Download

7 Makanan Lezat Rendah Kalori Untuk Menurunkan Berat Badan

Beberapa Makanan Sehat Lezat tetapi rendah kalori yang bisa dikonsumsi untuk menurunkan berat badan anda..

Kenapa Sarapan Penting Untuk Menurunkan Berat Badan?

Penjelasan singkat tentang arti penting sarapan dalam proses menurunkan berat badan...

5 Tips Agar Tetap Termotivasi dalam Menurunkan Berat Badan

5 Tips sederhana agar kita tetap termotivasi dalam proses menurunkan berat badan...

12 Langkah Awal Menurunkan Berat Badan Anda

12 Panduan sederhana sebagai langkah awal menurunkan berat badan

6.5 Kesalahan Paling Fatal Dalam ber-Diet

Beberapa Kesalahan Fatal yang sering dilakukan oleh orang-orang yang menjalankan program diet...

January 16, 2012

Mengenal Sistem Pencernaan Tubuh (Bag.II)


Seperti yang kita bahas dalam artikel “Mengenal Sistem Pencernaan Tubh (Bag.I)”, bahwa sistem pencernaan dibagai dalam dua proses yaitu proses mekanikal dan kimiawi. Proses pencernaan mekanikal terjadi di dalam mulut dengan bantuan gigi dan kelenjar ludah, sedangkan proses kimiawi dilakukan dengan bantuan zat-zat kimiawi dalam tubuh. Sekarang kita akan menyimak bagaimana proses pencernaan makanan selanjutnya, setelah di proses dalam mulut Anda.
Perut
Perut Anda dikelilingi oleh otot yang kuat yang bisa melakukan suatu kontraksi yang disebut peristalsis. Tujuannya untuk menggerakkan makanan perlahan melalui perut Anda menuju semacam tempat yang secara mekanis memecah makanan yang sudah hancur setelah di kunyah menjadi partikel yang lebih kecil lagi. Sementara proses ini berjalan, sel-sel pada dinding perut mengeluarkan semacam cairan yang berupa enzim, hydrochloric acid dan lendir (lendir ini melindungi perut dari hydrochloric acid dan enzim).
Salah satu enzim perut yaitu gastric alkohol dehydrogenase, mencerna sejumlah kecil alkohol, nutrisi yang tidak biasanya yang dapat diserap langsung menuju aliran darah Anda meskipun belum dicerna. Enzim yang lain, seperti cairan dari perut, memulai pencernaan protein dan lemak, memisahkannya dari komponen dasar makanan yaitu asam amino (dari protein) dan asam lemak.
Sebagian besar, pencernaan karbohidrat agak terhambat meskipun sementara, terhambat di perut, karena cairan perut yang sangat asam sehingga mengnon-aktifkan amylase, enzim pada air liur yang memecah karbohidrat kompleks menjadi gula biasa. Asam dalam perut dapat memecah beberapa ikatan karbohidrat, dengan demikian pencernaan karbohidrat juga terjadi walau sedikit.

Pada akhirnya, makanan dalam perut Anda tercampur isinya menjadi sebuah sup yang disebut chyme. Saat sup ini sedikit tumpah melewati perut melalui usus kecil, proses pencernaan karbohidrat berlanjut dan tubuh Anda mulai menyerap nutrisi dari makanan yang masuk.
Usus Kecil
Saat ‘sup’ tumpah dari perut menuju bagian usus kecil ini, ada cairan baru yang ikut dilepaskan, yaitu:
  • Enzim pankreas dan usus yang menyelesaikan proses pencernaan protein menjadi asam amino dan membantu mencerna lemak serta karbohidrat
  • Air empedu, cairan berwarna kehijau-hijauan (terbuat di liver dan disimpan di kantung empedu) yang membantu mencampur lemak dengan air.
  • Cairan alkalin pankreas yang membantu mengurangi keasaman ‘sup’ sehingga amilase dapat membantu secara total merubah karbohidrat kompleks menjadi gula biasa.
  • Dehidrogenase alkohol dalam usus yang membantu mencerna alkohol yang tidak terserap ke dalam aliran darah Anda.
Saat zat kimia ini sedang bekerja, kontraksi peristaltic di usus kecil menggerakkan makanan melewati sebuah tabung atau lorong sehingga tubuh Anda dapat menyerap gula, asam amino, asam lemak, vitamin dan mineral masuk ke dalam sel pada dinding usus.
Usus Besar
Usus besar, tugas utamanya adalah menyerap air dari makanan yang tidak dapat diserap kemudian memerasnya hingga tertinggal sisanya yang berbau dan dibuang melalui anus yang dikenal dengan sebutan feses. Feses terbuat dari material makanan yang tidak dapat dicerna, ditambah dengan sel yang mengelupaskan lapisan dinding usus, dan bakteri yang cukup banyak.
Peran bakteri dalam usus besar antara lain, memecah nitrogen yang tidak tercerna, menghasilkan gas metan, karbondioksida, dan hidrogen, serta berguna memproses serat untuk menghasilkan short chain fatty acids yang melindungi sel usus besar dari kerusakan akibat kanker.
Itulah proses perjalanan panjang makanan dalam tubuh Anda. Oleh karena itu, sayangi kesehatan pencernaan Anda dengan mengkonsumsi makanan sehat agar bisa bekerja sesuai dengan fungsinya. Semoga bermanfaat.

