Download

December 26, 2011

Second Opinion, Kapan Anda Perlukan?


Kadang-kadang, Anda sebagai pasien tidak setuju atau ragu-ragu dengan pendapat dokter Anda. Anda mungkin merasa dokter Anda terlalu terburu-buru memeriksa kondisi Anda sehingga mungkin melewatkan sesuatu. Atau Anda yang pada awalnya meyakini pendapat dokter Anda setelah membaca sendiri berbagai referensi–misalnya dari internet– atau mendengar pendapat orang lain, kemudian menjadi ragu-ragu. Anda tidak yakin dengan diagnosis dan saran pengobatan yang diberikannya. Dalam kondisi demikian, Anda mungkin perlu mencari pendapat kedua atau “second opinion”.


Apakah pendapat kedua?

'PHR-IL's Second Surgical Day in Tul Karem, West Bank, 4.6.10' photo (c) 2010, Physicians for Human Rights - Israel - license: http://creativecommons.org/licenses/by-sa/2.0/Pendapat kedua adalah pendapat dari dokter selain yang pertamakali memeriksa Anda. Tujuannya adalah untuk mendapatkan perspektif yang berbeda. Dokter kedua tersebut biasanya adalah dokter dengan bidang keahlian yang sama dengan dokter pertama. Misalnya, bila Anda ragu-ragu dengan pendapat dokter jantung Anda, Anda dapat mencari pendapat kedua dari dokter jantung lain. Namun, Anda juga bisa meminta pendapat kedua dari dokter yang memiliki spesialisasi berbeda. Misalnya, bila Anda telah mendapatkan diagnosis kanker prostat dari dokter bedah urologi, Anda dapat mencari pendapat kedua dari dokter spesialis kanker (onkologi).
Dokter kedua sebaiknya independen, yaitu tidak dipengaruhi oleh pendapat dokter pertama. Anda perlu memilih dokter lain yang tidak memiliki hubungan dekat dengan dokter Anda. Misalnya, Anda memilih dokter di rumah sakit yang berbeda. Dokter yang berpraktek di tempat yang sama cenderung memiliki perspektif yang sama. Anda memerlukan perspektif yang segar. Rumah sakit pendidikan dan rumah sakit rujukan biasanya merupakan tempat yang baik untuk mendapatkan pendapat kedua karena mereka lebih mengikuti perkembangan ilmu dan teknologi kedokteran terkini.
Pendapat kedua tidak sama dengan rujukan. Ketika dokter meminta Anda mengunjungi dokter lain yang lebih spesialis, maka itu adalah rujukan, bukan pendapat kedua. Misalnya, dokter penyakit dalam mungkin merujuk Anda ke dokter ahli jantung bila masalah Anda dianggap sudah memerlukan penanganan ahli jantung. Kadang-kadang, dokter Anda juga dapat meminta pendapat dokter lain yang memiliki keahlian di luar spesialisasinya namun masih terkait dengan penyakit yang ditangani. Dalam hal ini, pendapat dokter kedua merupakan bagian dari pendapat keseluruhan dokter pertama sehingga umumnya tidak disebut sebagai pendapat kedua.


Hak atas pendapat kedua

Pendapat kedua adalah hak Anda sebagai pasien. Anda tidak perlu meminta izin dari dokter Anda untuk mendapatkannya. Anda berhak untuk mendapatkan informasi yang lengkap tentang penyakit Anda, pilihan pengobatan, risiko, efek samping dan tingkat keberhasilannya. Dalam pertemuan yang singkat, kadang-kadang dokter Anda tidak dapat memuaskan kebutuhan Anda. Selain itu, tidak ada dokter yang dapat mengetahui segalanya atau membuat keputusan yang tepat setiap saat.


Kapan Anda perlu pendapat kedua?

Anda mungkin perlu mendapatkan pendapat kedua dalam kasus-kasus berikut:
  • Anda setuju dengan dokter Anda, tetapi ingin mendapatkan peneguhan.
  • Anda merasa pendapat dokter Anda tidak jelas, membingungkan atau kurang meyakinkan.
  • Anda merasa diagnosis Anda tidak cocok dengan keluhan yang dirasakan sehingga meragukannya.
  • Anda merasa bahwa penyebab gejala Anda tidak ditemukan atau tidak sepenuhnya dieksplorasi.
  • Anda disarankan untuk menjalani pembedahan, tetapi Anda merasa terapi non-bedah mungkin masih dapat dilakukan.
  • Anda diberi beberapa saran pengobatan, tetapi Anda kesulitan memilih.
  • Anda telah menjalani perawatan tetapi kondisi Anda tidak kunjung membaik.
  • Dokter Anda mengatakan bahwa kondisi Anda baik-baik saja, tetapi Anda tidak merasa demikian.
  • Dokter Anda merekomendasikan pengobatan yang menurut Anda tidak diperlukan.
  • Dokter Anda mengatakan bahwa dia tidak bisa berbuat apa-apa lagi untuk penyakit Anda.
  • Anda merasa dokter Anda kurang mengikuti perkembangan ilmu dan keahliannya.
  • Dokter Anda menyarankan untuk meminta pendapat kedua dari dokter lain.


Memanfaatkan Pendapat kedua

Setelah mendengar pendapat kedua, Anda mungkin menjadi lebih terinformasi, bahkan jika dokter kedua memberikan kesimpulan yang sama. Namun, ada kemungkinan bahwa dokter kedua memiliki kesimpulan yang berbeda. Para dokter memiliki pelatihan, pengalaman dan kebijakan yang berbeda-beda. Sebagian dokter lebih konservatif, sedangkan yang lainnya lebih agresif. Menghadapi masalah medis yang sama mereka dapat memiliki pendapat yang berbeda. Menurut statistik di Amerika, peluang kesimpulan yang berbeda adalah 25%. Angka di Indonesia tidak diketahui. Jika hal itu terjadi, maka Anda harus membuat pilihan mengenai pendapat siapa yang lebih Anda percayai.

source:majalahkesehatan.com

0 comments:

Post a Comment

Artikel Menarik Lainnya...
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More