Download

7 Makanan Lezat Rendah Kalori Untuk Menurunkan Berat Badan

Beberapa Makanan Sehat Lezat tetapi rendah kalori yang bisa dikonsumsi untuk menurunkan berat badan anda..

Kenapa Sarapan Penting Untuk Menurunkan Berat Badan?

Penjelasan singkat tentang arti penting sarapan dalam proses menurunkan berat badan...

5 Tips Agar Tetap Termotivasi dalam Menurunkan Berat Badan

5 Tips sederhana agar kita tetap termotivasi dalam proses menurunkan berat badan...

12 Langkah Awal Menurunkan Berat Badan Anda

12 Panduan sederhana sebagai langkah awal menurunkan berat badan

6.5 Kesalahan Paling Fatal Dalam ber-Diet

Beberapa Kesalahan Fatal yang sering dilakukan oleh orang-orang yang menjalankan program diet...

February 1, 2012

Mengenal Diabetes Kehamilan (Gestational Diabetes)?


Selama kehamilan, produksi insulin harus ditingkatkan. Pada beberapa wanita peningkatan ini tidak cukup sehingga menyebabkan pengaturan gula darahnya memburuk. Gula darahnya menjadi terlalu tinggi, terutama setelah makan. Peningkatan gula darah yang tinggi ini menggambarkan kondisi yang disebut diabetes kehamilan (gestational diabetes).

Bahaya diabetes kehamilan

Diabetes kehamilan berisiko menimbulkan komplikasi kehamilan yang membahayakan ibu hamil dan bayinya. Risiko komplikasi bagi ibu hamil mencakup hipertensi kehamilan (pre-eklamsia), edema (pembengkakan), cairan ketuban terlalu banyak, melahirkan bayi lebih besar dari ukuran normal (makrosomia) dan persalinan prematur. Potensi risiko untuk bayinya termasuk penyakit kuning, gula darah rendah dan kesulitan bernafas saat lahir.
Bayi yang ibunya terkena diabetes kehamilan cenderung memiliki berat badan besar karena dia harus membuat insulin ekstra untuk mengontrol gula darah yang tinggi, sehingga cadangan lemak dan jaringannya besar. Hal ini dapat membuat proses kelahirannya sulit dan seringkali harus melalui operasi caesar. Bayi tersebut juga dapat memiliki gula darah rendah (hipoglikemia) setelah lahir karena tingkat insulin tubuhnya yang tinggi. Beberapa studi menunjukkan bahwa bayi yang lahir dari ibu yang menderita diabetes kehamilan lebih berisiko terkena diabetes tipe 2 dan obesitas di usia dewasanya.

Penyebab dan faktor risiko

Penyebab diabetes kehamilan diduga karena kebutuhan insulin yang meningkat sampai 2-3 kali lebih tinggi selama kehamilan. Di sisi lain, sejumlah hormon yang diperlukan untuk mendorong pertumbuhan janin bertindak berlawanan dengan insulin. Jika efek hormon-hormon melebihi kemampuan ibu untuk memproduksi insulin yang cukup, kadar glukosa darah akan meningkat.
Wanita yang hamil pada usia di atas 30 tahun berisiko lebih tinggi terkena gangguan ini. Faktor risiko lain adalah keturunan (terutama bila orang tua atau saudara kandungnya memiliki diabetes tipe 1 atau tipe 2), kelebihan berat badan (BMI lebih dari 25 kg/m2), pernah menderita diabetes kehamilan sebelumnya, dan riwayat penyakit sindrom ovarium polikistik (PCO).

Gejala

Diabetes kehamilan biasanya tidak menimbulkan gejala apapun. Bila ada gejala, keluhan yang mungkin dirasakan adalah gejala umum diabetes seperti rasa haus terus-menerus, sering buang air kecil, dan cepat lelah.

Diagnosis

Bila Anda termasuk dalam kelompok berisiko dan dicurigai mengembangkan diabetes kehamilan, pada usia kehamilan 24 s.d. 30 minggu dokter mungkin akan meminta Anda menjalani skrining yang disebut tes tantangan glukosa (glucose challenge test). Dalam tes ini Anda diminta meminum cairan manis (larutan glukosa) dan diambil sampel darah Anda satu jam kemudian.
Jika bacaan glukosa darah Anda tinggi, Anda mungkin diminta menjalani pemeriksaan lanjutan yang disebut tes toleransi glukosa (glucose tolerance test) pada hari lain untuk mengkonfirmasi diagnosis. Dalam tes ini, Anda akan diminta mengkonsumsi minimal 150 mg karbohidrat selama tiga hari dan kemudian berpuasa selama 14 jam. Sampel darah Anda lalu akan diambil untuk mengukur kadar glukosa darah puasa. Selanjutnya, Anda akan diminta meminum cairan manis dengan volume lebih besar atau konsentrasi lebih pekat dari yang Anda minum dalam tes skrining. Sampel darah Anda kemudian akan diambil dan dites setiap jam selama tiga jam berikutnya. Hasil kedua tes itu akan memastikan apakah Anda terkena diabetes kehamilan.