source:http://duniafitnes.com

Mengenal Sistem Pencernaan Tubuh (Bag.I)


Dalam perjalanan ini, makanan akan diubah menjadi zat kimia yang dapat diserap tubuh untuk digunakan sebagai energi atau membangun jaringan tubuh yang baru.


Pada dasarnya sistem pencernaan adalah merupakan satu tabung panjang yang dimulai dari mulut Anda, dilanjutkan turun hingga tenggorokan menuju perut Anda kemudian diteruskan ke usus kecil dan besar hingga rectum dan berakhir di anus.
Proses Pencernaan Makanan
Pada dasarnya proses pencernaan makanan dibagi dalam dua bagian, yaitu:
  • Pencernaan mekanikal. Proses ini terjadi pada mulut dan perut Anda. Gigi anda mengunyah dan memecah makanan menjadi bagian kecil yang dapat Anda telan tanpa tersedak. Dalam perut Anda, proses ini berlanjut dan terus memecah makanan menjadi partikel yang lebih kecil lagi.
  • Pencernaan kimiawi. Terjadi pada setiap poin proses pencernaan dalam tubuh di mana enzim dan zat lain seperti hydrochloric acid (berasal dari sel yang terdapat pada jalur menuju perut) dan bile (berasal dari kantung empedu) melelehkan makanan kemudian melepaskan nutrisi yang terkandung agar terserap tubuh.
Memahami Bagaimana Tubuh Anda Mencerna Makanan
Inilah kronologis proses pencernaan makanan dalam tubuh kita yang terjadi setiap setiap hari.
  • Mata dan hidung
    Saat Anda melihat makanan lezat, otak akan merespon dengan merangsang organ pencernaan untuk bersiap-siap menerima makanan. Sedangkan bau atau aroma dari makanan lezat dikirimkan melalui sebuah molekul yang terbang dari permukaan makanan menuju ke membran dalam hidung Anda, merangsang sel penerima (reseptor) yang terdapat pada sebuah saraf yang terbentang dari hidung hingga otak Anda.
    Saat sel penerima tersebut berkomunikasi dengan otak Anda, otak akan memberikan perintah untuk, mengeluarkan air liur, memanasi perut dan siagakan usus kecil. Dengan kata lain, penglihatan dan pembauan dari makan menyebabkan mulut berair (mengeluarkan air liur) dan perut Anda berbunyi karena merespon perasaan lapar yang muncul.
  • Mulut
    Saat Anda mengangkat sendok menuju mulut Anda, gigi dan kelenjar saliva mulai beraksi. Gigi Anda mengunyah, menghancurkan makanan, memecahnya menjadi lebih kecil, sehingga hasilnya, Anda dapat menelan tanpa tersedak dan membantu enzim pencernaan mencerna makanan dengan lebih baik.
    Pada saat yang bersamaan, kelenjar air liur di bawah lidah dan di belakang mulut Anda mengeluarkan cairan atau air liur, yang berguna untuk melembabkan dan mengatur makanan sedemikian rupa sehingga lidah Anda dapat mendorongnya ke belakang mulut lalu menelannya, dan menyediakan amylase, enzim yang memulai pencernaan karbohidrat kompleks, memecah molekul karbohidrat tersebut menjadi gula.
Menelusuri perjalanan makanan dalam sistem pencernaan memang menarik untuk disimak. Namun, proses pencernaan ini belum berakhir sampai di sini. Masih ada proses selanjutnya yang tak kalah menarik, yang akan kupas pada artikel selanjutnya. Semoga bermanfaat.


