Download

7 Makanan Lezat Rendah Kalori Untuk Menurunkan Berat Badan

Beberapa Makanan Sehat Lezat tetapi rendah kalori yang bisa dikonsumsi untuk menurunkan berat badan anda..

Kenapa Sarapan Penting Untuk Menurunkan Berat Badan?

Penjelasan singkat tentang arti penting sarapan dalam proses menurunkan berat badan...

5 Tips Agar Tetap Termotivasi dalam Menurunkan Berat Badan

5 Tips sederhana agar kita tetap termotivasi dalam proses menurunkan berat badan...

12 Langkah Awal Menurunkan Berat Badan Anda

12 Panduan sederhana sebagai langkah awal menurunkan berat badan

6.5 Kesalahan Paling Fatal Dalam ber-Diet

Beberapa Kesalahan Fatal yang sering dilakukan oleh orang-orang yang menjalankan program diet...

December 7, 2011

Sulit Mempertahankan Berat Badan? 5 Hal Berikut Bisa Jadi Penyebabnya!


Sama halnya saat Anda berusaha menurunkan berat badan, menjaga berat badan juga bukan hal mudah untuk dilakukan. Beberapa alasan seringkali menjadi penyebab mengapa Anda tidak bertahan lama dengan berat badan ideal Anda.


Menurunkan berat badan. Banyak dari Anda yang telah berhasil mencapainya dan tidak sedikit pula dari Anda yang gagal saat berusaha. Saat Anda sukses menurunkan berat badan, tantangan selanjutnya adalah menjaga berat badan tetap ideal.
Berikut 5 alasan mengapa berat badan sulit untuk dipertahankan
  1. Tubuh Terprogram Untuk Merasakan Lapar
    Secara alami tubuh Anda terprogram untuk merasakan lapar. Salah satu tanda bahwa tubuh kekurangan energi adalah lapar. Ketika lapar, satu-satunya hal yang terlintas dalam benak Anda adalah makan dalam porsi besar. Hal inilah yang dapat memicu kelebihan kalori dalam tubuh, yang berujung pada bertambahnya berat badan. Solusinya, saat lapar datang, makanlah dalam porsi kecil dengan menu yang terdiri dari karbohidrat kompleks dan protein. Di samping sehat, makanan ini dapat membuat Anda kenyang lebih lama.
  2. Berat Badan Mengubah Kebutuhan Metabolisme Anda
    Dengan berkurangnya berat badan Anda, berarti berkurang pula kebutuhan kalori tubuh Anda untuk menjaga berat badan. Jika Anda mengurangi kalori hingga 1800 kalori/hari dan Anda berhasil turun sekitar 5kg, berarti Anda hanya membutuhkan 1800 kalori/hari untuk menjaga berat badan Anda. Berat badan yang sedikit berarti membutuhkan energi yang sedikit pula untuk menjaga sel-sel dan jaringan untuk tetap hidup.
  3. Tubuh Terbiasa Dengan Latihan Yang Anda Lakukan
    Saat Anda melakukan gerakan tertentu pada waktu latihan, secara alami tubuh Anda akan mempelajari latihan tersebut dan menjadi terbiasa. Inilah mengapa Anda harus meningkatkan beban dan intensitas latihan Anda jika Anda ingin meningkatkan pembakaran kalori dalam tubuh Anda. Meningkatkan beban dan intensitas latihan juga berfungsi untuk membantu pembakaran lemak lebih banyak dan membantu pertumbuhan otot lebih optimal.
  4. Terlalu Banyak Mengurangi Kalori
    Perlu Anda ketahui jika tubuh Anda tetap membutuhkan asupan kalori sebagai sumber energi. Apabila jumlah kalori yang dikonsumsi lebih kecil dari kalori yang digunakan, berat badan akan berkurang karena cadangan energi dari lemak akan digunakan. Sebaliknya, apabila jumlah kalori yang masuk lebih besar dari kalori yang digunakan, berat badan akan meningkat. Pilihan terbaik adalah dengan mengonsumsi kalori sesuai dengan aktivitas yang Anda lakukan tidak kurang dan tidak lebih. Mengonsumsi kalori sesuai kebutuhan merupakan cara bijak untuk membuat tubuh Anda lebih sehat dan menjaga berat badan tetap ideal.
  5. Sering Makan Di Luar
    Tidak jarang pula teman-teman Anda mengajak untuk makan di luar untuk acara tertentu atau hanya sekedar mengisi waktu luang. Saat makan di luar pasti ada kecenderungan untuk mengonsumsi makanan tak sehat, misalnya makanan cepat saji. Jenis makanan ini mengandung banyak sekali gula tambahan, lemak, dan zat aditif lainnya yang dapat merugikan kesehatan. Selain itu, jika dikonsumsi secara rutin, makanan cepat saji dapat memicu obesitas dan penyakit kronis seperti serangan jantung dan diabetes.
Menjaga berat badan membutuhkan usaha yang sama kerasnya dengan saat Anda menurunkannya. Disiplin dalam menjaga pola hidup sehat merupakan senjata yang efektif untuk menjaga berat badan. Dengan berat badan ideal, Anda pun dapat hidup lebih ideal.

