Download

7 Makanan Lezat Rendah Kalori Untuk Menurunkan Berat Badan

Beberapa Makanan Sehat Lezat tetapi rendah kalori yang bisa dikonsumsi untuk menurunkan berat badan anda..

Kenapa Sarapan Penting Untuk Menurunkan Berat Badan?

Penjelasan singkat tentang arti penting sarapan dalam proses menurunkan berat badan...

5 Tips Agar Tetap Termotivasi dalam Menurunkan Berat Badan

5 Tips sederhana agar kita tetap termotivasi dalam proses menurunkan berat badan...

12 Langkah Awal Menurunkan Berat Badan Anda

12 Panduan sederhana sebagai langkah awal menurunkan berat badan

6.5 Kesalahan Paling Fatal Dalam ber-Diet

Beberapa Kesalahan Fatal yang sering dilakukan oleh orang-orang yang menjalankan program diet...

December 5, 2007

10 Foods You Can't Live Out!

Hidup di jaman yang serba instant membuat kita melakukan segalanya dengan cepat pula, termasuk untuk makanan. Ada baiknya jika kita mengimbangi masukan makanan dengan konsumsi makanan yang menyehatkan, apalagi jika makanan itu bisa memperlambat proses penuaan, meningkatkan daya tahan tubuh, melawan efek polusi, mencegah kanker, dan mengurangi risiko penyakit jantung serta osteoporosis.

Ada 10 jenis makanan yang bisa membantu Anda mendapatkan efek-efek tersebut. Jenis makanan seperti apakah itu?

Beras Merah

Nasi adalah makanan pokok orang Indonesia, tapi kita biasanya mengonsumsi beras putih. Jika Anda ingin mendapatkan manfaat lebih dari nasi, cobalah mengonsumsi beras merah. Beras merah adalah sumber protein yang baik, sumber mineral seperti selenium yang dapat meningkatkan daya tahan tubuh, dan sumber vitamin B yang dapat menyehatkan sel-sel saraf dan sistem pencernaan. Beras merah juga memiliki kandungan serat yang tinggi sehingga dapat mencegah konstipasi.

Jeruk

Jeruk adalah buah yang kaya akan vitamin C, beta karoten dan bioflavonoid yang bersifat antioksidan. Vitamin C penting untuk daya tahan tubuh terhadap infeksi, dan bersama dengan flavonoid dapat meningkatkan absorpsi zat besi dalam tubuh.

Aprikot

Aprikot juga memiliki beta karoten dan vitamin C, yaitu antioksidan yang mampu menyapu bersih radikal bebas dalam tubuh. Aprikot segar adalah salah satu sumber beta karoten terbaik. Beta karoten adalah antioksidan yang berhubungan erat dengan rendahnya risiko katarak, stroke, penyakit jantung, dan beberapa jenis kanker. Aprikot juga kaya akan serat larut yang dapat menjaga kadar gula darah tetap normal dan membantu mengatasi konstipasi, juga menurunkan kadar kolesterol dalam darah.

Brokoli
Brokoli, seperti halnya sayuran berwarna hijau tua lainnya, kaya akan kalsium dan juga memiliki sifat anti kanker karena kandungan beta karoten, vitamin C dan serat. Studi di Amerika mengungkapkan bahwa mereka yang rutin mengonsumsi brokoli tiap hari memiliki risiko kanker paru-paru lebih rendah.

Salmon

Sebuah riset mengindikasikan bahwa konsumsi 150 gram tiap hari ikan yang memiliki kadar minyak tinggi, seperti salmon, dapat membantu mengatasi gejala-gejala psoriasis, yaitu salah satu gangguan kulit kronis. Ikan salmon juga memiliki kandungan EPA (eicosapentanoic acid) dan DHA (docosahexaenoic acid). Kedua zat tersebut dapat mengurangi risiko penggumpalan darah dan mencegah penumpukan lemak di dinding pembuluh darah.

