Download

7 Makanan Lezat Rendah Kalori Untuk Menurunkan Berat Badan

Beberapa Makanan Sehat Lezat tetapi rendah kalori yang bisa dikonsumsi untuk menurunkan berat badan anda..

Kenapa Sarapan Penting Untuk Menurunkan Berat Badan?

Penjelasan singkat tentang arti penting sarapan dalam proses menurunkan berat badan...

5 Tips Agar Tetap Termotivasi dalam Menurunkan Berat Badan

5 Tips sederhana agar kita tetap termotivasi dalam proses menurunkan berat badan...

12 Langkah Awal Menurunkan Berat Badan Anda

12 Panduan sederhana sebagai langkah awal menurunkan berat badan

6.5 Kesalahan Paling Fatal Dalam ber-Diet

Beberapa Kesalahan Fatal yang sering dilakukan oleh orang-orang yang menjalankan program diet...

June 13, 2009

Migran


Migran disebut juga sakit kepala sebelah, yang sering datang dan menyerang secara tiba-tiba. Migran juga seringkali disebut sakit kepala tipe pulsatil. Terjadi akibat fase mengecil dan membesarnya pembuluh darah yang abnormal. Fase mengecil atau membesar secara tiba-tiba harus segera diatasi. Sebab jika tidak, dapat berlangsung seharian.

Migran menimbulkan rasa nyeri berdenyut-denyut sesuai aliran darah. Migran paling lama menyerang sekitar 72 jam. Namun dari banyaknya kasus, migran sering hilang dalam 2 hingga 3 jam.

Citi-ciri migran adalah:

  1. Nyeri di satu sisi yang bisa berkembang menjadi dua sisi.
  2. Berdenyut dengan intensitas ringan hingga berat.
  3. Durasi paling cepat 30 menit.
  4. Disertai rasa mual atau muntah.

Organ yang paling peka saat migran adalah pembuluh darah yang terletak di kiri dan kanan. Umumnya serangan migran akan berkurang dan membaik dengan beristirahat.

Ada 2 jenis migran:

  1. Migran dengan aura, diawai dengan serangan aura.
    Misalnya: penderita merasa melihat kilatan cahaya, fortifikasi, atau melihat sensasi bintang-bintang paling lama 30 menit disertai dengan serangan kepala.
  2. Migran tanpa aura, serangan yang terjadi secara tiba-tiba. Bisa salah satu, atau berkembang di kedua sisi. Namun umumnya satu sisi kepala saja. Migran jenis ini lebih banyak terjadi.

Ada beberapa literatur yang mengaitkan migran dengan genetik. Beberapa penderita yang diteliti dalam keluarganya memang memiliki riwayat migran.

Migran juga lebih banyak menyerang wanita, karena faktor hormonal yang turut beperan. Misalnya menjelang, atau selama menstruasi. Beberapa makanan yang dapat mencetuskan migran: coklat, kopi, keju.

Komplikasi terberat adalah migran komplikata. Penderita merasa lemah sebelah (lumpuh) seperti terkena stroke dan dapat berlangsung lama. Meskipun begitu, dapat dipulihkan. Komplikasi ringan yang terjadi adalah mengecilnya kelopak mata.

Segeralah Ke Dokter Jika Sakit Kepala Anda Seperti Ini...


Segeralah ke dokter jika :

  1. Sakit kepala muncul secara tiba-tiba dan sakitnya menjadi-jadi.
  2. Sakit kepala yang Anda derita membuat Anda mengalami kesulitan berbicara, membuat Anda mengalami gangguan pengelihatan, kehilangan keseimbangan, linglung, hilang ingatan, atau kesulitan dalam menggerakkan tangan dan kaki.
  3. Sakit yang Anda derita semakin bertambah dalam 24 jam.
  4. Sakit kepala disertai dengan demam, leher kaku, mual, dan muntah.
  5. Sakit kepala akibat luka pada kepala.
  6. Jika Anda menggolongkannya sebagai sakit kepala yang paling parah yang pernah Anda derita, terutama jika Anda sering mengalami sakit kepala.
  7. Sakit kepala hingga mengganggu tidur.
  8. Sakit kepala yang bertahan selama beberapa hari.
  9. Sakit amat sangat pada bagian kepala, terutama di sebelah mata. Ditandai dengan mata merah.
  10. Jika Anda telah berusia lebih dari 50 tahun, dan baru-baru ini mengalami sakit kepala, terutama jika disertai gangguan pengelihatan, dan sakit ketika sedang mengunyah makanan.
  11. Kepala lebih sakit pada pagi hari.
  12. Jika Anda sering mengalami sakit kepala tanpa penyebab yang jelas.
  13. Jika Anda memiliki sejarah sakit kepala, namun pola dan intensitas sakit kepala Anda berubah.