Baca juga Mengenal Sitem Pencernaan Tubuh (Bag.II)

source:http://duniafitnes.com

January 15, 2012

Mengenal Berbagai Jenis Penyakit Kelamin


GONORRHEA & CHLAMYDIA
  • Disebabkan oleh bakteri. Infeksi dimulai beberapa hari sampai beberapa minggu setelah hubungan intim dengan orang yang terjangkit penyakit ini.
  • Pada pria, penyakit ini menyebabkan keluarnya cairan dari kemaluan pria. Buang air kecil dapat terasa sakit. Gejala-gejala ini dapat terasa berat atau tidak terasa sama sekali.
  • Gejala-gejala gonorrhea pada wanita biasanya sangat ringan atau tidak terasa sama sekali, tetapi kalau tidak diobati penyakit ini dapat menjadi parah dan menyebabkan kemandulan.
  • Penyakit ini dapat disembuhkan dengan antibiotik bila ditangani secara dini.

HERPES
  • Disebabkan oleh virus, dapat diobati tetapi tidak dapat disembuhkan.
  • Gejala timbul antara 3 sampai 10 hari setelah berhubungan intim dengan penderita penyakit ini.
  • Gejala awal muncul seperti lecet yang kemudian terbuka menjadi lubang kecil dan berair.
  • Dalam 5 sampai 10 hari gejala hilang.
  • Virus menetap dalam tubuh dan dapat timbul lagi sesuatu saat, dan kadang-kadang sering.
  • Wanita kerap kali tidak sadar bahwa ia menderita herpes karena lecet terjadi di dalam vagina.

INFEKSI JAMUR
  • Disebabkan oleh jamur.
  • Menyebabkan kegatalan berwarna merah di bawah kulit pria yang tidak disunat.
  • Pada wanita akan ke luar cairan putih kental yang menyebabkan rasa gatal.
  • Dapat disembuhkan dengan krim anti jamur.

SYPHILIS
  • Disebabkan oleh bakteria. Lesi muncul antara 3 minggu sampai 3 bulan setelah berhubungan intim dengan penderita penyakit ini.
  • Luka terlihat seperti lubang pada kulit dengan tepi yang lebih tinggi. Pada umumnya tidak terasa sakit.
  • Luka akan hilang setelah beberapa minggu, tetapi virus akan menetap pada tubuh dan penyakit dapat muncul berupa lecet-lecet pada seluruh tubuh Lecet-lecet ini akan hilang juga, dan virus akan menyerang bagian tubuh lain.
  • Syphilis dapat disembuhkan pada tiap tahapan dengan penicillin.
  • Pada wanita lesi dapat tersembunyi pada vagina.

VAGINISTIS
  • Infeksi pada vagina yang biasanya menyebabkan keluarnya cairan dari vagina yang berbau dan menimbulkan ketidaknyamanan.
  • Disebabkan oleh berbagai jenis bakteri (bakteri gonorrhea, chlamydia) atau jamur.
  • Juga dapat disebabkan oleh berbagai bakteri tidak berbahaya yang memang menetap pada vagina.
  • Dapat diselidiki dengan meneliti cairan vagina tersebut dengan mikroskop
  • Pada umumnya dapat disembuhkan dengan obat yang tepat sesuai dengan penyebabnya.

BISUL / KUTIL PADA ALAT KELAMIN
  • Disebabkan oleh virus (Virus Human Papilloma atau HPV)
  • Muncul berupa satu atau banyak bisul atau benjolan antara sebulan sampai setahun setelah berhubungan intim dengan penderita penyakit tersebut.
  • Pada umumnya tidak dapat terlihat pada wanita karena terletak di dalam vagina, atau pada pria karena terlalu kecil. Dapat diuji dengan lapisan cuka.
  • Dapat berakibat serius pada wanita karena dapat menyebabkan kanker cervix.
  • Bisul pada kelamin ini dapat disembuhkan.