source:duniafitnes.com/

December 6, 2011

5 Penyebab Merasa Tetap Lapar Meski Sudah Makan



Saat makan, Anda bisa mendapatkan berbagai nutrisi penting seperti vitamin, mineral, dan zat gizi lain yang dapat melindungi tubuh Anda dari serangan penyakit. Nah, yang menjadi pertanyaannya adalah, pernahkah Anda mengalami lapar sesaat setelah Anda makan? Jika pernah, Anda tidak perlu khawatir karena ini merupakan hal yang wajar.
Lapar merupakan alarm alami bahwa tubuh kita membutuhkan makanan. Tubuh memerlukan makan sebagai bahan bakar untuk beraktivitas. Makan merupakan rutinitas yang tidak boleh Anda lewatkan apapun kondisinya, baik saat Anda berdiet, sibuk dengan pekerjaan dan sebagainya. Makan memungkinkan tubuh tercukupi kebutuhan nutrisinya. Nutrisi dari makanan diperlukan tubuh untuk tumbuh berkembang dan menjaga kesehatan secara keseluruhan.
Berikut 5 hal yang dapat membuat Anda lapar setelah makan
  1. Tidak Mengonsumsi Sayuran
    Usahakan tetap memasukkan sayuran dalam setiap menu masakan Anda. Sayuran banyak mengandung folat yang baik untuk mengatasi kelelahan, depresi, dan kelebihan berat badan. Sayuran hijau juga tinggi vitamin K, yaitu bertugas mengatur insulin untuk membantu mencegah rasa lapar setelah makan.
  2. Dehidrasi
    Saat kekurangan cairan tubuh akan mengirimkan sinyal lapar, sama halnya saat tubuh butuh makanan. Jika Anda merasa lapar padahal baru saja makan cobalah minum banyak air, bisa jadi itu bukan lapar tapi kekurangan cairan.
  3. Terlalu Banyak Minum Soda
    Minuman bersoda, es teh, dan semua minuman yang bercitarasa manis merupakan sumber fruktosa tinggi. Sebuah penelitian dari University of California menyatakan bahwa fruktosa dapat mengelabui otak untuk makan lebih banyak lagi, bahkan saat Anda sudah kenyang. Fruktosa menghambat kemampuan tubuh untuk menggunakan leptin, yaitu hormon yang memberitahu bahwa perut Anda sudah kenyang.
  4. Gangguan Visual
    Tidak jarang pula saat Anda selesai makan, Anda melihat makanan tertentu yang mengundang selera. Hal inilah yang merangsang otak Anda untuk memunculkan kembali rasa lapar, padahal sebenarnya perut Anda sudah kenyang.
  5. Terlalu Banyak Makan Makanan Kalengan
    Sebagian besar makanan kalengan banyak mengandung bahan kimia seperti bisphenol-A, ataupun BPA. Zat kimia ini dapat menyebabkan leptin menjadi abnormal sehingga memicu rasa lapar datang terus-menerus, yang pada akhirnya membuat berat badan Anda bertambah.
Bagi Anda yang sedang diet, memang dianjurkan untuk makan lebih sering, tapi dalam porsi yang lebih kecil. Namun, jika Anda menuruti rasa lapar dengan makan terlalu banyak, maka bersiap-siaplah untuk menambah ukuran baju Anda. Oleh karena itu, jaga berat badan ideal Anda dengan menjalankan diet sehat dan dapatkan manfaat kesehatannya bagi tubuh Anda.

