemak tubuh, jika kadarnya berlebih bisa meningkatkan risiko berbagai penyakit. Karenanya ketahui cara mengontrol kadar trigliserida agar tidak berlebih.

Kalori berlebih dalam tubuh yang tidak digunakan akan segera disimpan dalam jaringan lemak yang disebut dengan trigliserida. Ia memiliki fungsi menyediakan energi untuk melakukan pekerjaan sehari-hari, membentuk bantalan untuk melindungi organ vital serta membantu penyerapan vitamin.

Kadar trigliserida terbilang normal jika kurang dari 150 mg/dL, masuk kategori batas tinggi jika nilainya 150-199 mg/dL, masuk kategori tinggi jika nilainya 200-499 mg/dL dan kategori sangat tinggi jika nilainya 500 mg/dL atau lebih.

Namun jika kadarnya berlebih maka dapat meningkatkan risiko beberapa penyakit seperti:
1. Pengerasan arteri yang menyebabkan kondisi arterosklerosis sehingga memicu terjadinya penyakit jantung dan stroke.

2. Diabetes, karena jika kadar trigliserida meningkat dalam sel lemak akan merangsang pelepasan sel-sel inflamasi tertentu yang disebut cytokine ke aliran darah. Nantinya akan mempengaruhi kemampuan tubuh dalam mengendalikan tingkat gula darah darah yang meningkatkan risiko diabetes.

3. Sindrom metabolik yang merupakan kombinasi dari penyakit jantung, diabetes, obesitas dan tekanan darah tinggi.

4. Fatty liver disease, jika kadar trigliserida tinggi akan menyebabkan berlebihnya sel-sel lemak dalam tubuh yang akan disimpan dalam hati sehingga memicu fatty liver disease yang bisa menyebabkan komplikasi hati.

5. Xanthoma, kadar trigliserida yang berlebih memicu terjadinya gatal, jerawat (xanthomas) pada tangan, kaki, lengan dan bokong.

Beberapa faktor diketahui bisa berkontribusi terhadap tingginya kadar trigliserida seperti pola makan, kondisi medis tertentu, hormon yang tidak seimbang, merokok, kurangnya aktivitas fisik, obesitas dan keturunan.

Untuk itu ketahui langkah-langkah apa yang diperlukan dalam mengontrol kadar trigliserida agar tidak berlebih, seperti dikutip dari Lifemojo, Senin (24/10/2011) yaitu:

1. Pilihlah lemak yang tepat, hindari daging merah, mentega serta lemak trans yang ada dalam makanan cepat saji yang digoreng seperti kentang goreng.

2. Pilihlah karbohidrat yang tepat, seperti gandum, oats dan beras merah yang masuk kategori karbohidrat kompleks, serta hindari produk dari tepung olahan seperti pasta, roti dan mi.

3. Pilihlah protein yang tepat, makanan yang kaya akan omega 3 bermanfaat dalam mengendalikan pembentukan trigliserida berlebih seperti salmon, tuna, sarden dan untuk vegetarian bisa dari walnut, almond yang direndam atau biji rami.

4. Mengonsumsi buah dan sayur, karena mengandung serat baik yang larut atau tidak sehingga membantu mengontrol berat badan dan menurunkan kadar trigliserida.

5. Perhatikan berat badan yang dimiliki, hal ini karena obesitas adalah faktor penting yang mengarah pada peningkatan kadar trigliserida.

6. Melakukan olahraga untuk membantu menurunkan kadar lemak dalam tubuh yang secara otomatis turut mengurangi trigliserida berlebih.

7. Mengurangi asupan alkohol, ada studi yang menunjukkan anggur merah baik untuk jantung tapi tetap ada batas konsumsinya. Namun ketika seseorang mulai mengonsumsi alkohol meski diawali oleh anggur merah, ia bisa mengarah pada bir dan wiski. Konsumsi alkohol secara teratur dikaitkan dengan kadar trigliserida yang meningkat.


source:detikhealth.com peluang usaha

Artikel Menarik Lainnya...

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More