Kacang Ginjal

Kacang ginjal atau kidney bean adalah sumber protein yang rendah lemak dan juga mengandung serat khusus yang dapat membantu menurunkan kadar kolesterol dalam tubuh. Suatu penelitian mengungkapkan bahwa jika kacang ginjal ditambahkan pada pola makan orang-orang dengan kadar lemak dan kolesterol yang tinggi dalam darah, ternyata kadar kolesterol dan lemaknya menurun. Sifat penurun kolesterol dan lemak dari kacang ini kemungkinan berasal dari kandungan protein dan seratnya.

Oat

Sumber karbohidrat yang rendah lemak ini menghasilkan energi yang dilepaskan secara perlahan, juga mengandung.serat larut yang dapat membantu menurunkan kadar kolesterol dalam darah. Penambahan oat ke menu makanan sebanyak 30-40 gram/hari, digabung dengan menu diet rendah lemak, dapat mengurangi kadar kolesterol sampai 9%.

Walnut

Suatu penelitian menunjukkan bahwa mereka yang mengonsumsi walnut setidaknya empat kali seminggu memiliki risiko serangan jantung lebih rendah 50% dibanding mereka yang tidak makan walnut. Para ahli menemukan bahwa mereka yang menambahkan walnut dalam diet rendah kolesterol ternyata mampu mengurangi kadar LDL 15% lebih rendah daripada diet tanpa walnut.

Minyak Zaitun

Kaya akan asam lemak tak jenuh tunggal, minyak zaitun dapat mengurangi risiko penyakit jantung, dan juga sumber vitamin E yang baik untuk melawan penuaan. Mengurangi konsumsi lemak padat dan menggantinya dengan minyak zaitun dapat mengurangi kadar kolesterol dalam darah hingga 10%. Dan pada setiap 1% pengurangan kolesterol, risiko terjadinya penyakit jantung koroner akan berkurang sebanyak 2%.

Apel

Apel mengandung vitamin C yang bersifat meningkatkan kekebalan tubuh dan melawan radikal-radikal bebas. Penelitian menunjukkan bahwa mengonsumsi apel secara rutin dapat menurunkan kadar kolesterol darah, terutama LDL (kolesterol jahat).


Sumber : Nature & Health Magazine, 2003

Lingkar Pinggang: Barometer Kesehatan Anda!

Banyaknya timbunan lemak di perut yang ditandai dengan perut membuncit sebaiknya jangan dipandang sebagai tanda kemakmuran. Lingkar pinggang yang membesar bisa menjadi indikator untuk melihat apakah seseorang berisiko terkena diabetes.

Berat badan berlebih atau kegemukan akan meningkatkan risiko seseorang terkena diabetes. Untuk mengukur tingkat obesitas, kita bisa menggunakan ukuran indeks massa tubuh (IMT) yang dihitung dari berat badan (kg) dibagi tinggi badan kuadrat (m2). Namun, IMT tidak mencerminkan distribusi timbunan lemak di dalam tubuh.

Untuk menilai timbunan lemak di perut, sebaiknya dilakukan pengukuran lingkar pinggang. Lingkar pinggang menunjukkan lemak di rongga perut yang merupakan tanda beberapa penyakit. Semakin tinggi kadar kolesterol jahat, maka semakin panjang ikat pinggang orang tersebut.

Lemak yang menumpuk di rongga perut lebih berbahaya daripada lemak di bagian bokong atau paha. Lemak di perut memiliki sel-sel lemak yang lebih besar sehingga terjadi penumpukan lemak yang berlebihan di jaringan adiposa dan akhirnya menghasilkan protein berbahaya.

Tim peneliti dari Prancis pernah melakukan penelitian terhadap 7.000 polisi Prancis yang meninggal antara tahun 1967-1984 karena serangan jantung. Setelah dilakukan pengukuran lingkar pinggang, ternyata kebanyakan polisi yang meninggal adalah pria berperut buncit. Perlu diketahui, ukuran pinggang yang perlu diwaspadai oleh pria adalah jika melebihi 90 cm, sedangkan untuk wanita, risiko tingginya kolesterol akan meningkat bila lingkar pinggangnya berukuran lebih dari 80 cm.