source:duniafitnes.com
peluang usaha

Beberapa Hal yang Perlu diketahui Mengenai Medical Checkup


Bila Anda berusia di atas 35 tahun dan akan membeli asuransi yang bernilai pertanggungan besar, Anda mungkin disyaratkan untuk melakukan medical checkup. Bila Anda bekerja di perusahaan, Anda juga mungkin mendapatkan fasilitas dari kantor untuk melakukan medical checkup. Banyak perusahaan besar yang bahkan mewajibkan para eksekutifnya untuk melakukan medical checkup setiap tahun. Namun, siapa pun Anda,  bila Anda sudah berusia di atas 35 atau bahkan 40 tahun, sangat disarankan bagi Anda untuk melakukan medical checkup secara rutin.
'Check-up' photo (c) 2010, Army Medicine - license: http://creativecommons.org/licenses/by/2.0/

Apakah medical checkup?

Medical checkup adalah pemeriksaan kesehatan yang bertujuan untuk mengetahui status kesehatan Anda, bukan untuk mendiagnosis gejala atau mengobati penyakit.
Medical checkup mencakup serangkaian wawancara dan pemeriksaan kesehatan. Jenis-jenis dan lingkup pemeriksaan kesehatan dalam medical checkup bervariasi, tergantung keperluan dan permintaannya. Pada umumnya medical checkup bertujuan untuk mendeteksi secara dini bila ada masalah kesehatan tersembunyi yang belum menunjukkan gejala, terutama penyakit-penyakit kardiovaskular, penyakit ginjal, penyakit liver dan diabetes mellitus. Selain mendeteksi dini penyakit, medical checkup juga menentukan tingkat kebugaran dan kesehatan umum.

Prosedur Medical Checkup

Medical checkup dapat dilakukan oleh internis atau dokter umum yang berkualifikasi melakukannya. Prosedurnya dapat meliputi beberapa langkah berikut:
  • Wawancara riwayat kesehatan. Dokter akan menanyakan kondisi umum, penyakit dan operasi yang pernah Anda jalani atau obat-obatan yang diambil. Dia juga menanyai gaya hidup Anda, seperti apakah Anda merokok, pola makan Anda, apakah Anda teratur berolahraga dan lainnya. Dia juga akan menanyakan apakah ada penyakit tertentu yang menurun di keluarga Anda, seperti diabetes melitus, serangan jantung atau kanker.
  • Pemeriksaan fisik secara menyeluruh dan diagnosis lebih lanjut untuk menentukan kesehatan umum, misalnya: pengukuran tekanan darah, detak jantung, denyut nadi, pemeriksaan pernapasan, kulit, abdomen, leher, kelenjar getah bening dan refleks saraf. Dengan cara ini dokter dapat menemukan, misalnya, bila ada tanda-tanda penyakit paru obstruktif kronik (PPOK) dan hipertensi. Dokter juga perlu mengukur tinggi dan berat badan untuk menghitung indeks massa tubuh. Indeks masa tubuh di atas normal meningkatkan risiko berbagai penyakit.
  • Pemeriksaan pendukung. Dokter akan merujuk Anda untuk mendapatkan tes darah dan tes urin rutin di laboratorium. Pemeriksaan darah dan urin terutama untuk mengidentifikasi kemungkinan gangguan metabolik (misalnya diabetes melitus) atau penyakit ginjal. Untuk tujuan ini, dokter perlu mengetahui tingkat glukosa darah dan lipid darah (misalnya trigliserida dan kolesterol). Untuk mengukur tingkat kebugaran dan kesehatan jantung Anda, dokter bisa meminta Anda mengikuti pemeriksaan dengan threadmill.
  • Wawancara akhir. Dalam wawancara akhir, dokter membahas hasil-hasil medical check up dengan Anda  dan langkah-langkah berikutnya. Dia akan menyusun profil risiko Anda untuk penyakit kardiovaskular dan penyakit lainnya dan memberikan saran-saran untuk meningkatkan tingkat kesehatan dan kebugaran Anda. Pemeriksaan lebih lanjut (mungkin oleh dokter rujukan), misalnya pemeriksaan EKG untuk penyakit jantung,  hanya perlu dilakukan jika ada kecurigaan penyakit. Bila tingkat kesehatan Anda secara umum baik, medical check up berikutnya bisa Anda lakukan dua tahun kemudian.

source:majalahkesehatan.com

December 2, 2011

Gelar Dokter Spesialis dan Artinya (Ke Dokter Mana Kita Harus Berobat ?)


