Download

7 Makanan Lezat Rendah Kalori Untuk Menurunkan Berat Badan

Beberapa Makanan Sehat Lezat tetapi rendah kalori yang bisa dikonsumsi untuk menurunkan berat badan anda..

Kenapa Sarapan Penting Untuk Menurunkan Berat Badan?

Penjelasan singkat tentang arti penting sarapan dalam proses menurunkan berat badan...

5 Tips Agar Tetap Termotivasi dalam Menurunkan Berat Badan

5 Tips sederhana agar kita tetap termotivasi dalam proses menurunkan berat badan...

12 Langkah Awal Menurunkan Berat Badan Anda

12 Panduan sederhana sebagai langkah awal menurunkan berat badan

6.5 Kesalahan Paling Fatal Dalam ber-Diet

Beberapa Kesalahan Fatal yang sering dilakukan oleh orang-orang yang menjalankan program diet...

December 5, 2007

10 Foods You Can't Live Out!

Hidup di jaman yang serba instant membuat kita melakukan segalanya dengan cepat pula, termasuk untuk makanan. Ada baiknya jika kita mengimbangi masukan makanan dengan konsumsi makanan yang menyehatkan, apalagi jika makanan itu bisa memperlambat proses penuaan, meningkatkan daya tahan tubuh, melawan efek polusi, mencegah kanker, dan mengurangi risiko penyakit jantung serta osteoporosis.

Ada 10 jenis makanan yang bisa membantu Anda mendapatkan efek-efek tersebut. Jenis makanan seperti apakah itu?

Beras Merah

Nasi adalah makanan pokok orang Indonesia, tapi kita biasanya mengonsumsi beras putih. Jika Anda ingin mendapatkan manfaat lebih dari nasi, cobalah mengonsumsi beras merah. Beras merah adalah sumber protein yang baik, sumber mineral seperti selenium yang dapat meningkatkan daya tahan tubuh, dan sumber vitamin B yang dapat menyehatkan sel-sel saraf dan sistem pencernaan. Beras merah juga memiliki kandungan serat yang tinggi sehingga dapat mencegah konstipasi.

Jeruk

Jeruk adalah buah yang kaya akan vitamin C, beta karoten dan bioflavonoid yang bersifat antioksidan. Vitamin C penting untuk daya tahan tubuh terhadap infeksi, dan bersama dengan flavonoid dapat meningkatkan absorpsi zat besi dalam tubuh.

Aprikot

Aprikot juga memiliki beta karoten dan vitamin C, yaitu antioksidan yang mampu menyapu bersih radikal bebas dalam tubuh. Aprikot segar adalah salah satu sumber beta karoten terbaik. Beta karoten adalah antioksidan yang berhubungan erat dengan rendahnya risiko katarak, stroke, penyakit jantung, dan beberapa jenis kanker. Aprikot juga kaya akan serat larut yang dapat menjaga kadar gula darah tetap normal dan membantu mengatasi konstipasi, juga menurunkan kadar kolesterol dalam darah.

Brokoli
Brokoli, seperti halnya sayuran berwarna hijau tua lainnya, kaya akan kalsium dan juga memiliki sifat anti kanker karena kandungan beta karoten, vitamin C dan serat. Studi di Amerika mengungkapkan bahwa mereka yang rutin mengonsumsi brokoli tiap hari memiliki risiko kanker paru-paru lebih rendah.

Salmon

Sebuah riset mengindikasikan bahwa konsumsi 150 gram tiap hari ikan yang memiliki kadar minyak tinggi, seperti salmon, dapat membantu mengatasi gejala-gejala psoriasis, yaitu salah satu gangguan kulit kronis. Ikan salmon juga memiliki kandungan EPA (eicosapentanoic acid) dan DHA (docosahexaenoic acid). Kedua zat tersebut dapat mengurangi risiko penggumpalan darah dan mencegah penumpukan lemak di dinding pembuluh darah.

Kacang Ginjal

Kacang ginjal atau kidney bean adalah sumber protein yang rendah lemak dan juga mengandung serat khusus yang dapat membantu menurunkan kadar kolesterol dalam tubuh. Suatu penelitian mengungkapkan bahwa jika kacang ginjal ditambahkan pada pola makan orang-orang dengan kadar lemak dan kolesterol yang tinggi dalam darah, ternyata kadar kolesterol dan lemaknya menurun. Sifat penurun kolesterol dan lemak dari kacang ini kemungkinan berasal dari kandungan protein dan seratnya.

Oat

Sumber karbohidrat yang rendah lemak ini menghasilkan energi yang dilepaskan secara perlahan, juga mengandung.serat larut yang dapat membantu menurunkan kadar kolesterol dalam darah. Penambahan oat ke menu makanan sebanyak 30-40 gram/hari, digabung dengan menu diet rendah lemak, dapat mengurangi kadar kolesterol sampai 9%.

Walnut

Suatu penelitian menunjukkan bahwa mereka yang mengonsumsi walnut setidaknya empat kali seminggu memiliki risiko serangan jantung lebih rendah 50% dibanding mereka yang tidak makan walnut. Para ahli menemukan bahwa mereka yang menambahkan walnut dalam diet rendah kolesterol ternyata mampu mengurangi kadar LDL 15% lebih rendah daripada diet tanpa walnut.

Minyak Zaitun

Kaya akan asam lemak tak jenuh tunggal, minyak zaitun dapat mengurangi risiko penyakit jantung, dan juga sumber vitamin E yang baik untuk melawan penuaan. Mengurangi konsumsi lemak padat dan menggantinya dengan minyak zaitun dapat mengurangi kadar kolesterol dalam darah hingga 10%. Dan pada setiap 1% pengurangan kolesterol, risiko terjadinya penyakit jantung koroner akan berkurang sebanyak 2%.

Apel

Apel mengandung vitamin C yang bersifat meningkatkan kekebalan tubuh dan melawan radikal-radikal bebas. Penelitian menunjukkan bahwa mengonsumsi apel secara rutin dapat menurunkan kadar kolesterol darah, terutama LDL (kolesterol jahat).


Sumber : Nature & Health Magazine, 2003

Lingkar Pinggang: Barometer Kesehatan Anda!

Banyaknya timbunan lemak di perut yang ditandai dengan perut membuncit sebaiknya jangan dipandang sebagai tanda kemakmuran. Lingkar pinggang yang membesar bisa menjadi indikator untuk melihat apakah seseorang berisiko terkena diabetes.

Berat badan berlebih atau kegemukan akan meningkatkan risiko seseorang terkena diabetes. Untuk mengukur tingkat obesitas, kita bisa menggunakan ukuran indeks massa tubuh (IMT) yang dihitung dari berat badan (kg) dibagi tinggi badan kuadrat (m2). Namun, IMT tidak mencerminkan distribusi timbunan lemak di dalam tubuh.

Untuk menilai timbunan lemak di perut, sebaiknya dilakukan pengukuran lingkar pinggang. Lingkar pinggang menunjukkan lemak di rongga perut yang merupakan tanda beberapa penyakit. Semakin tinggi kadar kolesterol jahat, maka semakin panjang ikat pinggang orang tersebut.

Lemak yang menumpuk di rongga perut lebih berbahaya daripada lemak di bagian bokong atau paha. Lemak di perut memiliki sel-sel lemak yang lebih besar sehingga terjadi penumpukan lemak yang berlebihan di jaringan adiposa dan akhirnya menghasilkan protein berbahaya.

Tim peneliti dari Prancis pernah melakukan penelitian terhadap 7.000 polisi Prancis yang meninggal antara tahun 1967-1984 karena serangan jantung. Setelah dilakukan pengukuran lingkar pinggang, ternyata kebanyakan polisi yang meninggal adalah pria berperut buncit. Perlu diketahui, ukuran pinggang yang perlu diwaspadai oleh pria adalah jika melebihi 90 cm, sedangkan untuk wanita, risiko tingginya kolesterol akan meningkat bila lingkar pinggangnya berukuran lebih dari 80 cm.

Selain menunjukkan tingginya kadar kolesterol jahat (LDL), lingkar pinggang juga menunjukkan resistensi insulin, yakni suatu keadaan di mana tubuh tidak dapat menggunakan insulin dengan baik. Bila dilakukan pemeriksaan darah, maka hasilnya akan ditemukan kadar gula darah yang tinggi, namun belum diabetes. Keadaan tersebut sering disebut dengan pre-diabetes.

Obesitas, hipertensi, dan tingginya kolesterol (dislipidemia) merupakan sebagian dari kumpulan gejala yang meningkatkan risiko penyakit jantung koroner dan diabetes (sindrom metabolik). Untuk mendeteksi adanya penyakit-penyakit tersebut, perlu dilakukan pemeriksaan laboratorium yang meliputi pemeriksaan glukosa darah, kolesterol HDL, trigliserida, dan adiponektin. Selain itu, pemeriksaan fisik yang dapat dilakukan adalah mengukur lingkar pinggang dan tekanan darah.