Fakta Sakit kepala


Meskipun kelihatan ringan, sakit kepala tidak bisa dianggap remeh. Karena itu ada banyak mitos tentangnya. Bagaimana faktanya?

Tidak semua sakit kepala adalah migran. Presentase kasus migran hanya sekitar 15 hingga 20%.

  1. Tidak semua sakit kepala dapat diatasi dengan obat sakit kepala yang beredar di masyarakat.
  2. Kleyengan merupakan istilah yang umumnya digunakan oleh masyarakat untuk menggambarkan pusing yang berputar atau tujuh keliling. Disebut juga vertigo, merupakan pusing akibat sensasi berputar atau sekitar tubuh yang berputar. Vertigo umumnya didahului oleh sakit kepala. Bisa juga tidak. Gangguan terletak pada keseimbangan tubuh. Keseimbangan tubuh dimulai dari otak kecil dan batang otak. Jika kedua organ tersebut terganggu, dapat menimbulkan gangguan keseimbangan yang salah satunya adalah vertigo. Vertigo harus diwaspadai, karena merupakan salah satu gejala stroke.
  3. Salah satu gejala hipertensi adalah sakit kepala. Namun pernyataan "sakit kepala karena tekanan darah sedang naik" tidak sepenuhnya benar.
  4. Banyak yang beranggapan bahwa sakit kepala yang disertai muntah disebabkan oleh keletihan dan bisa hilang dengan sendirinya. Sebaiknya cari penyebab pastinya, berkonsultasilah kepada dokter.
  5. Sakit kepala akibat makan makanan / minum minuman yang terlalu dingin (brain freeze) disebabkan karena pendinginan yang cepatdi sinus bagian depan yang memicu syaraf nyeri lokal. Teori lainnya mengatakan penyebabnya adalah penyempitan pembuluh darah di langit-langit dan belakang mulut, sehingga menyebabkan aktifnya syaraf nyeri sehingga rasa nyeri menyebar ke kepala.

Sakit Kepala



Sakit kepala merupakan perasaan nyeri di sekitar kepala. Sakit kepala adalah perasaan subjektif seseorang yang merasa tidak nyaman di daerah sekitar kepala. Sensasi nyeri dapat dirasakan di semua organ tubuh yang peka nyeri di daerah kepala mulai dari kulit hingga otak.

Sakit kepala terdiri dari dua, yaitu:


Sakit kepala primer

Disebut sakit kepala primer jika tidak terdapat gangguan di organ lain. Tidak ada gangguan struktural, infeksi, atau gangguan di daerah wajah atau mata. Sakit kepala primer tidak memiliki penyebab langsung, namun memiliki faktor pencetus. Empat hal yang menjadi faktor pencetus terjadinya sakit kepala:

  1. Posisi tidur kurang baik.
  2. Terlalu memaksakan diri.
  3. Sering menggertakkan gigi.
  4. Terlalu lama berada di satu posisi yang sama, misalnya saat Melihat komputer atau mikroskop.

Sakit kepala primer terdiri dari:

  1. Sakit kepala tipe tegang
    Umumnya disebabkan oleh gaya hidup. Menurut Dr. Mursyid, staf Departemen Neurologi FKUI RSCM, saat terkena sakit kepala tipe tegang, penderita merasa penuh di kepala, tegang dari bagian belakang kepala sampai daerah belakang (punggung) dan bahu. Pemicu utamanya adalah stres dan masalah psikologi.
  2. Sakit kepala tipe kluster
    Sakit kepala ini mirip dengan sakit kepala migran. Hanya saja ada gejala lain yang menyertai. Sakit kepala dapat muncul pada beberapa hari, hilang selama berbulan-bulan, lalu muncul kembali.
  3. Sakit kepala migran

Jika dibandingkan ketiga jenis kepala tersebut, yang paling umum diderita adalah sakit kepala tipe tegang, kemudian sakit kepala migran, dan yang terakhir adalah sakit kepala tipe kluster.