Profesi Dokter dengan Brand Imagenya sebuah stetoskop (dari www.minimumsalaris.com)

Bagi masyarakat awam gelar dokter adalah istilah sehari-hari, hampir semua orang mengerti dan tahu apa dan bagaimana dokter itu. Tapi seiring dengan kecenderungan spesialisasi kedokteran-dan ini juga terjadi di lapangan profesi lain- maka gelar-gelar dokter yang lain semakin banyak sesuai dengan bidang spesialisasinya. Beberapa gelar spesialisasi mungkin sudah dikenal cukup luas, namun masih banyak pula yang belum diketahui oleh masyarakat awam.

Nah tulisan ini sekedar memberikan penjelasan singkat tentang gelar-gelar spesialis tersebut serta bidang tugas mereka. Semoga bisa bermanfaat terutama bagai mereka yang sehari-hari lewat jalan dimana papan praktek dokter terpampang lengkap dengan semua embel-embel gelarnya, dan ingin tahu apa arti dari singkatan gelar-gelar tersebut.
  1. Sp.PD: Spesialis Penyakit Dalam. Gelar ini saya kira cukup jelas, hanya saja banyak pula sub spesialis di dalamnya, dimana seorang Sp.PD menjadi ahli di dalamnya. Biasanya gelar tambahan ini banyak dimiliki oleh dokter sekaligus dosen di fakultas kedokteran. Contohnya: KGH: Konsultan Ginjal Hipertensi, KGEH: Konsultan Gastro-Entero-Hepatologi, KKV: Konsultan Kardiovaskular, KHOM: Konsultan Hematologi-Onkologi Medik, dan lain-lain. Ada kemungkinan sub-sub bagian ini akan berkembang menjadi spesialisasi sendiri di masa yang akan datang seperti yang sudah terjadi pada beberapa sub bagian penyakit dalam tertentu.
  2. Sp.P: Spesialis Paru. Ini merupakan pengembangan sub bagian penyakit dalam menjadi spesialisasi sendiri. Spesialis ini menangani berbagai penyakit paru-paru.
  3. Sp.JP: Spesialis Jantung dan pembuluh. Merupakan pengembangan spesialisasi dari penyakit dalam. Ahli ini menangani pasien jantung dengan kemampuan untuk melebarkan atau  memasang cincin pada penyempitan pembuluh koroner yang menyebabkan serangan jantung, memasang alat pacu jantung, dan berbagai tindakan invasif lainnya.
  4. Sp.A: Spesialis Anak. Ini mungkin selevel dengan Sp.PD dalam cakupan ruang lingkup tugas dan tanggungjawabnya,hanya bedanya mereka  menangani pasien anak. Berbeda dengan Sp.PD, Sp.A nampaknya tidak membakukan gelar-gelar konsultan sub bagian seperti pada Sp.PD. Hanya saja di belakang gelar Sp.A biasanya ditambah dengan hurup K yang artinya konsultan jadi gelarnya menjadi Sp.A(K).
  5. Sp.S: Spesialis Saraf. Menangani penyakit-penyakit saraf atau terkait dengan fungsi otak, saraf tulang belakang, dan saraf tepi. Penyakit-penyakit seperti stroke, kelumpuhan, ayan atau epilepsi adalah contoh penyakit yang ditangani oleh spesialisasi in. Untuk konsultan biasanya di tambah pada bagian akhir dengan huruf K : Sp.S(K)
  6. Sp.PK: Spesialis Patologi klinik. Dokter ini lebih banyak bertugas di laboratorium untuk memeriksa dan menginterpretasi pemeriksaan laboratorium pasien, contohnya pemeriksaan darah, pemeriksaan cairan otak, pemeriksaan lab yang lain. Biasanya mereka tidak membuka praktek sendiri dengan gelar spesialisnya, tapi kadang mereka berpraktek sebagai dokter umum. Untuk konsultan memakai tambahan hurup K.
  7. Sp.PA: Spesialis Patologi Anatomi. Spesialis ini juga lebih banyak bekerja di laboratorium, hanya saja yang mereka periksa adalah sel dan jaringan tubuh. Sebagai contoh apabila seseorang memiliki benjolan di payudara, maka dokter spesialis ini bisa mengambil contoh benjolan tersebut untuk diperiksa untuk menentukan apakah benjolan tersebut jinak atau ganas. Sering dokter spesialis bidang lain mengirim contoh jaringan ke Sp.PA untuk mendapatkan masukan tentang diagnosis dan pengobatan pasiennya. Untuk konsultan memakai huruf K.
  8. Sp.R: Spesialis Radiologi. Dokter ini bertugas melakukan pemeriksaan image atau gambar-gambar medis seperti foto rontgen, CT-Scan, MRI, dan prosedur-prosedur lain untuk membantu mendiagnosis penyakit pasien dan pada keadaan tertentu mengobati pasien. Dokter ini juga memberikan terapi radiasi untuk pasien penderita kanker. Untuk konsultan memakai tambahan K.