Orang yang memiliki risiko tinggi mengalami sindrom metabolik perlu melakukan berbagai upaya agar tidak berkembang menjadi penyakit berbahaya, antara lain dengan menurunkan berat badan, mendeteksi kelainan (pemeriksaan fisik dan lab), dan intervensi terhadap kelainan yang ditemukan. Meski terdengar mudah, namun pengaturan pola makan, membenahi gaya hidup dan menghindari stres terbukti efektif untuk memerangi penyakit berbahaya.

Diare?? Coba deh Makan Coklat

Sebuah unsur kimia dalam biji coklat dapat membatasi pembentukan cairan saat diare, demikian hasil sebuah penelitian yang dimuat dalam Journal of Nutrition.

Sejarah mencatat bahwa pemakaian coklat untuk mengatasi diare telah ada sejak abad 16. Nenek moyang dari Amerika Selatan dan Eropa yang tercatat melakukan hal tersebut. Tapi sejauh ini, tidak ada yang tahu secara pasti mengapa biji coklat dapat digunakan untuk itu.

Sebuah penelitian yang dilakukan oleh para ahli di Children's Hospital & Research Center Oakland dan Heinrich Heine University di Jerman untuk pertama kalinya menemukan bahwa suatu kandungan kimiawi dalam coklat yang dikenal dengan istilah flavonoid merupakan penyebab mengapa coklat dapat digunakan sebagai suplemen alami dalam membantu mengatasi diare.

Para peneliti mendapatkan bahwa flavonoid dari coklat dapat berikatan sekaligus menghambat sebuah protein usus yang disebut CFTR. CFTR ini merupakan protein yang mengatur sekresi cairan di usus halus. Dengan terhambatnya CFTR, kehilangan cairan secara berlebihan dapat dicegah.

Penelitian ini diharapkan dapat membawa kearah penemuan obat alami yang murah dan aman dalam membantu mengatasi diare.

Panduan Nutrisi yang Baru

Panduan nutrisi baru sedang dibuat di Amerika, agar setiap orang dapat mengkonsumsi makanan yang lebih sehat dan berolahraga. Saat ini hampir dua pertiga orang dewasa di Amerika mempunyai berat badan berlebih dan juga kegemukan, dan lebih dari tiga perlimanya kurang melakukan aktifitas fisik yang rutin.

Rekomendasi yang dibuat ini oleh The Dietary Guidelines Advisory Committee, akan melakukan beberapa perubahan dari panduan nutrisi tahun 2000. Rekomendasi ini akan diberikan pada departemen Agriculture and Health and Human Services. Masyarakat dapat memberikan komentarnya dalam 30 hari, sebelum dilakukan pertimbangan kembali dan kemudian akan ditetapkan sebagai panduan nutrisi yang baru.

Rekomendasi yang diberikan oleh ahli-ahli, antara lain:

1 Mengatur asupan kalori.

2 Mengkonsumsi makanan dalam kelompok makanan dasar, secara bervariasi.

3 Mengkonsumsi biji-bijian utuh dibanding biji-bijian olahan, untuk mengurangi
risiko penyakit jantung dan penyakit lainnya.

4 Mengurangi konsumsi garam harian, menjadi 2.300 mg.

5 Mengkonsumsi lebih banyak sayuran dan buah-buah untuk mencegah penyumbatan
pembuluh darah.

6 Porsi sayur dan buah-buahan ditingkatkan dari 5 porsi menjadi 13 porsi sehari.
Tapi untuk mereka yang aktif seperti remaja, dapat mengkonsumsi lebih.

7 Melakukan aktifitas sedang sedikitnya 30 menit sehari, tapi dapat dilakukan dua
kali lipat bila menginginkan penurunan berat badan.

Hati-hati Dengan Pengobatan Alternatif

Badan Kesehatan Dunia (WHO) memberi peringatan untuk lebih berhati-hati dalam menggunakan pengobatan alternatif, dari pengobatan akupunktur hingga tanaman obat dan makanan suplemen. Hal ini sehubungan dengan semakin banyak laporan tentang efek samping dan reaksi fatal dari pengobatan tradisional ini.

WHO juga memberikan bantuan informasi kepada konsumen di negara-negara, informasi yang dapat dipercaya sebelum mereka membeli obat itu secara bebas dan tanpa menanyakannya terlebih dahulu kepada dokter.

Obat tradisional yang sering diklaim 'baik', bukan berarti baik untuk semua orang dan dapat dikonsumsi setiap saat dalam jumlah banyak. Dan obat tradisional yang berasal dari alam, bukan berarti tidak mempunyai efek samping dan aman untuk digunakan.

Beberapa saat yang lalu, Badan Pengawasan Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) telah menarik makanan suplemen yang mengandung efedra atau Ma Huang. Di Cina, bahan alami ini digunakan untuk menyembuhkan batuk.

Tahun 2002, di Cina telah dilaporkan adanya efek samping obat-obat tradisional sebanyak 9.854 kasus, meningkat dua kali lipat dibanding tahun 1990. Beberapa penelitian di beberapa negara juga telah menemukan adanya kandungan bahan logam berat yang beracun bagi kesehatan. Ada juga yang mengandung narkotika yang menyebabkan ketergantungan pada produk obat tersebut.

Suplemen Efedra Dilarang Beredar
Badan Pengawasan Makanan dan Obat AS (FDA), ?akhirnya mengeluarkan larangan beredarnya suplemen yang mengandung Ephedra. Hal ini dikarenakan efek sampingnya yang dapat menyebabkan stroke dan serangan jantung.

Efedra, atau sering disebut dengan Ma Huang, berasal dari tumbuh-tumbuhan yang mengandung zat aktif Efedrin, yang sering diresepkan oleh dokter. Beberapa tahun terakhir ini sering ditemukan suplemen yang mengandung Efedra, karena dipercaya dapat meningkatkan energi, menurunkan berat badan dan untuk atlit, dapat untuk meningkatkan penampilannya.

Vitamin Ajaib

Penelitian besar di Belanda terhadap asam folat dan vitamin B lainnya menemukan, bahwa vitamin tersebut yang telah diketahui dapat mencegah cacat lahir yang berat dan serangan jantung, ternyata juga dapat membantu menghindari terjadinya patah tulang akibat osteoporosis.

Vitamin B telah diketahui dapat menurunkan kadar homosistein, yaitu suatu asam amino yang dihasilkan tubuh, biasanya dari hasil pemecahan protein daging yang kita makan. Homosistein dalam kadar yang tinggi dapat meningkatkan risiko serangan jantung, stroke dan penyakit Alzheimer. Penelitian yang baru menunjukkan bahwa kadar homosistein yang tinggi, akan meningkatkan patah tulang akibat osteoporosis sedikitnya dua kali lipat.

Cara utama untuk menurunkan kadar homosistein adalah dengan mengkonsumsi vitamin B dengan jumlah banyak. Vitamin B selain dapat diperoleh dalam suplemen, susu, sereal juga dapat ditemukan dalam sayuran dan buah yang kaya vitamin B seperti brokoli dan sayuran hijau lainnya, wortel, alpokat, kacang-kacangan.

Patah tulang akibat osteoporosis sering dialami mereka yang telah lanjut usia, yang membuat mereka harus dirawat di rumah sakit hingga mengakibatkan kematian akibat infeksi dan komplikasi lainnya.?

Ikan Mencegah Bayi Lahir Prematur

Penemuan ini mendukung penelitian sebelumnya yang mengungkapkan bahwa konsumsi minyak ikan selama kehamilan dapat meningkatkan berat badan janin dan dapat mencegah berulangnya persalinan sebelum waktunya. Dan kali ini, para ahli menemukan bahwa mengkonsumsi ikan selama kehamilan akan mencegah risiko bayi lahir prematur.

Penelitian yang dituang dalam British Medical Journal, dilakukan terhadap 8.000 ibu hamil untuk mengetahui seberapa banyak mereka mengkonsumsi ikan selama kehamilannya. Hasilnya, hanya 1,9% ibu yang makan ikan setidaknya sekali dalam seminggu selama kehamilannya, melahirkan bayi prematur. Sedang ibu yang tidak pernah makan ikan samasekali, sebanyak 7,1% yang melahirkan bayi prematur.

Semakin banyak mengkonsumsi ikan, maka akan semakin menurunkan risiko untuk melahirkan bayi prematur dan bayi dengan berat badan rendah. Keuntungan ini terlihat bila kita setiap harinya mengkonsumsi 15 gr daging ikan atau setara dengan 0,15 gram asam lemak omega-3.