Pengelolaan

Diabetes kehamilan adalah jenis diabetes temporer yang menghilang sendiri setelah bayi lahir. Selama kehamilan, diabetes dapat dikelola melalui diet dan olahraga, di antaranya:
  • Meningkatkan jumlah latihan rendah impak yang aman seperti berenang, berjalan atau senam kehamilan
  • Menjaga jumlah lemak yang Anda makan
  • Mengurangi asupan garam
  • Menambah porsi buah dan sayuran dalam makan sehari-hari.
Pengukuran gula darah teratur juga diperlukan untuk memastikan kadarnya tidak melonjak terlalu tinggi, terutama setelah makan. Jika kadar gula darah tetap tinggi, Anda mungkin perlu mendapatkan suntikan insulin.

Pencegahan

Kelebihan berat badan merupakan faktor risiko utama diabetes kehamilan. Anda yang berberat badan di atas normal dianjurkan untuk menurunkan berat badan sebelum kehamilan. Faktor risiko lain seperti keturunan, usia dan riwayat penyakit adalah hal yang di luar kontrol Anda.


Source:http://majalahkesehatan.com/

January 31, 2012

Makanan Sehat untuk Menambah Berat Badan


Pilihan makanan untuk menambah berat badan
Jika Anda ingin menambah berat badan, faktor terpenting yang harus Anda pertimbangkan adalah pola diet dengan nutrisi yang mencukupi. Latihan beban tetap merupakan rutinitas yang harus Anda lakukan, tetapi pastikan tubuh Anda mendapatkan makanan dengan nutrisi terbaik untuk membantu pemeliharaan dan pertumbuhan tubuh.
Panduan Pilihan Makanan dengan Nutrisi Seimbang
Untuk menambah berat badan, maka Anda harus mengkonsumsi makanan dengan kandungan nutrisi seimbang, yaitu yang mengandung protein tinggi, karbohidrat tinggi, dan lemak sehat. Berikut ini adalah tabel pilihan makanan sebagai panduan Anda dalam memilih makanan terbaik untuk menambah berat badan secara optimal.
Sumber Protein
- Sumber protein yang superior:
  • Ikan: tuna, salmon, herring, cod. sarden, makarel, ikan forel. Hindari ikan kalengan
  • Produk susu: Whey
- Sumber protein yang baik:
  • Produk Susu: yogurt rendah lemak, keju cottage, kefir, keju mozarela, susu rendah lemak
  • Daging dan Unggas: daging sapi tanpa lemak, ayam (tanpa kulit), kalkun
Sumber Karbohidrat
- Sumber karbohidrat yang superior:
  • Buah: alpukat, mangga, apel, jeruk, chery, pir, strawberry, kiwi, lemon, angur, nanas, papaya, semangka, melon, aprikot
  • Padi-padian: roti gandum, pasta gandum, cracker gandum, beras merah, quinoa, popcorn, granola
  • Sayuran: brokoli, wortel, barley, kol, asparagus, bayam, tomat, labu, bawang, mentimun, dll
- Sumber karbohidrat yang baik:
  • Buah: buah kering (untuk snack), anggur, pisang
  • Pemanis: fruktosa, molasses, madu
Sumber Lemak
- Sumber lemak sehat yang superior:
  • Ikan: salmon, herring, sarden, makarel
  • Minyak: minyak dari saripati kacang,, minyak zaitun, safflower, minyak bunga matahari
  • Biji-bijian dan kacang-kacangan: kacang mete, hazelnut, almon, kwaci dari biji melon dan bunga matahari
- Sumber lemak sehat yang baik:
  • Produk susu: susu rendah lemak
Hardgainer terkadang kesulitan untuk mengkonsumsi lebih banyak makanan. Kurangi porsi makan Anda, dan pisahkan ke dalam 6 porsi kecil agar tubuh Anda terjaga tetap kenyang sepanjang hari. Yang terpenting adalah semua nutrisi yang Anda butuhkan terpenuhi.
Carilah resep yang tepat agar Anda dapat mengkombinasikan semua jenis makanan ini untuk membantu menambah berat badan dengan lebih mudah dan sehat. Selamat mencoba!