KUTU KELAMIN
  • Sangat kecil (lebih kecil atau sama dengan 1/8 inch), berwana kelabu kecoklatan, menetap pada rambut kemaluan.
  • Dapat disembuhkan dengan obat cair yang digosokkan pada rambut kelamin


KUTU DI BAWAH KULIT
  • Mirip dengan kutu kelamin, tetapi ukurannya lebih kecil dan menetap di bawah kulit.
  • Menyebabkan luka-luka kecil dan gatal di seluruh tubuh.
  • Diobati dengan obat cair yang diusapkan ke seluruh tubuh.
  • Pakaian, seprei dan handuk harus dicuci setelah pengobatan, karena kutu dapat menetap pada kain-kain terebut.

AIDS (ACQUIRED IMMUNE DEFICIENCY SYNDROME) / HIV DISEASE
  • Penyakit akibat hubungan intim yang paling serius, menyebabkan tidak bekerjanya sistim kekebalan tubuh.
  • Tidak ada gejala yang nyata tanpa penelitian darah.
  • Dapat menyebabkan kematian setelah sepuluh tahun setelah terinfeksi virus HIV, tetapi pengobatan telah ditemukan
  • Disebarkan melalui hubungan intim (berciuman, bersetubuh), hubungan dengan lendir penderita dan pemakaian jarum suntik secara bersamaan.


source:www.spesialis.info

January 14, 2012

Mengenal Biologi Darah Manusia

Darah merupakan gabungan dari cairan, sel-sel dan partikel yang menyerupai sel, yang mengalir dalam arteri, kapiler dan vena; yang mengirimkan oksigen dan zat-zat gizi ke jaringan dan membawa karbon dioksida dan hasil limbah lainnya.


KOMPONEN CAIRAN

Lebih dari separuh bagian dari darah merupakan cairan/plasma, yang sebagian besar mengandung garam-garam terlarut dan protein.
Protein utama dalam plasma adalah albumin.
Protein lainnya adalah antibodi (imunoglobulin) dan protein pembekuan.

Plasma juga mengandung hormon-hormon, elektrolit, lemak, gula, mineral dan vitamin.

Selain menyalurkan sel-sel darah, plasma juga:
- merupakan cadangan air untuk tubuh
- mencegah mengkerutnya dan tersumbatnya pembuluh darah
- membantu mempertahankan tekanan darah dan sirkulasi ke seluruh tubuh.
Bahkan yang lebih penting, antibodi dalam plasma melindungi tubuh melawan bahan-bahan asing (misalnya virus, bakteri, jamur dan sel-sel kanker), ketika protein pembekuan mengendalikan perdarahan.

Selain menyalurkan hormon dan mengatur efeknya, plasma juga mendinginkan dan menghangatkan tubuh sesuai dengan kebutuhan.


KOMPONEN SEL

1. Sel darah merah (eritrosit).
Merupakan sel yang paling banyak dibandingkan dengan 2 sel lainnya, dalam keadaan normal mencapai hampir separuh dari volume darah.
Sel darah merah mengandung hemoglobin, yang memungkinkan sel darah merah membawa oksigen dari paru-paru dan mengantarkannya ke seluruh jaringan tubuh.
Oksigen dipakai untuk membentuk energi bagi sel-sel, dengan bahan limbah berupa karbon dioksida, yang akan diangkut oleh sel darah merah dari jaringan dan kembali ke paru-paru.

2. Sel darah putih (leukosit).
Jumlahnya lebih sedikit, dengan perbandingan sekitar 1 sel darah putih untuk setiap 660 sel darah merah.
Terdapat 5 jenis utama dari sel darah putih yang bekerja sama untuk membangun mekanisme utama tubuh dalam melawan infeksi, termasuk menghasilkan antibodi.

- Neutrofil, juga disebut granulosit karena berisi enzim yang mengandung granul-granul, jumlahnya paling banyak. Neutrofil membantu melindungi tubuh melawan infeksi bakteri dan jamur dan mencerna benda asing sisa-sisa peradangan.
Ada 2 jenis neutrofil, yaitu neutrofil berbentuk pita (imatur, belum matang) dan neutrofil bersegmen (matur, matang).

- Limfosit memiliki 2 jenis utama, yaitu limfosit T (memberikan perlindungan terhadap infeksi virus dan bisa menemukan dan merusak beberapa sel kanker) dan limfosit B (membentuk sel-sel yang menghasilkan antibodi atau sel plasma).

- Monosit mencerna sel-sel yang mati atau yang rusak dan memberikan perlawanan imunologis terhadap berbagai organisme penyebab infeksi.

- Eosinofil membunuh parasit, merusak sel-sel kanker dan berperan dalam respon alergi.

- Basofil juga berperan dalam respon alergi.