Oleh karena itu peneliti menganjurkan untuk mengkonsumsi daging ikan atau makanan-minuman yang mengandung asam lemak omega-3, untuk mencegah persalinan prematur.

Sayur dan Buah Cegah Stroke

Sayur dan buah memang penting bagi tubuh, tapi tahukah Anda bahwa sayur dan buah dapat mencegah tubuh terkena stroke hingga 40%?

Sayur dan buah mengandung anti oksidan seperti karotenoids, yang terdiri dari vitamin A, alfa karoten, beta karoten, likopen dan lutein dan juga tokoferol seperti vitamin E. Dari penelitian terlihat bahwa pria yang mempunyai kadar anti oksidan terendah, akan mempunyai risiko tertinggi untuk terkena stroke iskemik, yaitu stroke akibat sumbatan.

Penelitian terhadap 297 laki-laki yang menderita stroke dan bukan penderita stroke. Hasilnya menunjukkan laki-laki dengan kadar anti oksidan darah terendah berisiko menderita stroke tertinggi. Sedang yang mempunyai anti oksidan tertinggi, risiko strokenya menurun hingga 40%.

Walaupun sayur dan buah dapat menurunkan risiko stroke, tapi ini bukan satu-satunya alasan untuk membuat kita mengkonsumsinya. Karena seperti yang telah diketahui, sayur dan buah mempunyai segudang manfaat kesehatan lainnya.

Sumber: Journal of the American Heart Association

Yang Bebas dan Yang Dibatasi Karena Asam Urat

Bila kadar asam urat penderita lebih dari ukuran normal (di atas 7 mg/dl), dianjurkan menghindari makanan golongan A dan membatasi konsumsi makanan golongan B. Bahkan jika kadar asam urat penderita melebihi 10 mg/dl, dibarengi dengan pembengkakan sendi, sebaiknya tidak mengkonsumsi makanan yang mengandung purin samasekali. Jenis makanan yang relatif aman untuk dikonsumsi yaitu yang masuk golongan C.

Semua jenis karbohidrat seperti beras, kentang, singkong, terigu, tapioka, gula, hunkwe, makaroni, mi, bihun, roti dan biskuit, boleh disantap. Sementara itu, jenis ikan tertentu, ayam, telur, tahu, tempe, dan oncom dibatasi maksimal 50 gr/hari. Daging dapat diganti dengan susu dan keju yang kandungan purinnya rendah.

Beberapa bahan makanan berikut ini digolongkan berdasarkan kandungan purinnya:

Bahan Pangan Golongan A
(mengandung 150-1.000 mg purin dalam setiap 100 gr bahan pangan): Hati, ginjal, otak, jantung, ginjal, paru, udang, remis, kerang, sardin, herring, ekstrak daging, ragi (tape), alkohol, makanan dalam kaleng.

Bahan Pangan Golongan B
(kadar purin sekitar 50-150 mg purin dalam setiap 100 gr bahan pangan): Daging sapi, ikan laut, kacang kering, bayam, kembang kol.

Bahan Pangan Golongan C
(mengandung sekitar 0-15 mg purin dalam setiap 100 gram bahan): keju, susu, telur, oncom, dan sebagainya.

Makanan lezat belum tentu menjadikan sehat. Jika Anda tak ingin gout menjemput, sebaiknya jangan asal menyantap.

Sumber: Buletin Info-sehat edisi XVI

10 Makanan Terbaik

Beberapa ahli gizi di Amerika membuat daftar makanan yang paling penting untuk kesehatan, dalam mencegah penyakit dan meningkatkan kesehatan. Walaupun makanan-makanan berikut termasuk terbaik, tidak berarti harus terus dikonsumsi dan makanan yang lain tidak diperlukan lagi. Yang penting juga adalah adanya variasi dari tiap makanan.

1. Blueberry
Buah ini memang sulit didapat disini, mengandung anti oksidan yang tinggi bila dibanding dengan buah yang lain. Penelitian menunjukkan bahwa buah ini dapat mencegah penyakit jantung dan kanker, selain itu dapat membantu penglihatan pada malam hari dan memperlambat terjadinya degenerasi makula pada mata bagi mereka yang berusia lanjut. Blueberry juga mempunyai kalori yang rendah.

2. Sayuran hijau
Sayuran hijau seperti bayam merupakan sumber lutein dan zeasantin, yang membantu mencegah degenarasi makula pada mata dan lutein untuk memperlambat pertumbuhan kanker prostat. Selain itu juga sebagai sumber folat, untuk mencegah penyakit jantung dan bekuan darah, magnesium untuk menjaga tekanan darah, beta karoten untuk mencegah kanker. Semakin hijau sayuran, mengandung semakin tinggi kadar beta karotennya. Yang jangan dilupakan juga, sayuran itu mengandung serat yang tinggi dan rendah kalori.

3. Kacang-kacangan
Kacang yang 'sehat' (bebas dari aflatoksin - penyebab kanker), mengandung lemak tak jenuh, protein, serat dan sejumlah vitamin dan mineral, termasuk vitamin E, selenium dan magnesium. Dengan mengkonsumsi kacang-kacangan sedikitnya 5 porsi seminggu, akan menurunkan risiko penyakit jantung hingga 32% dan risiko diabetes hingga 27%.

4. Alpukat
Sering dihindari karena mengandung lebih banyak kalori dibanding dengan buah lainnya. Tapi sebenarnya lemak dalam buah ini adalah lemak tak jenuh tunggal dan mengandung gizi. Mengandung lebih banyak kalium dibanding dengan pisang dan vitamin E lebih banyak dibanding dengan buah lainnya.

5. Biji-bijian
Biji-bijian disini adalah biji-bijian yang belum diolah dalam pabrik dalam bentuk seperti kue kering, sereal, yang mana dapat meningkatkan kadar gula darah. Biji-bijian mengandung anti oksidan yang tinggi, vitamin B, asam folat dan serat, yang berguna dalam mencegah penyakit kanker, jantung, menurunkan kolesterol, membantu pencernaan dan menurunkan risiko menderita diabetes.

6. Minyak Ikan
Mengandung tinggi omega-3, yang dapat mencegah penyakit jantung hingga 30 %. Tapi harus berhati-hati dalam mengkonsumsi ikan, karena adanya risiko pencemaran bahan kimiawi oleh karena itu dianjurkan untuk mengkonsumsi ikan dalam berbagai jenis.

7. Leguminosa (polong-polongan)
Termasuk juga kacang kedelai dan buncis, mengandung protein, serat, vitamin dan mineral. Tidak meningkatkan kadar gula darah tubuh sehingga baik untuk penderita diabetes.

8. Susu rendah lemak
Termasuk juga yogurt, yang mengandung probiotik yaitu bakteri baik yang berguna untuk membantu pencernaan dan mengurangi infeksi pencernaan. Selain itu mengandung karbohidrat, protein dan kalsium serta vitamin D yang ditambahkan di dalamnya.

9. Telur
Di dalam telur terdapat protein yang lengkap dengan kalori rendah. Juga kaya akan vitamin, termasuk juga vitamin E, mineral dan mikronutrien seperti lecithin dan lutein, yang berguna dalam mencegah penyakit mata dan beberapa jenis kanker.

10. Coklat hitam
Sepertinya hampir tidak percaya, tapi benar, coklat hitam (tidak manis) termasuk dalam deretan makanan terbaik. Di dalamnya mengandung flavonoids yang baik untuk kesehatan jantung, melawan radikal bebas dan membantu meningkatkan aliran darah.

Kelezatan yang Mengundang Petaka

Bahan pangan kaya purin hampir terdapat pada setiap inti sel bagian tubuh makhluk hidup, misalnya jerohan (otak, usus, jantung, paru), kacang-kacangan, daging, sardin, salmon, kerang dan emping. Bahan pangan ini meninggalkan kenikmatan tersendiri bagi yang suka mengkonsumsinya, namun tidak disadari di balik kenikmatan makanan tersebut akan mendatangkan petaka. Dari purin inilah terbentuk asam urat.

Secara normal, asam urat ini sebenarnya akan dibuang melalui kotoran (feses) dan air seni (urin). Ketika sistem mekanisme tubuh tidak berjalan lancar, senyawa ini terakumulasi dalam darah dengan jumlah besar, dan akan membentuk kristal-kristal berbentuk jarum. Kristal-kristal ini akan terkonsentrasi pada persendian, seperti kaki, lutut, siku atau tangan, dan mengakibatkan radang sendi (artritis) serta kaku. Bila asam urat terkumpul pada ginjal dapat memicu pembentukan batu asam urat (tofi) dan mengakibatkan kerusakan ginjal.

Sehat berkat diet tepat
Cara paling aman untuk mencegah asam urat adalah dengan menjalani diet tepat. Hal ini akan menjaga kadar asam urat dalam kondisi normal (untuk pria 3,5-7,2 mg/dl, dan untuk wanita 2,6-6,0 mg/dl). Caranya?