Selain menunjukkan tingginya kadar kolesterol jahat (LDL), lingkar pinggang juga menunjukkan resistensi insulin, yakni suatu keadaan di mana tubuh tidak dapat menggunakan insulin dengan baik. Bila dilakukan pemeriksaan darah, maka hasilnya akan ditemukan kadar gula darah yang tinggi, namun belum diabetes. Keadaan tersebut sering disebut dengan pre-diabetes.

Obesitas, hipertensi, dan tingginya kolesterol (dislipidemia) merupakan sebagian dari kumpulan gejala yang meningkatkan risiko penyakit jantung koroner dan diabetes (sindrom metabolik). Untuk mendeteksi adanya penyakit-penyakit tersebut, perlu dilakukan pemeriksaan laboratorium yang meliputi pemeriksaan glukosa darah, kolesterol HDL, trigliserida, dan adiponektin. Selain itu, pemeriksaan fisik yang dapat dilakukan adalah mengukur lingkar pinggang dan tekanan darah.

Orang yang memiliki risiko tinggi mengalami sindrom metabolik perlu melakukan berbagai upaya agar tidak berkembang menjadi penyakit berbahaya, antara lain dengan menurunkan berat badan, mendeteksi kelainan (pemeriksaan fisik dan lab), dan intervensi terhadap kelainan yang ditemukan. Meski terdengar mudah, namun pengaturan pola makan, membenahi gaya hidup dan menghindari stres terbukti efektif untuk memerangi penyakit berbahaya.

Diare?? Coba deh Makan Coklat

Sebuah unsur kimia dalam biji coklat dapat membatasi pembentukan cairan saat diare, demikian hasil sebuah penelitian yang dimuat dalam Journal of Nutrition.

Sejarah mencatat bahwa pemakaian coklat untuk mengatasi diare telah ada sejak abad 16. Nenek moyang dari Amerika Selatan dan Eropa yang tercatat melakukan hal tersebut. Tapi sejauh ini, tidak ada yang tahu secara pasti mengapa biji coklat dapat digunakan untuk itu.

Sebuah penelitian yang dilakukan oleh para ahli di Children's Hospital & Research Center Oakland dan Heinrich Heine University di Jerman untuk pertama kalinya menemukan bahwa suatu kandungan kimiawi dalam coklat yang dikenal dengan istilah flavonoid merupakan penyebab mengapa coklat dapat digunakan sebagai suplemen alami dalam membantu mengatasi diare.

Para peneliti mendapatkan bahwa flavonoid dari coklat dapat berikatan sekaligus menghambat sebuah protein usus yang disebut CFTR. CFTR ini merupakan protein yang mengatur sekresi cairan di usus halus. Dengan terhambatnya CFTR, kehilangan cairan secara berlebihan dapat dicegah.

Penelitian ini diharapkan dapat membawa kearah penemuan obat alami yang murah dan aman dalam membantu mengatasi diare.

Panduan Nutrisi yang Baru

Panduan nutrisi baru sedang dibuat di Amerika, agar setiap orang dapat mengkonsumsi makanan yang lebih sehat dan berolahraga. Saat ini hampir dua pertiga orang dewasa di Amerika mempunyai berat badan berlebih dan juga kegemukan, dan lebih dari tiga perlimanya kurang melakukan aktifitas fisik yang rutin.

Rekomendasi yang dibuat ini oleh The Dietary Guidelines Advisory Committee, akan melakukan beberapa perubahan dari panduan nutrisi tahun 2000. Rekomendasi ini akan diberikan pada departemen Agriculture and Health and Human Services. Masyarakat dapat memberikan komentarnya dalam 30 hari, sebelum dilakukan pertimbangan kembali dan kemudian akan ditetapkan sebagai panduan nutrisi yang baru.

Rekomendasi yang diberikan oleh ahli-ahli, antara lain:

1 Mengatur asupan kalori.

2 Mengkonsumsi makanan dalam kelompok makanan dasar, secara bervariasi.

3 Mengkonsumsi biji-bijian utuh dibanding biji-bijian olahan, untuk mengurangi
risiko penyakit jantung dan penyakit lainnya.