Sakit kepala sekunder memiliki penyebab yang jelas, yaitu akibat penyebab lain di kepala. Contoh: infeksi gigi, sinusitis, tumor otak.

"Wajar jika seseorang menderita sakit kepala satu hingga dua kali salam sebulan. Namun sebaiknya waspada jika Anda mengalami sakit kepala lebih dari 15 hari. Apalagi jika berlangsung secara terus menerus, sehingga sulit diatasi,"ungkap Dr. Mursyid.

Sakit kepala yang semakin lama semakin berat dapat merupakan salah satu gejala sakit kepala serius. Hal tersebut sesuai dengan sifat tumor atau abses yang terus tumbuh dan mendesak tekanan di otak. Akibatnya pembuluh darah di selaput otak terdesak. Nyeri semakin lama semakin besar karena tekanan di otak semakin tinggi.

Waspadai juga jika Anda menderita sakit kepala yang berat pada pagi hari, dan lama kelamaan berkurang. Namun durasi sakit kepala tersebut semakin panjang, bahkan disertai muntah. Hal itu menandakan sistem kekebalan tubuh yang kurang bagus. Sakit kepala jenis ini dapat menjalar ke tungkai atau lengan, dan dapat berujung pada stroke.

Demikian pula halnya jika Anda menderita sakit kepala yang disertai muntah, pandangan kabur, dan biasanya menyerang pada pagi hari saat bangun tidur. Hal ini merupakan tanda peningkatan tekanan di otak. Belum tentu tumor, tetapi ada benda yang menekan otak.

Tidak perlu tergesa-gesa mengkonsumsi obat. Sakit epala ringan dapat diredam hanya dengan beristirahat. Jika ternyata istirahat ternyata tidak mampu menyembuhkan, maka Anda boleh mengkonsumsi obat sakit kepala biasa (analgetik). Seringkali terjadi kesalahan dalam pengobatan. Jika obat tidak sesuai, ada peningkatan dosis dan pada akhirnya sakit kepala menjadi kronik, sehingga agak sulit mengatasinya. Lama-kelamaan mengkonsumsi obatpun jadi tidak mempan.

Baik sakit kepala primer, dan sekunder, sebaiknya hilangkan terlebih dahulu penyebabnya. Jika sakit kepala Anda terjadi karena stres, maka jauhilah stres. Jika sakit kepala Anda terjadi akibat infeksi, obatilah terlebih dahulu.

Hindari sakit kepala dengan gaya hidup sehat, seperti bekerja tidak terlalu berat, cukup beristirahat, dan jauhi stres.

May 28, 2009

Jadilah anggota yang aktif dalam tim kesehatan Anda

Saat Anda menggunakan obat sangat penting bagi Anda untuk mengetahui bahwa obat yang Anda konsumsi sepenuhnya aman. Badan Pengawasan Obat Amerika Serikat menilai suatu obat aman untuk digunakan jika manfaat yang diperoleh melebihi dari risiko yang diketahui. Tim kesehatan Anda terdiri dari dokter, asisten dokter, suster, apoteker dan Anda sendiri. Untuk mengurangi risiko yang timbul dari penggunaan obat dan untuk mendapat manfaat yang semaksimal mungkin maka Anda harus menjadi bagian aktif dari tim kesehatan Anda. Dalam menggunakan obat gunakan prinsip SAFER :

  • Speak up
  • Ask question
  • Find the facts
  • Evaluate your choice
  • Read the label and follow directions

Speak Up – Informasi

Semaikn banyak informasi yang didapat tim kesehatan dari Anda maka semakin baik tim kesehatan dapat merencanakan tatalaksana yang tepat untuk Anda. Anggota tim kesehatan lainnya akan memerlukan riwayat kesehatan Anda, seperti penyakit-penyakit, kondisi medis yang menyertai (seperti tekanan darah tinggi, diabetes) dan riwayat operasi yang pernah Anda lakukan.