3. Platelet (trombosit).
Merupakan paritikel yang menyerupai sel, dengan ukuran lebih kecil daripada sel darah merah atau sel darah putih. Sebagai bagian dari mekanisme perlindungan darah untuk menghentikan perdarahan, trombosit berkumpul dapa daerah yang mengalami perdarahan dan mengalami pengaktivan.
Setelah mengalami pengaktivan, trombosit akan melekat satu sama lain dan menggumpal untuk membentuk sumbatan yang membantu menutup pembuluh darah dan menghentikan perdarahan.
Pada saat yang sama, trombosit melepaskan bahan yang membantu mempermudah pembekuan.


Sel darah merah cenderung untuk mengalir dengan lancar dalam pembuluh darah, tetapi tidak demikian halnya dengan sel darah putih.
Banyak sel darah putih yang menempel pada dinding pembuluh darah atau bahkan menembus dinding untuk masuk ke jaringan yang lain.

Jika sel darah putih sampai ke daerah yang mengalami infeksi atau masalah lainnya, mereka melepaskan bahan-bahan yang akan lebih banyak menarik sel darah putih.
Fungsi sel darah putih adalah seperti tentara, menyebar di seluruh tubuh, tetapi siap untuk dikumpulkan dan melawan berbagai organisme yang masuk ke dalam tubuh.


PEMBENTUKAN SEL DARAH

Sel darah merah, sel darah putih dan trombosit dibuat di dalam sumsum tulang.
Selain itu, limfosit juga dibuat di dalam kelenjar getah bening dan limpa; dan limfosit T dibuat dan matang dalam thymus (sebuah kelenjar kecil di dekat jantung).
Kelenjar thymus hanya aktif pada anak-anak dan dewasa muda.

Di dalam sumsum tulang, semua sel darah berasal dari satu jenis sel yang disebut sel stem.
Jika sebuah sel stem membelah, yang pertama kali terbentuk adalah sel darah merah yang belum matang (imatur), sel darah putih atau sel yang membentuk trombosit (megakariosit).
Kemudian jika sel imatur membelah, akan menjadi matang dan pada akhirnya menjadi sel darah merah, sel darah putih atau trombosit.

Kecepatan pembentukan sel darah dikendalikan sesuai dengan kebutuhan tubuh.
Jika kandungan oksigen dalam jaringan tubuh atau jumlah sel darah merah berkurang, ginjal akan menghasilkan dan melepaskan eritropoietin (hormon yang merangsang sumsum tulang untuk membentuk lebih banyak sel darah merah).
Sumsum tulang membentuk dan melepaskan lebih banyak sel darah putih sebagai respon terhadap infeksi dan lebih banyak trombosit sebagai respon terhadap perdarahan.


PEMERIKSAAN LABORATORIUM UNTUK DARAH

Dokter tergantung kepada berbagai pemeriksaan laboratorium yang berbeda dari contoh darah untuk mendiagnosis dan memantau penyakit. Beberapa pemeriksaan mengukur komponen dan fungsi darah itu sendiri, pemeriksaan lainnya menilai bahan-bahan dalam darah untuk menentukan fungsi organ lainnya.

Pemeriksaan darah yang paling sering dilakukan adalah hitung jenis sel darah lengkap (CBC, complete blood cell count), yang merupakan penilaian dasar dari komponen sel darah. Sebuah mesin otomatis melakukan pemeriksaan ini dalam waktu kurang dari 1 menit terhadap setetes darah.

Selain untuk menentukan jumlah sel darah dan trombosit, persentase dari setiap jenis sel darah putih dan kandungan hemoglobin; hitung jenis sel darah biasanya menilai ukuran dan bentuk dari sel darah merah.
Sel darah merah yang abnormal bisa pecah atau berbentuk seperti tetesan air mata, bulan sabit atau jarum.

Dengan mengetahui bentuk atau ukuran yang abnormal dari sel darah merah, bisa membantu mendiagnosis suatu penyakit. Sebagai contoh sel berbentuk bulan sabit adalah khas untuk penyakit sel sabit, sel darah merah yang kecil dapat merupakan pertanda dari stadium awal kekurangan zat besi dan sel darah merah berbentuk oval besar menunjukkan kekurangan asam folat atau vitamin B12 (anemia pernisiosa).