  9. Sp.M: Spesialis Mata
  10. Sp. THT-KL: Spesialis Telinga Hidung Tenggorokan-Kepala dan Leher. Dulu hanya dipakai Sp.THT namun nampaknya spesialisasi ini mengembangkan bidang tugasnya. Untuk konsultan memakai huruf K
  11. Sp.OG:  Spesialis Obstetri Ginekologi atau spesialis kebidanan dan kandungan. Konsultan memakai huruf K
  12. Sp.And: Spesialis Andrologi. Spesialis yang menangani kelainan-kelainan terkait hormon seksual pada laki-laki. Pasien-pasien disfungsi ereksi, dan gangguan seksual lainnya bisa berkonsultasi pada dokter spesialis ini.
  13. Sp.MK: Spesialis Mikrobiologi Klinik. Dokter yang bertugas mengidentifikasi kuman yang menyebabkan penyakit pada pasien. Lebih banyak bekerja di laboratorium.
  14. Sp.B: Spesialis Bedah. Biasanya disebut juga spesialis bedah umum karena bisa menangani berbagai penyakit yang memerlukan pembedahan. Biasanya untuk menjadi dokter bedah yang lebih khusus, mereka harus menjadi Sp.B dulu, namun kini hal tersebut mulai berubah dan sudah ada yang membolehkan langsung ke spesialis bedah yang lebih khusus.
  15. Sp.BD: Spesialis Bedah Digestif. Spesialis bedah untuk penyakit organ-organ pencernaan seperti usus, hati, pankreas, kantong empedu.
  16. Sp.BOT: Spesialis Bedah Orthopedi dan Traumatologi, menangani pembedahan tulang, otot dan ligamen (jaringan yang menyambung otot dan tulang), serta keadaan yang diakibatkan oleh trauma atau luka akibat kecelakaan, bencana dan sebagainya.
  17. Sp.BS: Spesialis Bedah Saraf. menangani pembedahan saraf seperti otak, tulang belakang, dan saraf-saraf yang lain.
  18. Sp.BTKV: Spesialis Bedah Thoraks Kardiovaskular. Menangani bedah pada organ dada termasuk jantung dan pembuluh darah jantung, dan paru-paru
  19. Sp.BP: Spesialis Bedah Plastik
  20. Sp.BA: Spesialis Bedah Anak
  21. Sp.BOnk: Spesialis Bedah Onkologi. Dokter yang menangani pembedahan tumor dan kanker.
  22. Sp.U: Spesialis Urologi. Dulu disebut Sp.BU Spesialis Bedah Urologi. Menangani pembedahan ginjal dan saluran kemih, dan alat kelamin.
  23. Sp.GK: Spesialis Gizi Klinik. Menangani perawatan gizi pada penyakit seperti pada diabetes, kegemukan dan keadaan-keadaan lain yang memerlukan penanganan gizi. Spesialis ini relatif masih baru. Saat ini pendidikannya hanya ada di Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin Makassar.
  24. Sp.RM: Spesialis Rehabilitas Medik. Dokter ini bertugas untuk melakukan rehabilitasi fungsi-fungsi fisik dan organ yang mengalami gangguan akibat kondisi dan penyakit tertentu  misalnya pasien pasca stroke yang kesulitan berbicara dan berjalan, pasien dengan fungsi paru yang menurun akibat penyakit paru kronis atau menahun dan lain-lain.
  25. Sp.KK: Spesialis kulit dan Kelamin. Dokter spesialis ini adapula yang lebih terkonsentrasi ke kecantikan dan kosmetik.
  26. Sp.An: Spesialis Anestesiologi. Dokter spesialis yang bertugas melakukan pembiusan serta penanganan pasien-pasien di ICU. sekarang telah berkembang pula sub spesialisasi atau konsultan dari bidang ini sebagai contoh: Sp.An-KIC Spesialis Anastesi-Konsultan Intensive Care atau intensivist yang merupakan sub bagian yang mendalami penanganan pasien-pasien gawat di ICU.
  27. Sp.KJ: Spesialis Kedokteran Jiwa. Ahli inilah yang menangani pasien-pasien jiwa (gila), gangguan mental lainnya. Masyarakat masih sering bingung membedakan dokter untuk orang gangguan mental. Sering orang bilang bahwa orang gangguan dengan mental perlu perawatan dokter saraf padahal itu bagian Sp.KJ.
Daftar di atas sangat mungkin tidak lengkap dan tidak komprehensif. Ada kecenderungan terjadinya spesialisasi ke arah yang lebih sempit lagi sedang terjadi sekarang ini, serta kadang-kadang adanya tumpang tindih diantara bidang tugas dokter-dokter spesialis tersebut. Jadi satu penyakit tertentu bisa saja diterapi oleh satu atau lebih bidang spesialisasi. Sebagai contoh penyakit pembesaran kelenjar tiroid atau gondok dulunya menjadi bidang garapan ahli bedah, namun sekarang juga menjadi milik Sp.THT-KL.