4 Mengurangi konsumsi garam harian, menjadi 2.300 mg.

5 Mengkonsumsi lebih banyak sayuran dan buah-buah untuk mencegah penyumbatan
pembuluh darah.

6 Porsi sayur dan buah-buahan ditingkatkan dari 5 porsi menjadi 13 porsi sehari.
Tapi untuk mereka yang aktif seperti remaja, dapat mengkonsumsi lebih.

7 Melakukan aktifitas sedang sedikitnya 30 menit sehari, tapi dapat dilakukan dua
kali lipat bila menginginkan penurunan berat badan.

Hati-hati Dengan Pengobatan Alternatif

Badan Kesehatan Dunia (WHO) memberi peringatan untuk lebih berhati-hati dalam menggunakan pengobatan alternatif, dari pengobatan akupunktur hingga tanaman obat dan makanan suplemen. Hal ini sehubungan dengan semakin banyak laporan tentang efek samping dan reaksi fatal dari pengobatan tradisional ini.

WHO juga memberikan bantuan informasi kepada konsumen di negara-negara, informasi yang dapat dipercaya sebelum mereka membeli obat itu secara bebas dan tanpa menanyakannya terlebih dahulu kepada dokter.

Obat tradisional yang sering diklaim 'baik', bukan berarti baik untuk semua orang dan dapat dikonsumsi setiap saat dalam jumlah banyak. Dan obat tradisional yang berasal dari alam, bukan berarti tidak mempunyai efek samping dan aman untuk digunakan.

Beberapa saat yang lalu, Badan Pengawasan Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) telah menarik makanan suplemen yang mengandung efedra atau Ma Huang. Di Cina, bahan alami ini digunakan untuk menyembuhkan batuk.

Tahun 2002, di Cina telah dilaporkan adanya efek samping obat-obat tradisional sebanyak 9.854 kasus, meningkat dua kali lipat dibanding tahun 1990. Beberapa penelitian di beberapa negara juga telah menemukan adanya kandungan bahan logam berat yang beracun bagi kesehatan. Ada juga yang mengandung narkotika yang menyebabkan ketergantungan pada produk obat tersebut.

Suplemen Efedra Dilarang Beredar
Badan Pengawasan Makanan dan Obat AS (FDA), ?akhirnya mengeluarkan larangan beredarnya suplemen yang mengandung Ephedra. Hal ini dikarenakan efek sampingnya yang dapat menyebabkan stroke dan serangan jantung.

Efedra, atau sering disebut dengan Ma Huang, berasal dari tumbuh-tumbuhan yang mengandung zat aktif Efedrin, yang sering diresepkan oleh dokter. Beberapa tahun terakhir ini sering ditemukan suplemen yang mengandung Efedra, karena dipercaya dapat meningkatkan energi, menurunkan berat badan dan untuk atlit, dapat untuk meningkatkan penampilannya.

Vitamin Ajaib

Penelitian besar di Belanda terhadap asam folat dan vitamin B lainnya menemukan, bahwa vitamin tersebut yang telah diketahui dapat mencegah cacat lahir yang berat dan serangan jantung, ternyata juga dapat membantu menghindari terjadinya patah tulang akibat osteoporosis.

Vitamin B telah diketahui dapat menurunkan kadar homosistein, yaitu suatu asam amino yang dihasilkan tubuh, biasanya dari hasil pemecahan protein daging yang kita makan. Homosistein dalam kadar yang tinggi dapat meningkatkan risiko serangan jantung, stroke dan penyakit Alzheimer. Penelitian yang baru menunjukkan bahwa kadar homosistein yang tinggi, akan meningkatkan patah tulang akibat osteoporosis sedikitnya dua kali lipat.

Cara utama untuk menurunkan kadar homosistein adalah dengan mengkonsumsi vitamin B dengan jumlah banyak. Vitamin B selain dapat diperoleh dalam suplemen, susu, sereal juga dapat ditemukan dalam sayuran dan buah yang kaya vitamin B seperti brokoli dan sayuran hijau lainnya, wortel, alpokat, kacang-kacangan.

Patah tulang akibat osteoporosis sering dialami mereka yang telah lanjut usia, yang membuat mereka harus dirawat di rumah sakit hingga mengakibatkan kematian akibat infeksi dan komplikasi lainnya.?

Artikel Menarik Lainnya...

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More