Pemeriksaan lainnya memberikan keterangan tambahan tentang sel darah.
Hitung retikulosit adalah jumlah sel darah merah muda (retikulosit) dalam volume darah tertentu.
Dalam keadaan normal, retikulosit mencapai jumlah sekitar 1% dari jumlah total sel darah merah.

Jika tubuh memerlukan lebih banyak darah merah (seperti yang terjadi pada anemia), secara normal sumsum tulang akan memberikan jawaban dengan membentuk lebih banyak retikulosit.
Karena itu penghitungan retikulosit merupakan penilaian terhadap fungsi sumsum tulang.

Pemeriksaan yang menentukan kerapuhan dan karakteristik selaput sel darah merah, membantu dalam menilai penyebab anemia.

Sel darah putih dapat dihitung sebagai suatu kelompok (hitung sel darah putih).
Jika diperlukan keterangan yang lebih terperinci, bisa dilakukan penghitungan jenis-jenis tertentu dari sel darah putih (differential white blood cell count).

Trombosit juga dapat dihitung secara terpisah.

Platelet juga dapat dihitung secara terpisah.

Salah satu pemeriksaan yang paling sering dilakukan pada plasma adalah analisis elektrolit.
Dilakukan pengukuran terhadap natrium, klorida, kalium dan bikarbonat, juga kalsium, magnesium dan fosfat.

Pemeriksaan lainnya mengukur jumlah protein (biasanya albumin), gula (glukosa) dan bahan limbah racun yang secara normal disaring oleh ginjal (kretinin dan urea-nitrogen darah).

Sebagian besar pemeriksaan darah lainya membantu memantau fungsi organ lainnya.
Karena darah membawa sekian banyak bahan yang penting untuk fungsi tubuh, pemeriksaan darah bisa digunakan untuk mengetahui apa yang terjadi di dalam tubuh.

Selain itu, pemeriksaan darah relatif mudah dilakukan.Misalnya fungsi tiroid bisa dinilai secara lebih mudah dengan mengukur kadar hormon tiroid dalam darah dibandingkan dengan secara langsung mengambil contoh tiroid. Demikian juga halnya dengan pengukuran enzim-enzim hati dan protein dalam darah lebih mudah dilakukan dibandingkan dengan mengambil contoh hati.


PEMERIKSAAN SUMSUM TULANG

Kadang-kadang contoh sumsum tulang harus diperiksa untuk mengetahui penyebab ketidaknormalan sel darah.
Contoh sumsum tulang bisa diperoleh melalui 2 cara, yaitu melalui aspirasi sumsum tulang atau biopsi pusat sumsum tulang.

Kedua cara tersebut biasanya diambil dari tulang tulang panggul (krista iliaka), walaupun aspirasi kadang diambil dari tulang dada (sternum).Pada anak kecil, diambil dari tulang punggung (vertebra) atau tulang tungkai bawah (tibia>).

Kedua jenis contoh biasanya diambil pada saat yang sama.
Setelah diberikan obat bius lokal pada kulit dan jaringan diatas tulang, dimasukkan sebuah jarum ke dalam tulang.Terhadap contoh sumsum tulang yang telah dihisap melalui jarum tersebut, bisa dilakukan pemeriksan khusus, seperti pembiakan bakteri, jamur atau virus dan analisis kromosom.

Walaupun hasil aspirasi dapat memberikan informasi yang cukup untuk menentukan suatu diagnosis, tetapi proses penarikan sumsum tulang ke dalam alat suntik bisa merusak sumsum tulang yang rapuh.
Akibatnya sulit untuk menentukan susunan asli dari sel darah.

Jika hubungan anatomis yang pasti dari sel-sel harus ditentukan dan struktur dari jaringan harus dinilai, maka dilakukan biopsi pusat sumsum tulang.Sebagian kecil dari sumsum tulang yang utuh diangkat dengan alat khusus pada sebuah jarum.Bagian ini lalu diawetkan dan dipotong tipis-tipis lalu diperiksa dibawah mikroskop.

Pengambilan contoh sumsum tulang biasanya hanya menyebabkan nyeri yang ringan dan sedikit rasa tidak nyaman.Prosedurnya hanya memerlukan waktu beberapa menit.




source:www.spesialis.info peluang usaha

January 13, 2012

Mengenal Alergi Fisik

Alergi Fisik adalah suatu keadaan dimana gejala-gejala alergi timbul sebagai respon terhadap rangsangan fisik yang bisa berupa dingin, cahaya matahari, panas atau cedera ringan. Sistem kekebalan dirancang untuk melindungi tubuh terhadap mikroorganisme yang berbahaya, misalnya kuman penyakit. Kadang sistem kekebalan mengalami kekacauan dan menyerang benda asing yang tidak berbahaya sehingga menimbulkan kerugian bukannya keuntungan.