Berprofesi sebagai dokter menuntut kemauan dan kemampuan belajar secara terus menerus untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam menangani pasien. Dokter dengan bidang spesialisasi yang sama seringkali punya pengetahuan dan keterampilan yang sangat berbeda, oleh karena itu pasien juga memiliki tanggungjawab untuk bersikap kritis dan mungkin perlu untuk mencari `second opinion` terkait diagnosis dan pengobatannya. Second opinion ini berasal dari dokter lain dengan bidang keahlian yang sama yang meninjau kasus dan data-data pasien untuk memberikan pendapat profesionalnya tentang bagaimana diagnosis dan pengobatan pasien tersebut. Second opinion bisa saja mengkomfirmasi keputusan dokter pertama atau berlainan, atau menambah beberapa pendapat tentang diagnosis dan pengobatan.

Namun dikalangan dokter, ada kewajiban merujuk pasien kepada dokter yang lebih ahli dan berpengalaman jika mengetahui bahwa kemampuannya tidak cukup untuk menangani kasus tertentu atau hasil evaluasi tindakan dan pengobatannya tidak memberikan hasil sesuai yang diharapkan.
Jadi kombinasi antara kewajiban dokter merujuk dan terbukanya peluang pasien mencari second opinion, secara teoretis bisa meningkatkan kualitas pelayanan dan kepuasan kepada pasien. Namun fakta lapangan tentunya tidak pernah atau jarang semanis dengan teori, bukan?

Sangat sering dalam penanganan medis, seorang pasien ditangani oleh lebih dari satu orang dokter yang tergabung dalam satu tim agar penanganannya menjadi lebih komplit. Hanya saja hal ini juga mengakibatkan biaya pelayanan kesehatan yang harus dibayar pasien menjadi lebih banyak.
Perlu pembaca ketahui bahwa kecenderungan dokter-dokter indonesia memakai terlalu banyak gelar, setahu saya sangat berbeda dengan yang terjadi diluar negeri dimana dokternya hanya memakai gelar MD saja (Medical Doctor) tanpa tambahan embel-embel spesialisasinya. Dokter di luar negeri yang  ahli atau spesialis dalam bidang tertentu tidak memakai gelar spesialis di depan atau di belakang namanya.

Perbedaan  ini menjadi menarik untuk didiskusikan dari berbagai perspektif. Mungkinkah ini terkait dengan kecenderungan di masyarakat kita yang menjadikan gelar akademik sebagai lambang status sosial? Ataukah ini tanda bahwa jiwa feodalisme masih bercokol di tengah-tengah kita?


Source:http://aminuddin01.wordpress.com
peluang usaha

November 28, 2011

Lagi, Gejala stroke



Gejala StrokeGejala stroke muncul akibat daerah otak tertentu tak berfungsi, karena terganggunya aliran darah ke daerah tersebut. Gejala yang muncul bervariasi, tergantung bagian otak mana yang terganggu.