1 Kurangi atau batasi makanan yang banyak mengandung purin, serta makanan yang cenderung mengganggu pembuangan asam urat dari tubuh.

2 Perbanyak minum air putih, agar asam urat dalam darah tidak sampai mencapai titik jenuh, serta mengurangi pengendapan pada persendian. Dengan banyak minum air putih, asam urat akan ikut terbuang melalui air seni.

3 Jaga berat badan. Hal ini dapat dicapai dengan melakukan diet yang sehat dan berolahraga secara teratur.

4 Hindari penggunaan obat-obatan tertentu yang dapat menaikkan kadar asam urat darah. Obat-obat ini diantaranya aspirin, niasin dan yang bersifat sebagai peluruh kencing (diuretik).

5 Hindari konsumsi alkohol. Alkohol merupakan salah satu sumber purin dan juga dapat menghambat pembuangan purin melalui ginjal.(bersambung)


Sumber: Buletin Info-sehat edisi XVI

Lagi, Cara Hidup Sehat

Sebenarnya cukup banyak cara untuk memperoleh hidup sehat. Tips kali ini akan mengungkapkan kebiasaan-kebiasaan kita setiap hari yang ternyata banyak manfaatnya bagi kesehatan. Semoga berguna!

1 Konsumsi agar-agar untuk kesehatan rambut dan kuku. Jelly atau agar-agar banyak mengandung bahan yang membuat kuku dan rambut menjadi sehat, serta juga baik untuk pencernaan.

2 Berdiri dengan posisi yang tegak akan membuat badan menjadi lebih baik. Latihan ringan dapat dilakukan dengan posisi punggung yang tegak dan perut masuk ke dalam.?
Masker untuk kulit berminyak dapat menggunakan potongan-potongan ketimun dan letakkan menutupi muka, serta biarkan 10 menit. Kebiasaan tersebut diduga bisa mengurangi kadar minyak pada kulit muka.

3 Pasta gigi bisa membuat?kuku menjadi putih. Pasta gigi ternyata tidak hanya membuat gigi menjadi putih, tapi juga kuku kita. Gosokkan kuku dengan pasta gigi yang mengandung pemutih, kemudian rendam dalam air yang diberi potongan lemon. Kuku yang sudah dipotong rapih pasti terlihat lebih putih bersinar.

4 Cara singkat rambut mengkilat. Sebelum selesai mandi, siram rambut?dengan air yang dingin. Selain segar, jika kebiasaan itu sering dilakukan akan membuat rambut bersinar alami.

5 Cara pakai pelembab yang tidak membuat keriput yaitu dengan selalu menggosokkan pelembab ke arah atas kulit wajah. Jika?menggosoknya ke arah bawah kulit wajah akan membuat wajah lebih cepat keriput.

6 Biasakan melakukan olahraga kecil setiap hari, meskipun hanya 10 menit. Aliran darah akan menjadi lancar dan olahraga juga akan membuat tubuh lebih sehat dan segar sepanjang hari. Jangan lupa untuk sering mengonsumsi?air putih.

Mengenal Lebih Dekat dengan Probiotik

Sejarah dan Definisi Probiotik

Pemakaian mikroba hidup dalam makanan mempunyai sejarah yang cukup panjang. Pada awal tahun 1900, Elie Metchnikoff (bapak imunologi) menulis teori bahwa orang Bulgaria yang banyak minum yoghurt terbukti lebih awet muda dibandingkan dengan yang tidak. Ia menyebutkan adanya “Bulgarian bacillus” dalam yoghurt, yang akhirnya dikenal dengan Lactobacillus bulgaricus dan digunakan untuk pembuatan yoghurt.

Metchnikoff menyimpulkan bahwa ”Ketergantungan mikroorganisme dalam tubuh manusia terhadap makanan akan menyebabkan mikroorganisme tersebut dapat dimodifikasi dan mikroorganisme jahat dalam tubuh dapat diganti dengan yang lebih bermanfaat.”

Istilah probiotik, yang berasal dari bahasa Yunani dan artinya adalah “for life”, digunakan pertama kali oleh Lilly dan Stillwell pada tahun 1965 untuk menggambarkan “substansi yang dikeluarkan oleh suatu mikroorganisme yang menstimulasi pertumbuhan yang lainnya.”

Lawan dari probiotik adalah antibiotik. Tahun 1971, Sperti menggunakan istilah ini untuk ekstrak jaringan yang menstimulasi pertumbuhan bakteri, sedangkan Parker memberikan definisi yang digunakan hingga saat ini yaitu organisme dan substansi yang menyumbang keseimbangan mikroba usus. Tahun 1989, Fuller memperbaiki definisi tersebut dengan kalimat “suplemen mikroba hidup yang mempunyai keuntungan menyeimbangkan mikroba usus”.

Para ahli WHO/FAO mendefinisikan probiotik sebagai bakteri hidup yang apabila diberikan dalam jumlah yang sesuai akan memberikan efek yang menguntungkan pada tubuh manusia.

Sederhananya, probiotik adalah bakteri yang dikultur dalam kondisi laboratorium, lalu digunakan untuk menyeimbangkan mikroflora yang tidak seimbang akibat stres, penyakit, atau penggunaan antibiotik.

Pada tahun 1921, dimulailah penelitian tentang Lactobacillus acidophilus. Tahun 1965 definisi pertama probiotik diformulasikan, ketika Shirota sudah menemukan Lactobacillus casei tahun 1930 yang terkenal dengan nama “Yakult Strain”. Selanjutnya kini semakin banyak probiotik yang ditemukan, dipublikasi, dan dipasarkan baik dalam bentuk yoghurt, suplemen makanan, dan lain-lain.

Syarat probiotik

Kapan bakteri dikatakan sebagai probiotik?

Aman. Probiotik haruslah aman dikonsumsi, tidak menyebabkan penyakit, tidak memproduksi racun, dan tidak resisten terhadap antibiotik.
Dapat dikonsumsi, dikemas dalam bentuk yoghurt, bubuk, kapsul.
Harus tetap hidup dan stabil dalam penyimpanan.
Mampu bertahan hidup dalam saluran cerna. Idealnya, probiotik tetap hidup setelah melewati lambung, cairan empedu, dan enzim-enzim usus. Dengan kata lain, probiotik harus tahan asam dan tahan terhadap empedu.
Yang terpenting adalah selain dapat hidup di dalam usus, bakteri probiotik juga harus dapat menempel di dinding usus, memproduksi substansi antimikroba, menstimulasi sistem imun, serta memperbaiki kesehatan tubuh.

Konsumsi Probiotik... Memang Baik!

Kesibukan dan mobilitas tinggi yang dialami oleh masyarakat, khususnya di perkotaan, akan berpengaruh terhadap pola dan jenis makanan yang disantap. Banyak diantara kita yang lebih mengutamakan segi praktis dan murah terhadap konsumsi makanan tertentu. Ada yang mengonsumsi makanan hanya untuk mengusir rasa lapar tanpa memperhatikan aspek keseimbangan gizi kesehatannya.

Makanan dengan kadar lemak tinggi, garam dan gula tinggi, serta aneka makanan jenis fast food merupakan kebiasaan yang banyak dilakukan oleh warga kota besar. Kesibukan membuat kita lupa pada pentingnya kombinasi gizi yang tepat dan seimbang. Karena itu perlu konsumsi vitamin sesuai dengan kebutuhan tubuh. Misalnya anak yang sedang tumbuh, wanita hamil, dan orang tua, kebutuhan mereka pada vitamin adalah relatif tinggi. Tapi, mereka yang berusia muda tidak terlalu perlu.

Saat ini beberapa pabrik obat terkemuka meluncurkan berbagai jenis suplemen berupa probiotik, yang berisi mikroorganisme hidup yang bila dikonsumsi dalam jumlah yang sesuai akan memberikan dampak positif bagi kesehatan.

Sebenarnya setiap makanan yang dikonsumsi manusia akan dicerna mulai dari lambung dengan bantuan asam lambung lalu diserap ke usus halus dan usus besar. Di usus besar makanan akan diserap dan sisa ampas akan dibuang sebagai tinja. Dalam usus besar bakteri 'baik' seperti Bifidobacteria dan Lactobacillius akan menghambat perkembangan bakteri 'jahat' seperti Staphylococcus, Enterococcus, Clostoridium, dan beberapa bakteri coli.

Agar tubuh tetap sehat, maka bakteri 'baik' tersebut diupayakan agar jumlahnya lebih banyak dibandingkan bakteri 'jahat’, sehingga populasi bakteri yang menguntungkan lebih dominan dibandingkan bakteri yang merugikan. Perubahan keseimbangan antara bakteri 'baik' dan 'jahat' dalam tubuh akan menimbulkan gangguan kesehatan, seperti kembung, sariawan, sembelit, jamur, diare, dan lainnya.