Keadaan ini disebut dengan alergi (jika yang diserang berasal dari luar tubuh, misalnya serbuk bunga atau sengatan lebah) dan disebut autoimun (jika menyerang komponen tubuh sendiri). Sistem kekebalan biasanya hanya memberikan respon terhadap zat kimia tertentu, yang disebut protein. Tetapi zat non-proteinpun bisa memicu terjadinya respon yang sama. Alergi fisik terjadi jika reaksinya tidak dipicu oleh suatu protein.


PENYEBAB

Penyebabnya bisa berupa:

* Cedera ringan (misalnya garukan) menyebabkan timbulnya bentol-bentol yang terasa gatal (urtikaria). Adanya urtikaria ini merupakan suatu keadaan yang disebut dengan dermografisme.

* Dingin bisa merubah protein tertentu di dalam darah sehingga terjadi reaksi kekebalan. Hal ini bisa menunjukkan bahwa terdapat protein abnormal di dalam darah yang berasal dari kelainan sumsum tulang.
Reaksi ini juga bisa melibatkan paru-paru dan sistem peredaran darah sehingga timbul gejala bunyi nafas mengi (wheezing) dan pingsan.

* Alergi terhadap panas bisa disebabkan oleh olah raga atau bahkan oleh emosi yang kuat (pada orang-orang yang peka).

* Sinar matahari (meskipun tanpa obat-obatan) menyebabkan timbulnya urtikaria. Keadaan ini bisa merupakan gejala dari porfiria (suatu kelainan metabolisme yang sifatnya diturunkan).

* Elemen (misalnya nikel dan kromium), meskipun bukan merupakan protein, sering menyebabkan ruam kulit; alergi yodium bisa menyebabkan timbulnya ruam kulit dan luka di mulut.

* Tekanan atau getaran juga bisa menyebabkan urtikaria.
* Kontak dengan air bisa menyebabkan urtikaria akuagenik, kemungkinan karena adanya klorin atau mineral lainnya di dalam air.

Jika reaksi peradangan melibatkan lapisan kulit yang lebih dalam maka keadaannya disebut angioedema. Kulit, terutama kulit bibir dan kelopak mata membengkak; hal ini bisa juga melibatkan lidah, tenggorokan dan sebagian saluran pencernaan. Angioedema bisa disebabkan oleh agen fisik, tetapi penyebabnya seringkali tidak diketahui.


GEJALA
Gejala yang sering ditemukan adalah gatal-gatal, bintik-bintik di kulit dan kaligata. Pada beberapa penderita terjadi penyempitan saluran pernafasan sehingga mereka mengalami kesulitan bernafas. Reaksi yang kuat terhadap cahaya matahari (fotosensitivitas) bisa menyebabkan kaligata dan bintik-bintik kulit yang tidak biasa. Fotosensitivitas juga bisa terjadi akibat pemakaian beberapa obat tertentu secara bersamaan atau akibat bahan yang dioleskan ke kulit.

Seseorang yang sangat sensitif terhadap panas bisa mengalami urtikaria kolinergik, yang ditandai dengan adanya bilur-bilur kecil yang dikelilingi oleh cincin berwarna merah dan terasa sangat gatal. Urtikaria kolinergik juga bisa terjadi akibat olah raga, stres emosional atau berbagai kegiatan yang menyebabkan keluarnya keringat. Orang yang peka terhadap dingin, jika terkena cuaca dingin bisa mengalami kaligata, pembengkakan kulit, asma atau hidung meler dan hidung tersumbat.


DIAGNOSA
Diagnosis biasanya ditegakkan berdasarkan pemeriksaan fisik dan gejala-gejalanya. Untuk mengetahui penyebabnya, bisa dilakukan tes kulit dan pemeriksaan terhadap fotosensitivitas.


PENGOBATAN
Antihistamin biasanya bisa meringankan gatal-gatal (contohnya diphenhydramine, cyproheptadine atau hikroksizin). Cyproheptadine sangat efektif untuk mengatasi kaligata akibat dingin dan hidroksizin untuk kaligata akibat stress.