Gejala akibat gangguan sistem karotis :


  • Gangguan sensibilitas (merasa nyeri, rasa terbakar, mati rasa, perasaan geli-geli, seperti ditusuk-tusuk) di daerah wajah serta lengan dan tungkai sesisi
  • Kelumpuhan dari tingkat ringan sampai total pada lengan dan tungkai sesisi
  • Gangguan penglihatan, dapat berupa kebutaan satu sisi atau kebutaan separuh lapangan pandang
  • Gangguan gerak bola mata, dapat berupa mata melirik kearah satu sisi, mengeluh penglihatan rangkap/dobel, mengeluh benda yang dilihatnya bergerak serta turun naik
  • Gangguan emosional
  • Gangguan menelan
  • Gangguan dalam kontrol kencing
  • Mulut perot
  • Bicara menjadi pelo
  • Gangguan komunikasi
  • Kesulitan menyampaikan pikiran melalui kata-kata atau tulisan
  • Seringkali kata-kata yang terpikir dapat terucapkan tetapi susunan gramatikanya membingungkan
  • Kesulitan untuk mengerti bahasa lisan maupun tulisan
  • Kehilangan hampir seluruh kemampuan bahasanya
  • Lupa akan nama-nama orang atau benda-benda tertentu
  • Kesulitan memahami barang yang dilihat, namun dapat mengerti jika meraba atau mendengar suaranya
  • Tidak mengenali bagian tubuhnya sendiri, seperti membedakan antara kiri dan kanan
  • Koordinasi gerakan dan ucapan yang buruk
  • Tak mampu mengukur jarak atau ruang yang ingin dijangkaunya
  • Kehilangan kemampuan musik yang dipunyainya
  • Kehilangan kemampuan mengenal warna

Gangguan pada sistem vertebrobasilaris:


  • Gangguan gerak bola mata
  • Bola mata bergoyang-goyang
  • Kehilangan keseimbangan
  • Jalan sempoyongan
  • Pusing berputar/buyer dan muntah-muntah
  • Gangguan sensibilitas dan motorik sesisi
  • Gangguan pendengaran

source:strokebethesda.com
peluang usaha

November 27, 2011

Mencegah Stroke datang Kembali


Serangan stroke ulang terjadi pada lebih dari 20% kasus stroke. Stroke ulang memberikan dampak yang lebih buruk daripada serangan stroke yang pertama. Berbagai hal dapat dilakukan untuk mencegah serangan stroke ulang, yaitu:
A. Perubahan pola hidup
  • Berhenti merokokMencegah Stroke datang kembali
  • Pertahankan indeks massa tubuh dibawah 25
  • Olahraga
  • Hindari stress
  • Hentikan penggunaan obat terlarang
B. Modifikasi faktor risiko
  • Hipertensi, diatasi dengan perubahan pola hidup, dan penggunaan obat anti hipertensi. Obat anti hipertensi yang terbukti dari uji klinik adalah golongan ACE inhibitor dan diuretik
  • Penyakit jantung, dengan penggunaan anti platelet dan anti koagulan
  • Diabetes, diatasi dengan diet dan penggunaan obat anti hiperglikemia oral atau insulin
  • Dislipidemia, diatasi dengan penggunaan obat penurun lipid dan diet
C. Penggunaan obat
Pada kasus stroke iskemik beberapa obat yang memiliki sifat anti platelet/ anti thrombotik sangat dianjurkan. Obat-obatan tersebut antara lain adalah:
  • Antiplatelet
    • Aspirin dengan dosis 81 mg sampai dengan 325 mg/ hari
    • Aspirin dengan dipiridamole lepas lambat
    • Clopidogrel satu tablet per hari, atau ticlopidine 250 mg/ 12 jam pada pasien-pasien yang tidak toleran terhadap aspirin
    • Cilostazol 100 mg/ 12 jam
  • Anti koagulan pada kasus-kasus terpilih
    • Stroke kardio embolik
    • Riwayat MI 4 bulan sebelumnya
    • Pasien dengan Patent Foramen Ovale
    • Katup jantung mekanik
    • Atrial fibrilasi
    • Oklusi arteri basilaris
    • Trombosis vena serebral
    • Sindroma anti phospholipid
    • Oklusi arteri carotis interna
    • Stenosis arteri carotis interna lebih dari 75%, yang gagal dengan antiplatelet, dan bukan merupakan kandidat endarterectomy
  • Penggunaan obat untuk faktor risiko, misalnya: obat anti hipertensi, obat untuk diabetes, dan obat untuk kolesterol darah yang tinggi.

source:strokebethesda.com

Artikel Menarik Lainnya...

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More