Mereka juga perlu mengetahui semua obat dan pengobatan yang Anda terima atau lakukan, baik sepanjang waktu atau hanya beberapa waktu saja. Sebelum Anda menambah sesuatu yang baru selalu bicarakan dengan tim kesehatan Anda. Tim kesehatan Anda dapat membantu Anda untuk menentukan boleh atau tidaknya. Anda sangat membantu tim kesehatan Anda dengan memberikan daftar tertulis semua obat dan pengobatan yang Anda dapatkan kepada dokter, apoteker dan anggota tim kesehatan lainnya. Anda simpan untuk diri Anda dan satu lagi disimpan oleh keluarga/istri/suami/anak Anda. Pastikan termasuk :

  • Obat yang diresepkan, termasuk contoh obat yang diberikan dokter kepada Anda
  • Obat bebas (OTC-over the counter), obat yang dapat Anda beli tanpa resep dokter (seperti antasid, pencahar, obat nyeri, demam, atau batuk pilek)
  • Suplemen makanan, termasuk vitamin dan herbal
  • Pengobatan lainnya
  • Alergi, dan setiap masalah yang Anda alami dengan obat-obatan
  • Semua keadaan yang dapat mempengaruhi penggunaan obat Anda seperti kehamilan, menyusui, kesulitan menelan, kesulitan mengingat dan biaya

Ask question – Tanyakan

Tim kesehatan Anda akan membantu Anda menentukan pilihan yang terbaik, tetapi Anda harus menanyakan pertanyaan yang tepat. Saat Anda bertemu tim kesehatan Anda tuliskan semua pertanyaan Anda dan catat jawabannya. Anda dapat mengajak keluarga atau teman Anda untuk membantu Anda mengerti dan mengingat.

Find the Fact- fakta obat

Sebelum Anda dan tim Anda menentukan resep atau obat bebas, pelajari dan pahami sebanyak mungkin yang Anda bisa, termasuk :

  • Merk dan nama generik
  • Bahan aktif- untuk memastikan kalau Anda tidak menggunakan lebih dari satu obat dengan bahan aktif yang sama
  • Bahan tidak aktif- jika Anda punya masalah dengan kandungan lainnya di dalam obat seperti pewarna, perasa, gula, tepung
  • Penggunaan (indikasi dan kontraindikasi)- alasan Anda menggunakannya dan kapan obat tidak boleh digunakan
  • Peringatan- peringatan untuk memastikan obat digunakan dengan benar
  • Interaksi- bahan/zat yang sebaiknya tidak digunakan bersamaan dengan obat. Cari informasi jika obat resep, obat bebas, makanan, suplemen makanan atau zat lainnya (rokok, alkohol) dapat menyebabkan masalah dengan obat yang kita minum
  • Efek samping – efek yang tidak diinginkan yang dapat ditimbulkan obat, dan apa yang Anda lakukan jika Anda merasakannya
  • Kemungkinan toleransi, ketergantungan- masalah yang dapat ditimbulkan beberapa obat dan bagaimana Anda menghindarinya
  • Overdosis- apa yang harus dilakukan jika Anda memakai terlalu banyak
  • Petunjuk/cara pakai- dosis; apa yang harus dilakukan jika lupa satu dosis; petunjuk khusus menggunakan obat,seperti kapan meminum dengan makanan atau tanpa makanan
  • Cara penyimpanan- bagaimana dan dimana untuk menyimpan obat
  • Kadaluarsa- tanggal saat obat sudah tidak dapat digunakan lagi atau berbahaya jika digunakan

Evaluate your choices- Manfaat dan risiko

Setelah Anda mendapat informasi, pertimbangkanlah dengan seksama mengenai pilihan Anda. Pikirkan mengenai efek yang menolong dan juga efek yang tidak diinginkan yang mungkin muncul. Putuskan yang terpenting bagi Anda. Ini cara Anda menilai manfaat dan risiko. Saran ahli dari tim kesehatan Anda dan informasi yang Anda berikan kepada tim kesehatan Anda dapat membantu Anda dan tim kesehatan memutuskan yang tepat untuk Anda