Agar sistem kekebalan tubuh meningkat, intoleransi laktosa berkurang, prevalensi alergi menurun, dan risiko kanker berkurang, seseorang perlu mengonsumsi probiotik sesuai dengan kebutuhan tubuhnya. Probiotik juga mampu menurunkan kolesterol darah sehingga menurunkan risiko terjadinya penyakit jantung koroner.


Sumber probiotik bisa diperoleh dari susu fermentasi (yogurt), keju, susu sapi, jus, dan susu bayi. Probiotik umumnya dijumpai dalam kemasan tablet, kapsul, maupun granul atau serbuk. Berdasarkan berbagai penelitian menyatakan bahwa konsumsi probiotik yang terlalu berlebihan adalah tidak berbahaya. Jika konsumsinya berlebihan, maka probiotik itu akan dikeluarkan melalui kotoran tinja.

Konsumsi Sereal Sehat

Sereal memang sangat populer di dunia, khususnya sebagai sumber karbohidrat dan protein. Orang dewasa maupun anak-anak menyukai konsumsi sereal dan kini tersedia berbagai jenis dan rasa sereal di pasaran. Anda mau tahu lebih jauh tentang sereal?


Sereal berasal dari kata “ceres”, yaitu nama dewa Yunani untuk pertanian. Istilah tersebut umumnya digunakan untuk menunjukkan berbagai jenis tanaman famili rumput-rumputan atau padi-padian yang menghasilkan biji-bijian dan bisa dimakan. Banyak juga yang mengartikan sereal sebagai biji-bijian. Istilah sereal juga populer sebagai bahan hidangan sarapan di beberapa negara maju, khususnya dengan berkembangnya sereal sarapan (breakfast cereals).

Awalnya produk sereal dikembangkan untuk membantu pasien dalam meningkatkan konsumsi serat pada dietnya. Namun kini, sereal tidak hanya untuk meningkatkan konsumsi serat, tapi juga dapat meningkatkan kesehatan dan bahkan dapat menyembuhkan beberapa gejala penyakit.

Sebenarnya ada berbagai jenis sereal. Di Indonesia, yang umum dijumpai adalah beras merah, beras putih, jagung, gandum, dan sorgum . Sedangkan di negara lainnya yaitu oats, barley, rye, dan millet.

Kandungan gizi dalam sereal sangat bervariasi, tergantung dari jenisnya. Umumnya sereal kaya akan karbohidrat, cukup protein, sangat rendah lemak, dan kaya akan serat kasar. Sereal juga merupakan sumber vitamin (E dan B kompleks) serta sumber mineral (besi, magnesium, dan seng). Beberapa sereal, seperti gandum, sorgum, rye dan oats, mengandung protein gluten yang banyak digunakan untuk proses pengembangan roti. Tanpa jumlah gluten yang cukup, roti tidak mampu mengembang dengan baik.

Berdasarkan hasil dari beberapa penelitian, sereal ternyata mengandung berbagai senyawa fitokimia, yaitu senyawa kimia tanaman yang mempunyai pengaruh positif bagi kesehatan. Contoh senyawa fitokimia itu adalah:

Lignan : estrogen tanaman (fitoestrogen) yang diduga mampu menekan risiko penyakit jantung koroner dan telah terbukti bisa menekan pertumbuhan sel kanker pada binatang percobaan
Asam fitat : dapat mengurangi kadar gula dalam bahan pangan yang sangat penting bagi penderita diabetes serta memberikan efek perlindungan terhadap risiko perkembangan sel kanker kolon (usus besar)
Saponin, fitosterol, squalen, orisanol dan tokotrienol : mampu menurunkan kadar kolesterol dalam darah
Senyawa-senyawa fenol : berperan sebagai antioksidan yang mampu mengikat ion-ion radikal bebas sehingga tidak berbahaya bagi tubuh.


Berikut ini penjelasan sekilas tentang beberapa jenis sereal:

Beras
Merupakan sereal yang paling populer di Indonesia. Kebanyakan dari kita lebih menyukai beras yang sudah disosoh bersih hingga warnanya putih. Padahal nilai gizi beras pecah kulit (sebelum disosoh) jauh lebih tinggi, meskipun secara alami warnanya masih kecokelatan. Perbedaan antara kedua beras itu adalah adanya lapisan yang menyelimuti biji beras, yang disebut dengan dedak atau bekatul padi (rice bran). Perlu diketahui, dedak justru mengandung sekitar 65% dari zat gizi mikro penting di dalam beras. Dalam dedak padi, banyak ditemukan senyawa fitokimia sperti vitamin (tiamin, niasin, dan B6), mineral (besi, fosfor, magnesium, dan potasium), asam amino, asam lemak esensial, dan antioksidan. Selain itu, dedak padi juga memiliki manfaat sebagai berikut:

Mengurangi risiko terjangkitnya penyakit dan meningkatkan kesehatan tubuh
Bersifat hipoalergenik (rendah kemungkinan untuk memicu terjadinya alergi)
Sumber serat yang baik.

Jagung
Jagung masih merupakan pangan pokok di benua Amerika, khususnya Amerika Latin, hingga saat ini. Selain dikonsumsi dalam bentuk kering dan ditepungkan, jagung juga bisa dikonsumsi dengan cara direbus atau dikukus, terutama jagung manis. Jagung juga sangat populer sebagai sereal sarapan. Emping jagung (corn flakes) dengan aneka rasa dan bentuk banyak dijual di pasaran.

Gandum
Gandum merupakan sereal yang populer sebagai pangan pokok di berbagai negara. Biasanya gandum digunakan sebagai bahan baku untuk pembuatan roti, cake, biskuit, pastri, pasta, dan sereal sarapan. Selain kaya akan karbohidrat dan protein, dalam setiap 100 g gandum terkandung 3,1 mg zat besi dan 36 mg kalsium.

Barley
Barley memang banyak digunakan sebagai sumber pangan pokok dunia. Namun sekarang, barley lebih banyak dimanfaatkan untuk pakan ternak dan dikecambahkan (disebut dengan malt). Kecambah tersebut digunakan sebagai sumber citarasa pada industri bir dan whisky. Barley mengandung protein gluten, sehingga tepung barley bisa digunakan untuk pembuatan roti. Selain mengandung karbohidrat dan protein yang cukup tinggi, dalam 100 g barley juga terkandung 50 mg asam folat, 6 mg besi, dan 50 mg kalsium.

Pentingnya Konsumsi Serat

Konsumsi sayur dan buah sangatlah penting karena mengandung berbagai zat gizi yang berguna untuk kesehatan tubuh. Tidak hanya zat gizi, ternyata sayur dan buah juga mengandung zat-zat non gizi yang juga cukup penting, yang disebut dengan serat.
Serat terkandung di dalam sayur maupun buah-buahan dan sangat bermanfaat untuk kesehatan tubuh. Meskipun tidak diserap oleh tubuh, namun serat berguna untuk melancarkan pembuangan kotoran dari dalam tubuh.

Terdapat dua macam serat berdasarkan kelarutannya di dalam air, yaitu serat tidak larut dan serat larut. Contoh serat tidak larut dalam air yaitu selulosa dan lignin, yang merupakan bagian dari dinding sel pangan nabati dan banyak ditemukan pada bekatul, kacang-kacangan, kulit buah, dan sayuran. Sedangkan contoh serat larut dalam air yaitu pektin dan gum, yang merupakan bagian dalam dari sel pangan nabati dan banyak terdapat pada buah, sayur, dan psyllium.

Tubuh membutuhkan serat untuk menjaga fungsi normal dari saluran pencernaan. Serat juga diperlukan untuk memperlancar buang air besar, metabolisme lemak (baik kolesterol dan trigliserida), serta mengatur kadar gula darah.

Konsumsi serat pangan juga dapat menurunkan terjadinya penyakit degeneratif. Banyak penelitian menunjukkan perbandingan antara kaum vegetarian dan pemakan daging. Umumnya kaum vegetarian memiliki risiko penyakit degeneratif (seperti jantung koroner dan kanker) yang lebih rendah dibandingkan dengan pemakan daging. Umur hidup kaum vegetarian juga relatif lebih panjang.

Mekanisme serat sebagai sumber perlindungan terhadap penyakit degeneratif dan faktor-faktor lainnya yaitu melalui pengaturan keseimbangan energi, penurunan indeks kadar gula makanan, pengaturan penyerapan dan metabolisme lemak, serta pengaturan bakteri usus dan volume tinja.