source:http://duniafitnes.com
peluang usaha

January 30, 2012

Bahaya Duduk Terlalu Lama


Bahaya jangan duduk terlalu lama
Para peneliti telah menemukan adanya hubungan antara duduk dalam jangka waktu yang lama dengan sejumlah masalah kesehatan dan kematian dini akibat penyakit jantung. Seperti halnya penelitian yang dilakukan oleh Institute for Medicine Public Health di Amerika Serikat.
Risiko Penyakit Jantung
Dalam sebuah penelitian, orang dewasa yang menghabiskan waktu dengan menonton TV selama empat jam sehari meningkatkan risiko kematian akibat penyakit jantung sebesar 80% dibandingkan dengan orang dewasa yang menghabiskan waktu kurang dari dua jam sehari di depan TV. Risiko ini terlepas dari faktor lain seperti merokok atau pola diet yang tidak seimbang. Risiko tersebut bukan hanya diakibatkan oleh terlalu lama duduk saat menonton TV saja. Tetapi, terlalu lama duduk di kursi saat bekerja seharian juga bisa meningkatkan risiko pada masalah kesehatan Anda, seperti obesitas beserta sejumlah komplikasi kesehatan kronik yang menyertainya.
Ketika tubuh tidak banyak bergerak, maka respon tubuh menjadi lambat, akibatnya terjadi gangguan pada metabolisme tubuh, termasuk metabolisme karbohidrat dan lemak dalam tubuh, juga sirkulasi darah dan oksigen.
Banyak Bergerak
Untuk menurunkan risiko kesehatan tersebut adalah dengan lebih banyak bergerak. Disarankan untuk berdiri selama beberapa menit setelah duduk cukup lama. Dengan berdiri dan melakukan aktivitas fisik ringan lainnya, seperti berjalan, Anda telah membakar kalori tiga kali lebih banyak dibandikan saat duduk. Berdiri menyebabkan kontraksi otot terjadi, kontraksi ini memicu proses penting berkaitan dengan pemecahan lemak dan gula. Ketika Anda duduk, kontraksi otot sangat minim, apalagi jika Anda duduk di depan TV tanpa melakukan apa-apa!
Mulai sekarang perhatikanlah seberapa banyak waktu yang Anda habiskan dengan duduk. Lakukan aktivitas positif agar Anda terjaga dari penyakit dan risiko kematian yang mengancam akibat terlalu lama duduk. Dan jika pekerjaan sehari-hari Anda mengharuskan Anda banyak menghabiskan waktu dengan duduk dalam waktu lama, maka berusahalah untuk tetap bergerak sesering mungkin serta mulailah berolahraga teratur!

source:http://duniafitnes.com

January 29, 2012

Makan Malam Dapat Menambah Berat Badan?


Benarkah makan malam dapat menambah berat badan
Kita mungkin sering menemui orang-orang yang tidak makan malam karena sedang berdiet dan takut berat badannya bertambah. Padahal, makan malam bukanlah sesuatu yang harus dihindari, justru harus dilakukan, karena pada malam hari tubuh memerlukan asupan nutrisi setelah lelah beraktivitas seharian, serta butuh nutrisi untuk perbaikan sel tubuh pada saat kita istirahat.
Batasi Kalori dan Karbohidrat
Anda tetap harus membatasi asupan kalori dan karbohidrat malam hari jika tidak ingin berat badan bertambah. Selain itu, makan malam tidak akan berpengaruh pada berat badan jika Anda memang makan dalam porsi yang cukup dengan memasukkan menu makanan kaya protein di dalamnya.
Makan Larut Malam
Beberapa orang memiliki masalah dengan waktu tidur, “begadang” secara sadar ataupun insomnia membuat orang tetap terjaga sampai larut malam. Nah, pola tidur yang terganggu ini merupakan salah satu faktor mengapa orang seringkali makan larut malam dengan menu yang tidak terkendali. Makan larut malam yang tak terkendali ini bisa menyebabkan berat badan Anda bertambah tanpa disadari.
Sebagian besar orang mengetahui bahwa makan larut malam bukanlah ide yang baik jika memiliki masalah kelebihan berat badan. Kalori tinggi yang dikonsumsi akan mengendap di dalam tubuh karena baru akan dicerna dan diserap ke dalam aliran darah beberapa jam kemudian pada saat kita tidur. Saat tidur, metabolisme tubuh menurun dan menyebabkan penyerapan kalori rendah yang kemudian mengendap.
Studi Mengenai Hubungan Makan Larut Malam dan Berat Badan
Beberapa penelitian menemukan bahwa orang-orang yang memiliki kecenderungan untuk makan larut malam beresiko menambah berat badan dua kali lebih besar daripada orang yang memiliki pola makan 3 kali sehari.
Pada penelitian terhadap tikus, para peneliti belum bisa memastikan mengapa tikus yang makan pada waktu yang “salah” mengalami kenaikan berat badan secara signifikan. Mereka berspekulasi hal ini terjadi karena interaksi antara suhu tubuh, hormon metabolisme seperti leptin, dan siklus tidur-bangun. Penelitian pada manusia akan menjelaskan lebih lanjut tentang ini, tubuh manusia diprogram untuk menjadikan malam hari sebagai waktu untuk istirahat yang juga berdampak pada penurunan suhu tubuh dan peningkatan hormon leptin untuk menekan nafsu makan. Tetapi, ketika gaya hidup dan pola makan manusia berubah, hal ini akan menjadi penyebab utama dari kenaikan berat badan.
Faktor lain yang dicurigai memiliki pengaruh pada penambahan berat badan adalah kurangnya waktu tidur yang akan mengganggu metabolisme. Hal ini akan menjadi penyebab utama kegemukan bila dikombinasikan dengan makan larut malam.
Apakah Anda salah satu orang yang gemar makan larut malam? Sebaiknya Anda mulai menghindari kebiasaan tersebut untuk menghindari kelebihan berat badan. Mencegah lebih baik daripada mengobati bukan?