Read the label and follow direction – Baca dan Ikuti

Baca kemasan obat untuk mengetahui bahan aktif yang terkandung di dalam obat. Bahan aktif di dalam obat resep atau obat bebas dapat juga terdapat dalam obat-obatan lainnya yang Anda minum. Bahan aktif yang sama bila digunakan dapat meningkatkan kemungkinan Anda mendapat efek yang tidak diinginkan. Baca label/kemasan setiap kali Anda membeli obat bebas atau resep obat Anda. Baca Fakta Obat secara teliti untuk memastikan obat yang tepat untuk Anda. Obat resep dan bebas tidak selalu bekerja bersama dengan baik. Suplemen makanan (seperti vitamin dan mineral) dan beberapa makanan dan minuman dapat menyebabkan masalah dengan obat Anda. Tanyakan kepada apoteker Anda.

Sebelum Anda meninggalkan apotek pastikan Anda mendapat obat yang benar, mengetahui dosis yang benar dan cara menggunakannya. Jika Anda membawa obat yang sama sebelumnya, pastikan obatnya memiliki bentuk, warna, ukuran dan kemasan yang sama. Bila berbeda maka tanyakan kepada apoteker. Jika obat yang Anda minum ternyata rasanya berbeda saat Anda minum maka beritahukan kepada tim kesehatan Anda. Baca dan simpan semua informasi yang Anda dapat mengenai obat-obatan Anda

Baca label/kemasan obat setiap kali Anda akan menggunakan obat. Pastikan :

  • Obat yang tepat
  • Untuk pasien yang benar
  • Jumlah yang benar
  • Waktu yang benar
  • Cara yang benar (contoh dengan menelan bukan dikunyah)

Ikuti petunjuk dari label dan tim kesehatan Anda. Saat Anda menggunakan obat, maka pastikan manfaat yang Anda dapat jauh lebih besar dari risiko dengan menggunakan obat sesuai petunjuk

Jika Anda ingin berhenti menggunakan obat dari dokter Anda atau menggunakannya dengan cara yang berbeda dari yang disarankan maka selalu bicarakan dahulu dengan tim kesehatan Anda. Beberapa obat memerlukan waktu untuk memberikan efek yang diinginkan. Obat seperti antibiotik (sesuai indikasi) penting untuk dihabiskan walaupun Anda sudah merasa lebih baik.

Laporkan kembali kepada tim kesehatan

Jika Anda merasakan efek yang tidak diinginkan segera laporkan kepada tim kesehatan Anda. Perubahan dosis atau obat mungkin diperlukan.

Panduan Pertanyaan

Anda dapat menggunakan panduan pertanyaan ini saat berdiskusi dengan tim kesehatan Anda untuk mengetahui mengenai obat yang Anda gunakan. Pastikan untuk mendapat jawaban dari pertanyaan ini untuk tiap obat yang Anda dapat dari dokter.

  1. Apa merk dan generik dari obat yang didapat?
  2. Apa bahan aktifnya?
  3. Dapatkan saya menggunakan bentuk generik?
  4. Untuk apa obat tersebut? Dan apa manfaatnya kepada saya?
  5. Kapan saya akan merasakan lebih baik?
  6. Kapan saya harus kontrol kembali?
  7. Apakah obat ini akan menggantikan obat-obatan lain yang sudah saya gunakan selama ini?
  8. Apakah saya harus menghindari makanan, minuman, bahan-bahan kimia atau aktivitas tertentu selama menggunakan obat ini?
  9. Apakah obat ini dapat digunakan secara aman bersamaan dengan obat atau pengobatan yang sudah saya dapatkan sebelumnya? Apakah ini termasuk obat resep, obat bebas, vitamin, herbal atau suplemen atau bentuk pengobatan lain?
  10. Apakah saya harus menghindari menggunakan obat-obatan lain (resep atau bebas), suplemen dimakan (herbal atau vitamin) atau pengobatan lainnya selama menggunakan obat ini?
  11. Apa efek samping yang mungkin timbul dan apa yang harus saya lakukan bila efek samping tersebut muncul?
  12. Apakah ada kemungkinan saya menjadi ketergantungan atau toleransi terhadap obat ini? Bagaimana menghindarinya?
  13. Bagaimana dan kapan saya menggunakan obat ini? Berapa banyak dan berapa lama? Apakah ada petunjuk khusus dalam penggunaan obat ini?
  14. Apakah saya perlu melakukan tes penunjang (tes darah, rontgen, atau tes lainnya) untuk memastikan obat ini bekerja? Bagaimana saya mendapatkan hasilnya kalau obat ini bekerja?
  15. Bagaimana jika saya lupa satu dosis? Apa yang harus saya lakukan?
  16. Bagaimana dan dimana saya menyimpan obat ini? Pastikan Anda selalu menyimpan obat jauh dari jangkauan anak-anak
  17. Bagaimana dan dimana saya dapat memperoleh informasi menganai obat ini?