Oleh karena itu, konsumsi serat makanan dalam porsi yang cukup tidak boleh diabaikan, yaitu sekitar 20-25 gram/ hari. Beras menyumbang 2,1 gram serat, sedangkan kacang-kacangan?hanya 1,1 gram (misalnya kacang panjang, tempe, tahu, kacang hijau, dan kacang merah). Sayur hanya mensuplai 1,2 gram serat (misalnya kangkung, wortel, terong, kol, bayam, buncis, nangka muda, pepaya muda, dan daun singkong). Buah-buahan menyumbang serat sekitar 0,9 gram (misalnya pisang, pepaya, dan jeruk)

Di zaman sekarang ini, tidak semua orang memiliki waktu untuk mengonsumsi atau menyiapkan pangan yang mengandung serat sehingga muncul cukup banyak serat pangan instan di pasaran. Namun perlu diingat, serat instan yang banyak dijual di pasaran itu hanya bersifat membantu kecukupan asupan serat yang dibutuhkan oleh tubuh. Sayuran dan buah-buahan asli tetap wajib kita konsumsi.

Serat pangan instan (umumnya bentuk serbuk) dalam keadaan dingin akan berubah menjadi jeli. Di samping itu, sifat fungsionalnya mampu mengurangi kolesterol. Namun, sifatnya hanya sekedar membantu saja. Hal yang terpenting adalah kecukupan serat tubuh dapat terpenuhi dengan mengonsumsi?tiga porsi sayur dan dua porsi buah yang besarnya sekitar 20-25 gram setiap hari.

Coklat & Kesehatan

Hasil penelitian menunjukkan bahwa komponen flavonoid memiliki efek yang menguntungkan pada sistem kardiovaskular, diantaranya menurunkan tingkat oksidasi kolesterol low density (LDL), mencegah agregasi platelet darah, dan menurunkan inflamasi pada respon imun tubuh.
Coklat memang memiliki kandungan lemak yang tinggi. Namun selain lemak, juga terdapat komponen lainnya yang bermanfaat bagi kesehatan. Beberapa penelitian tentang coklat, terutama dark chocolate, menunjukkan bahwa coklat kaya akan antioksidan yang sangat penting bagi kesehatan. Kandungan antioksidan dalam dark chocolate adalah lebih tinggi dibandingkan teh hijau dan anggur merah. Coklat memiliki kandungan flavonoid dan asam galat yang tinggi sehingga dapat melindungi pembuluh darah, menyehatkan jantung, dan mencegah kanker. Flavonoid yang terdapat dalam coklat termasuk ke dalam golongan epikatekin.

Flavonoid yang terdapat pada coklat merupakan metabolit sekunder yang biasanya terdapat pada tanaman. Senyawa tersebut sangat terkenal dengan aktivitas antioksidannya dan berkontribusi terhadap rasa pahit khas coklat dan pigmen warna.

Penelitian yang dilakukan oleh para peneliti di University California of San Fransisco menyatakan bahwa konsumsi dark chocolate yang kaya akan flavonoid dalam dosis yang kecil dapat melebarkan pembuluh darah. Flavonoid juga memiliki efek menguntungkan pada sistem kardiovaskular, yaitu menurunkan tingkat oksidasi LDL (Low Density Lipid), yang mengakibatkan akumulasi kolesterol pada pembuluh darah; mencegah agregasi platelet darah sehingga mengurangi risiko terbentuknya gumpalan darah yang dapat menyebabkan serangan stroke; dan menurunkan inflammatory respon imun tubuh yang dapat menyebabkan atherosklerosis.

Coklat juga mengandung komponen alkaloid yang disebut dengan theobromin. Komponen itu termasuk ke dalam golongan methylxanthine, seperti halnya kafein. Namun, efek yang diberikannya sangat berbeda. Theobromin bersifat ringan dan memberikan efek stimulan yang lambat, sedangkan kafein bersifat kuat dan memberikan efek stimulan yang cepat.

Banyak orang takut mengonsumsi coklat karena sebagian besar komponennya adalah lemak, terutama lemak jenuh. Peningkatan konsumsi produk coklat diyakini menambah prevalensi obesitas yang berisiko menjadi serangan jantung. Sebenarnya hal tersebut berkaitan dengan perubahan pola hidup atau aktivitas dan konsumsi coklat itu sendiri. Selama konsumsi coklat tidak berlebihan dan tidak melewati batas yang telah direkomendasikan, kita tidak perlu khawatir untuk mengonsumsinya.

December 1, 2007

Duet Teh & Madu, Cara Ampuh Bunuh Bakteri

Tak banyak yang menyadari tradisi minum teh yang biasa dilakukan orang Inggris jaman dulu memiliki efek baik bagi kesehatan.


Riset terbaru yang dirilis awal Maret memberikan solusi bahwa mencampur teh hijau dan madu terbukti efektif menurunkan bakteri penyebab penyakit (patogen) dalam daging yang kita konsumsi.

"Hasil riset yang kami lakukan menunjukkan campuran teh melati dan madu atau teh hijau dan madu memiliki aktifitas mikrobial yang tinggi," jelas pemimpin riset Daniel Fung, profesor dari Kansas State University.

Studi dilakukan pada medium cair dengan menggunakan ekstrak teh dan madu yang terbukti bisa mengurangi bakteri Listeria monocytogenes dan E. coli O157:H7. Listeria adalah bakteri berbahaya yang ditemukan pada susu mentah, es krim, keju lunak, dan daging ikan mentah/asap. Pada medium cair, komponen jadi mudah berinteraksi dengan organisme.

Peneliti juga meneliti makanan padat, yang termasuk jenis medium yang sulit untuk mencari reaksi komponen-komponen yang menghalangi perkembangan bakteri patogen.

Dalam riset tersebut, peneliti menggunakan irisan tipis daging dada kalkun, yang diberi campuran teh melati dan madu kental, hasilnya tingkat bakteri Listeria monocytogenes turun 10 sampai 20 persen, presentase yang sama juga ditemukan saat campuran teh dan madu digunakan pada hot dog. Kadar pengurangan tertinggi ditemukan pada hot dog yang mengandung sodium lactate, potassium lactate dan sodium diacetate.

"Dalam hot dog jenis itu campuran teh dan madu bisa menekan pertumbuhan patogen, dibanding hot dog yang tak mengandung komponen tersebut," papar Fung yang menambahkan bahwa hot dog masih mengalami pengurangan patogen setelah 14 hari masa pecobaan.

Demi alasan kesehatan Fung menganjurkan teh sebagai minuman yang wajib dikonsumsi setiap hari, terlebih bagi mereka yang menyukai makan daging dan sayuran mentah untuk selau menyertakan paduan teh dan madu saat mengolah makanan yang akan disantap mentah.

"Biasakanlah untuk menggunakan teh dan madu saat mencuci daging mentah untuk membuang komponen asing yang berbahaya bagi kesehatan. Dan akan lebih baik jika Anda menggunakan bahan alami daripada menggunakan asam laktat," tambah Fung, seperti dilansir dari Newswise, Jumat (02/07).
(Idionline/Net)

Berapa Banyak Harus Minum Setiap Harinya?

Air memang sangat penting untuk kesehatan tubuh kita dan setiap orang membutuhkannya dalam jumlah yang berbeda. Namun, apakah kita telah mencukupi asupan air yang dibutuhkan setiap hari?
Sekitar 60% komponen utama dalam tubuh adalah air. Semua sistem di dalam tubuh memerlukan air untuk membilas racun dari organ vital, mengangkut nutrisi ke sel tubuh, dan memberikan kelembapan pada kulit dan organ tubuh. Kurangnya air dalam tubuh dapat menyebabkan dehidrasi, yaitu keadaan yang timbul karena tubuh kekurangan air sehingga tidak dapat menjalankan fungsinya secara normal.

Setiap saat sebenarnya kita bisa kehilangan air melalui pernafasan, keringat, urin, dan juga proses dalam usus. Agar tubuh berfungsi normal, maka air yang hilang harus digantikan dengan cara mengonsumsi makanan dan minuman yang mengandung air. Rerata pengeluaran urin orang dewasa adalah 1.5 liter/hari, sedangkan makanan biasanya menyumbang 20% air dari jumlah total yang diperlukan. Jadi bila kita mengonsumsi 2 liter air atau minuman lainnya dalam sehari (sekitar 8 gelas), maka cairan yang hilang dapat tergantikan.

Banyaknya air yang dibutuhkan oleh tubuh dapat tergantung dari aktifitas harian, keadaan cuaca, kesehatan, dan kondisi hamil atau menyusui.

Olah raga. Semakin banyak berolahraga, maka akan semakin banyak air yang dibutuhkan oleh tubuh. Jumlah cairan tambahan yang dibutuhkan oleh tubuh tergantung dari banyaknya keringat selama berolahraga, biasanya tambahan air 2-3 gelas/jam sudah cukup. Disarankan untuk menggantikan konsumsi air dengan cairan elektrolit sehingga elektrolit tubuh (natrium) yang hilang bersama dengan keringat dapat tergantikan.