source:http://duniafitnes.com
peluang usaha

January 28, 2012

5 Kebiasaan Buruk Bagi Kesehatan Yang Harus Anda Hindari


5 Kebiasaan Buruk yang harus anda hindari
Sadar atau tidak, sebagian orang memiliki kebiasaan menjalankan gaya hidup maupun pola makan yang buruk. Hal ini tentunya berdampak negatif bagi kesehatan jika dibiarkan berlarut-larut. Apakah Anda mengalaminya? Cobalah tanya pada diri Anda!
Jangan khawatir! Karena berikut ini ada 5 cara sederhana untuk menjauhkan diri dari kebiasaan gaya hidup dan pola makan yang buruk sekaligus memulihkan kerusakan tubuh dan menormalkan metabolisme, yaitu:
  1. Kebiasaan: Kecanduan Soda Diet
    Minuman soda diet mengandung kadar kafein yang cukup tinggi dan konsumsi terus-menerus dapat menyebabkan kecanduan. Kafein yang terkandung dalam soda diet akan meredam rasa kantuk Anda, sedangkan keasaman sodanya dapat merusak gigi Anda.
    Cara mengatasinya: Batasi konsumsi soda diet, dan jangan minum soda diet setelah jam 2 siang. Berkumur dengan air setelah minum soda untuk mencegah pengikisan gigi.
  2. Kebiasaan: Meminum Pil Tidur
    Pil tidur seringkali dianggap sebagai penyelamat bagi orang yang sulit tidur. Konsumsi pil tidur dalam jangka panjang dapat merusak liver dan metabolisme tubuh karena biasanya pil tersebut merupakan kombinasi dari obat penghilang rasa sakit dan antihistamin.
    Cara mengatasinya: Konsumsi suplemen yang berbahan dasar alami seperti Melatonin dari Ultimate Nutrition untuk meningkatkan kualitas tidur, mengurangi depresi, dan mengatasi insomnia.
  3. Kebiasaan: Kecanduan Alkohol
    Minuman beralkohol memang memiliki manfaat bagi jantung, itupun dalam kadar yang sangat sedikit. Tapi beberapa orang mengkonsumsi minuman beralkohol dalam jumlah banyak setiap harinya. Ini tentunya justru kurang baik bagi kesehatan.
    Cara mengatasinya: Melakukan perubahan gaya hidup dan pola makan yang sehat dan membatasi konsumsi alkohol.
  4. Kebiasaan: Mengkonsumsi Gula dan Pemanis Buatan dalam Jumlah Banyak
    Menambahkan gula pada kopi atau mengkonsumsi pemanis buatan yang terkandung dalam berbagai makanan olahan, snack, minuman kemasan, dan sebagainya akan memicu tubuh Anda menimbun kelebihan kalori dan menambah nafsu makan. Mengapa? Karena rasa manis menyebabkan tubuh mengirim sinyal ke otak untuk meningkatkan nafsu makan.
    Cara mengatasinya: Cobalah mengganti kebiasaan menambahkan gula pada makanan ataupun minuman Anda ataupun mengkonsumsi pemanis buatan dengan konsumsi buah segar yang memiliki rasa manis alami tentunya.
  5. Kebiasaan: Merokok
    Mengisap satu atau dua batang rokok dapat merusak kesehatan Anda. Bahkan satu isapan Asap rokok saja dapat mengancam kesehatan paru-paru, dampaknya baru akan terasa dalam jangka panjang.
    Cara mengatasinya: Cobalah alihkan keinginan untuk merokok dengan konsumsi makanan sehat seperti yogurt atau buah.
Dari 5 macam kebiasaan buruk di atas, adakah yang sesuai dengan kebiasaan Anda? Jika ada, akan sangat bijak jika Anda mulai menjauhi kebiasaan buruk ini. Mulailah gaya hidup dan pola makan sehat sekarang juga, dan berikan pengaruh positif pada keluarga Anda.

source:http://duniafitnes.com

Artikel Menarik Lainnya...

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More