Orang yang sangat peka terhadap sinar matahari sebaiknya menggunakan tabir surya dan menghindari sinar matahari sebanyak mungkin. Rasa gatal juga bisa diatasi dengan kompres dingin atau salep/bedak yang mengandung mentol, kamper, minyak ekaliptus , lidah buaya, antihistamin maupun kortison.


PENCEGAHAN
Jika sumber penyebabnya telah diketahui, maka alergi bisa dicegah dengan cara menghindarinya atau melindungi diri dari alergen tersebut.

January 12, 2012

Cranberry, Buah Mungil Kaya Manfaat


Tanaman cranberry, atau dikenal pula dengan nama lain fenberry (di Inggris) atau mossberry (di Kanada), adalah sejenis tanaman semak yang digolongkan ke dalam genus Vaccinium, dan digolongkan lagi ke dalam sub genus Oxycoccos. Spesies yang cukup dikenal adalah Vaccinium oxycoccos(tumbuh di bagian utara benua Eropa, Asia, dan Amerika), Vaccinium microcarpum (tumbuh di bagian utara benua Eropa dan Asia), Vaccinium macrocarpon (tumbuh di bagian timur Kanada dan Amerika Serikat).

Buah cranberry dipanen pada akhir bulan September atau awal Oktober, ketika buahnya sudah berwarna merah tua. Sekitar 95% buah cranberry tersebut diolah menjadi beragam produk seperti minuman jus, saus cranberry, dan manisan. Sisanya, yakni sebesar 5% dijual sebagai buah segar ke konsumen.
Buah cranberry memiliki kadar vitamin C yang sedang, demikian pula dengan kadar serat makanan dan mineral. Buah ini merupakan sumber antioksidan polifenol, yakni senyawa fitokimia yang sedang diteliti manfaatnya bagi sistem jantung dan pembuluh darah, sistem kekebalan tubuh, dan anti kanker (1,2).

Kandungan flavonoid antosianidin, sianidin, peonidin, dan quercetin terdapat pada buah yang belum diolah atau jus buahnya (3,4). Senyawa-senyawa tersebut terbukti ampuh melawan kanker secara in vitro, namun kurang diserap di dalam tubuh manusia dan cepat dieliminasi dalam darah.

Kandungan senyawa tanin pada buah cranberry memiliki khasiat anti pembekuan darah, dan mampu mengurangi infeksi saluran kencing serta plak gigi, sekaligus dapat pula digunakan untuk mencegah radang gusi (gingivitis) (5).

Pada bulan April 2004, lembaga pengawas obat dan makanan Prancis, AFSSA, mengizinkan penggunaan jus buah cranberry sebagai antibakteri untuk kesehatan saluran kencing (6). Hal ini dibuktikan oleh 4 uji klinis acak sempurna yang menyatakan bahwa jus cranberry mampu menghambat infeksi bakteri pada saluran kencing (7).
Di samping manfaatnya yang banyak tersebut, buah cranberry juga tidak lepas dari efek samping, terutama apabila dimakan bersamaan dengan warfarin (obat anti pembekuan darah), karena dapat menimbulkan memar pada kulit. Namun beberapa telaah studi kasus dan studi pilot tidak mampu membuktikan efek samping tersebut (8).

Referensi
3. Duthie SJ, Jenkinson AM, Crozier A, Mullen W, Pirie L, Kyle J, Yap LS, Christen P, Duthie GG. The effects of cranberry juice consumption on antioxidant status and biomarkers relating to heart disease and cancer in healthy human volunteers. Eur J Nutr. 2006 Mar;45(2):113-22.
4. Zheng W, Wang SY. Oxygen radical absorbing capacity of phenolics in blueberries, cranberries, chokeberries, and lingonberries. J Agric Food Chem. 2003 Jan 15;51(2):502-9
6. Cranberry health claims to boost sales in France, FoodNavigator.com-Europe, July 2004
7. Jepson RG, Craig JC. A systematic review of the evidence for cranberries and blueberries in UTI prevention.Mol Nutr Food Res. 2007 Jun;51(6):738-45.
8. Li Z, Seeram NP, Carpenter CL, Thames G, Minutti C, Bowerman S. Cranberry does not affect prothrombin time in male subjects on warfarin. J Am Diet Assoc. 2006 Dec;106(12):2057-61.


Source:www.spesialis.info

Artikel Menarik Lainnya...

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More