Lingkungan. Udara yang panas dan lembab dapat membuat tubuh berkeringat sehingga membutuhkan tambahan air. Udara dalam ruangan yang panas dapat membuat kulit kehilangan kelembapannya. Selain itu, lingkungan dengan ketinggian lebih dari 2500 meter juga dapat meningkatkan urinasi dan bernafas menjadi lebih cepat sehingga akan lebih banyak cairan yang terbuang.

Kondisi kesehatan. Kondisi demam, muntah, dan diare diketahui dapat menyebabkan tubuh kekurangan cairan. Bila kondisi itu terjadi, maka kita harus minum air lebih banyak. Infeksi kandung kemih dan adanya batu di saluran kemih juga membutuhkan asupan cairan yang lebih banyak. Kondisi lainnya seperti kelainan jantung dan penyakit ginjal atau hati juga dapat mengganggu ekskresi air sehingga asupan air perlu dibatasi.

Kondisi hamil dan menyusui. Wanita hamil atau menyusui membutuhkan cairan untuk tetap terhidrasi karena sejumlah besar cairan akan hilang pada saat menyusui. Pada wanita hamil direkomendasikan untuk minum 2.4 liter (10 gelas) air, sedangkan wanita menyusui disarankan untuk minum 3 liter (12.5 gelas) air setiap hari.

Kurangnya konsumsi air yang dibutuhkan tubuh dapat menyebabkan terjadinya dehidrasi, yang dapat menurunkan energi dan membuat tubuh menjadi cepat lelah. Penyebab lainnya yang dapat menimbulkan dehidrasi adalah aktifitas yang terlalu banyak, keringat yang berlebihan, muntah, dan diare.

Pentingnya Konsumsi Serat

Konsumsi sayur dan buah sangatlah penting karena mengandung berbagai zat gizi yang berguna untuk kesehatan tubuh. Tidak hanya zat gizi, ternyata sayur dan buah juga mengandung zat-zat non gizi yang juga cukup penting, yang disebut dengan serat.
Serat terkandung di dalam sayur maupun buah-buahan dan sangat bermanfaat untuk kesehatan tubuh. Meskipun tidak diserap oleh tubuh, namun serat berguna untuk melancarkan pembuangan kotoran dari dalam tubuh.

Terdapat dua macam serat berdasarkan kelarutannya di dalam air, yaitu serat tidak larut dan serat larut. Contoh serat tidak larut dalam air yaitu selulosa dan lignin, yang merupakan bagian dari dinding sel pangan nabati dan banyak ditemukan pada bekatul, kacang-kacangan, kulit buah, dan sayuran. Sedangkan contoh serat larut dalam air yaitu pektin dan gum, yang merupakan bagian dalam dari sel pangan nabati dan banyak terdapat pada buah, sayur, dan psyllium.

Tubuh membutuhkan serat untuk menjaga fungsi normal dari saluran pencernaan. Serat juga diperlukan untuk memperlancar buang air besar, metabolisme lemak (baik kolesterol dan trigliserida), serta mengatur kadar gula darah.

Konsumsi serat pangan juga dapat menurunkan terjadinya penyakit degeneratif. Banyak penelitian menunjukkan perbandingan antara kaum vegetarian dan pemakan daging. Umumnya kaum vegetarian memiliki risiko penyakit degeneratif (seperti jantung koroner dan kanker) yang lebih rendah dibandingkan dengan pemakan daging. Umur hidup kaum vegetarian juga relatif lebih panjang.

Mekanisme serat sebagai sumber perlindungan terhadap penyakit degeneratif dan faktor-faktor lainnya yaitu melalui pengaturan keseimbangan energi, penurunan indeks kadar gula makanan, pengaturan penyerapan dan metabolisme lemak, serta pengaturan bakteri usus dan volume tinja.

Oleh karena itu, konsumsi serat makanan dalam porsi yang cukup tidak boleh diabaikan, yaitu sekitar 20-25 gram/ hari. Beras menyumbang 2,1 gram serat, sedangkan kacang-kacangan?hanya 1,1 gram (misalnya kacang panjang, tempe, tahu, kacang hijau, dan kacang merah). Sayur hanya mensuplai 1,2 gram serat (misalnya kangkung, wortel, terong, kol, bayam, buncis, nangka muda, pepaya muda, dan daun singkong). Buah-buahan menyumbang serat sekitar 0,9 gram (misalnya pisang, pepaya, dan jeruk)

Di zaman sekarang ini, tidak semua orang memiliki waktu untuk mengonsumsi atau menyiapkan pangan yang mengandung serat sehingga muncul cukup banyak serat pangan instan di pasaran. Namun perlu diingat, serat instan yang banyak dijual di pasaran itu hanya bersifat membantu kecukupan asupan serat yang dibutuhkan oleh tubuh. Sayuran dan buah-buahan asli tetap wajib kita konsumsi.

Serat pangan instan (umumnya bentuk serbuk) dalam keadaan dingin akan berubah menjadi jeli. Di samping itu, sifat fungsionalnya mampu mengurangi kolesterol. Namun, sifatnya hanya sekedar membantu saja. Hal yang terpenting adalah kecukupan serat tubuh dapat terpenuhi dengan mengonsumsi?tiga porsi sayur dan dua porsi buah yang besarnya sekitar 20-25 gram setiap hari.

Faktor Penyebab Berat Badan Berkurang

Penyebab terjadinya berat badan yang berlebihan atau dikenal sebagai obesitas mungkin sudah sering kita dengar. Namun, faktor apa saja yang menyebabkan berat badan yang kurang atau berada di bawah normal?

Umumnya berat badan yang berada dibawah normal disebabkan oleh kurangnya asupan makanan. Nafsu makan yang berkurang biasanya disebabkan oleh berbagai hal seperti dalam keadaan sedang sakit, stres atau depresi, mengonsumsi obat-obatan tertentu, kekurangan vitamin dan mineral, serta aktivitas harian yang terlalu padat.

Sebuah penelitian pernah menyebutkan bahwa penyebab umum terjadinya kekurangan berat badan pada wanita adalah keinginan mereka dalam program diet untuk mendapatkan tubuh yang langsing ideal.

Faktor genetik juga diketahui berperan dalam hal tersebut, sama hal nya seperti obesitas. Kondisi genetik yang diturunkan pada seseorang dapat menyebabkan kadar metabolisme tinggi dan sel lemak badan yang kurang sehingga seringkali kita melihat seseorang dengan nafsu makan yang besar, namun tetap memiliki tubuh yang kurus.

Faktor usia juga berpengaruh terhadap underweight karena semakin bertambahnya usia akan menyebabkan semakin berkurangnya kemampuan tubuh untuk menyerap nutrisi atau zat gizi dari makanan sehari-hari. Selain itu, faktor pengaruh lainnya adalah penyakit-penyakit kronis seperti tuberkulosis (TBC), kanker, AIDS, dan proses penyembuhan atau pemulihan yang melemahkan ketahanan tubuh dan memerlukan persediaan gizi yang lebih banyak sehingga bila asupan makanan berkurang sedikit saja, maka nilai gizi di dalam tubuh juga akan lebih cepat berkurang.

Faktor yang terakhir adalah gaya hidup seseorang dalam mengonsumsi jenis-jenis zat tertentu seperti nikotin, kafein, dan berbagai macam penyedap rasa. Zat-zat tersebut diketahui dapat mengurangi selera makan yang normal sehingga bila keadaan itu berlangsung terus menerus, maka tubuh akan cepat menjadi kurus.

Sehatkah Konsumsi Mi Instan?

Mi instan adalah jenis makanan yang paling banyak dikonsumsi di seluruh dunia. Sekitar 43,7 triliun bungkus mi instan dikonsumsi setiap tahunnya. Mi instan bersifat?praktis, tahan lama, dan mudah disiapkan. Sayangnya, mi instan belum mencukupi kebutuhan gizi yang seimbang bagi tubuh.
Sejarah mi instan bermula di?Jepang pada Perang Dunia II. Tujuan pembuatan mi instan pada jaman itu adalah untuk memenuhi kebutuhan logistik perang. Syarat ransum perang adalah segala jenis makanan yang praktis, tahan lama, dan mudah disiapkan.
?
Cara membuat mi instan sangat mudah dan praktis, yang dibutuhkan hanyalah air panas saja. Untuk jenis mi instan dalam cup (cup noodle), hanya tinggal dituangi air panas saja, sedangkan untuk jenis mi instan biasa diperlukan perebusan dalam air mendidih untuk mematangkannya. Apa pun jenisnya, kelezatan mi instan dapat langsung dirasakan hanya dalam hitungan beberapa menit saja.