Ingat: untuk mengurangi risiko penggunaan obat dan untuk mendapat manfaat sebesar-besarnya maka Anda harus menjadi bagian aktif dalam tim kesehatan Anda.

Sumber :

Be An Active Member of Your Health Care Team U.S. Department of Health and Human Services Food and Drug Administration in Cooperation with the council on Family Health http://www.fda.gov/buyonlineguide/active12panelEng.htm

Apa Yang Bisa Anda Lakukan Untuk Menghindari Kekeliruan Pengobatan

Pribadi/ Perawatan di Rumah

  • Buat daftar semua obat, baik yang diresepkan dokter, obat bebas dan produk lain seperti vitamin, mineral dan lainnya yang Anda gunakan
  • Bawa daftar ini kemanapun Anda berkonsultasi dengan tenaga kesehatan dan beritahukan tenaga kesehatan untuk menganalisanya
  • Cari informasi dimana Anda dapat menemukan informasi mengenai obat-obat Anda pada fasilitas setempat atau situs internet yang dapat dipercaya

Apotek

  • Pastikan nama obat (bermerk atau generik) dan cara penggunaan saat diberitahukan apoteker sama seperti yang dituliskan oleh dokter
  • Ketahui bahwa Anda bisa melihat ulang kembali daftar obat-obatan Anda dengan apoteker untuk alasan keamanan
  • Ketahui bahwa Anda berhak untuk berkonsultasi dengan apoteker jika Anda mempunyai pertanyaan. Anda dapat menanyakan kepada apoteker untuk menjelaskan bagaimana menggunakan obat dengan tepat, efek samping obat dan apa yang harus Anda lakukan bila mengalami efek samping obat (sama seperti yang Anda tanyakan kepada dokter)
  • Tanyakan informasi tertulis mengenai obat yang Anda dapatkan

Pasien rawat jalan

  • Minta dokter menuliskan nama obat (bermerk atau generik jika tersedia), untuk tujuan apa, dosis, frekuensi penggunaan, atau sediakan informasi tertulis megenai hal-hal tersebut
  • Mintalah kepada dokter bagaimana untuk menggunakan obat dengan tepat
  • Tanyakan efek samping obat dan apa yang sebaiknya Anda lakukan jika mengalami efek samping

Pasien rawat inap

  • Tanyakan kepada dokter atau perawat mengenai obat apa yang akan Anda dapatkan di rumah sakit
  • Jangan minum obat tanpa dijelaskan atau diinstruksikan sebelumnya
  • Sediakan wali/wakil Anda saat Anda menerima obat dan Anda tidak dapat memonitor penggunaan obat Anda sendiri
  • Menjelang pembedahan tanyakan apakah ada obat yang harus digunakan, terutama antibiotik, apakah Anda harus melanjutkan atau menghentikan pengobatan sebelum operasi
  • Sebelum pulang, tanyakanlah daftar obat yang akan Anda gunakan di rumah, minta dokter untuk menjelaskan kepada Anda dan pastikan Anda mengerti cara penggunaan obat tersebut

Sumber :

What You Can Do to Avoid Medication Errors Committtee on Identifying and Preventing Medication Errors, Institute of Medicine Fact sheet, July 2006 http://www.iom.edu/

Artikel Menarik Lainnya...

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More