Mi instan belum dapat dianggap sebagai makanan penuh (wholesome food) karena belum mencukupi kebutuhan gizi yang seimbang bagi tubuh. Mi yang terbuat dari terigu mengandung karbohidrat dalam jumlah besar, tetapi kandungan protein, vitamin, dan mineralnya hanya sedikit. Pemenuhan kebutuhan gizi mi instan?dapat diperoleh jika ada penambahan sayuran dan sumber protein. Jenis sayuran yang dapat ditambahkan adalah wortel, sawi, tomat, kol, atau tauge. Sumber proteinnya dapat berupa telur, daging, ikan, tempe, atau tahu.

Satu takaran saji mi instan yang berjumlah 80 gram dapat menyumbangkan energi sebesar 400 kkal, yaitu sekitar 20% dari total kebutuhan energi harian (2.000 kkal). Energi yang disumbangkan dari minyak berjumlah sekitar 170-200 kkal. Hal lain yang?kurang disadari adalah kandungan minyak dalam mi instan yang dapat mencapai 30% dari bobot kering. Hal tersebut perlu diwaspadai bagi penderita obesitas atau mereka yang sedang menjalani program penurunan berat badan.
?
Salah satu kelebihan dari mi instan adalah keragaman rasa yang ditawarkan dari produsen. Keragaman rasa ditimbulkan oleh jenis bumbu yang ditambahkan. Rasa mi instan konvensional yang banyak dijumpai adalah soto ayam, kari ayam, ayam bawang, dan bakso. Perkembangan terakhir menunjukkan bahwa bahan baku mi instan dapat didiversifikasi dari bahan selain?terigu. Bahan baku potensial lainnya yaitu jagung, umbi-umbian, dan sayur-sayuran.

Kelemahan dari konsumsi mi instan adalah kandungan natriumnya yang tinggi. Natrium yang terkandung dalam mi instan berasal dari garam (NaCl) dan bahan pengembangnya. Bahan pengembang yang umum digunakan adalah natrium tripolifosfat, mencapai 1% dari bobot total mi instan per takaran saji. Natrium memiliki efek yang kurang menguntungkan bagi penderita maag dan hipertensi. Bagi penderita maag, kandungan natrium yang tinggi akan menetralkan lambung, sehingga lambung akan mensekresi asam yang lebih banyak untuk mencerna makanan. Keadaan asam lambung yang tinggi akan berakibat pada pengikisan dinding lambung dan menyebabkan rasa perih. Sedangkan bagi penderita hipertensi, natrium akan?meningkatkan tekanan darah karena ketidakseimbangan antara natrium dan kalium (Na dan K) di dalam darah dan jaringan.
?
Kelemahan lain mi instan adalah tidak dapat dikonsumsi oleh penderita autisme. Hal tersebut disebabkan karena mi instan mengandung gluten, substansi yang tidak boleh dikonsumsi oleh penderita autisme.

Gorengan Enak tapi Mematikan

''Belum lengkap kalau belum makan gorengan,'' ungkap Rosa (33 tahun), mahasiswi pascasarjana Universitas Indonesia, Depok, sambil membeli lima gorengan yang dijual di kantin kampusnya.


Bagi Rosa, mengonsumsi makanan praktis tersebut seperti candu yang dilakoninya nyaris setiap hari. Padahal, Rosa paham sekali jika makanan tak sehat itu sangat berisiko bagi kesehatan dirinya. ''Bagaimana ya, sulit melepaskan diri dari gorengan,'' ungkapnya.

Mengonsumsi gorengan yang lazim dijual di pinggir jalan dan di banyak tempat di Tanah Air memang sangat berisiko. Makanan gorengan umumnya dimasak dengan minyak goreng hasil pengulangan dalam suhu tinggi dan jangka waktu lama (deep frying). Makanan jenis inilah yang sesungguhnya memberikan kontribusi tertinggi terhadap asupan asam lemak trans. Asam lemak jenis ini menjadi salah satu penyebab meningkatnya penyakit akibat penyumbatan pembuluh darah, salah satunya adalah penyakit jantung koroner.

Kesimpulan tersebut merupakan hasil riset Ratu Ayu Dewi Sartika, mahasiswa program doktor di Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) UI, Depok. Hasil penelitian Ratu Ayu Dewi Sartika dalam disertasi berjudul 'Pengaruh Asupan Asam Lemak Trans terhadap Profil Lipid Darah'.

Menurut Ayu, masalah gizi di Indonesia menunjukkan adanya transisi epidemiologis. Maksudnya, penyakit-penykit 'pembunuh' dulu hanya didominasi oleh penyakit infeksi. Kini, penyakit mematikan tersebut kian meningkat oleh penyumbatan pembuluh darah yang merupakan ciri penyakit modern.

''Penyebabnya antara lain karena gaya hidup sebagian anggota masyarakat yang cenderung lebih sedentary life style (gaya hidup santai yang tak banyak melibatkan gerakan fisik-red),'' ungkap Ayu.

Tingginya asupan lemak sebesar 80 persen hingga 90 persen berasal dari minyak goreng. Penelitian sebelumnya menunjukkan, ungkap Ayu, kontribusi tertinggi asupan lemak total dan asam lemak jenuh berasal dari makanan gorengan. Beberapa makanan gorengan yang mengandung asam lemak trans antara lain pisang goreng, ubi goreng, kroket, tempe goreng, singkong goreng, dan ayam goreng tepung.

''Padahal, jenis bahan makanan ini pada dasarnya tidak mengandung asam lemak trans,'' ujarnya. Karena itu, lanjut Ayu, hal ini menarik untuk diteliti. Karena, kemungkinan terjadinya asal lemak trans pada makanan tersebut berasal dari minyak goreng hasil pengulangan atau pemanasan dengan cara deep frying.

Kini, asam lemak trans yang merupakan salah satu jenis asam lemak selain asam lemak jenuh ini, kian menjadi sorotan. Maklum saja, asam lemak trans ini dapat meningkatkan kolesterol LDL (K-LDL) alias kolesterol 'jahat', rasio kolesterol total (K-HDL), rasio K-LDL dan H-LDL, serta menurunkan kolesterol 'baik' HDL (K-HDL).

Asam lemak trans ini secara alami terdapat pada ruminansia yaitu hewan yang memamah biak seperti sapi, kerbau, kambing, dan lain-lain. Selain itu, asam lemak 'jahat' ini juga berasal dari hasil proses menggoreng deep frying serta margarin atau produk makanan jadi yang menggunakan minyak terhidrogenasi.

Di Indonesia, ungkap Ayu, data mengenai kadar asam lemak trans dalam makanan serta rerata asupan lemak trans belum pernah diteliti sebelumnya. Padahal, konsumsi makanan gorengan di masyarakat Indonesia cukup tinggi. Karena itu, Ayu melakukan penelitian dengan mengambil sampel 388 orang di Perusahaan Migas Kalimantan Timur.

Hasil penelitiannya membuktikan bahwa kontribusi tertinggi asupan asam lemak trans total adalah makanan gorengan. Selain itu, asupan asam lemak trans berkorelasi positif dengan asam lemak jenuh. Setiap penambahan asupan asam lemak jenuh akan menaikkan asupan asam lemak trans sebesar 0,03 energi total.

Efek dua kali lipat
Asam lemak trans memiliki ikatan rangkap yang terdapat di dalam minyak atau lemak cair. Asupan lemak trans yang tinggi di atas enam persen dari energi total secara terus menerus bisa berakibat buruk pada banyak hal. Menurut Kepala Instalasi Gizi Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung, Miranti Gutawa, pengaruh negatif asam lemak trans lebih besar dari asam lemak jenuh dan kolesterol. Konsumsi asam lemak trans akan menaikkan kadar kolesterol jahat dan bisa menurunkan kadar kolesterol baik. Asam lemak trans mempunyai efek negatif dua kali lipat dibanding asam lemak jenuh. Menurut Institute of food science and technology pada 2004, setiap peningkatan satu persen asam lemak trans dapat meningkatkan kadar LDL sebesar 0,04 mmol per liter dan menurunkan kadar HDL sebanyak 0,013 mmol per liter.

Asam lemak trans juga bisa menyebabkan bayi lahir prematur. Pasalnya, konsumsi asam lemak trans pada ibu hamil dapat mengganggu asupan asam lemak esensial yang sangat dibutuhkan oleh calon bayi. Sebuah studi menunjukkan, wanita di negara yang mengonsumsi asam lemak trans tinggi akan menghasilkan ASI dengan kadar asam lemak trans sebesar 2 persen hingga 5 persen dari total asam lemak susu. European Community Multicenter Study on Antioksidant Myocardial Infraction and Breast Cancer (EURAMIC) menemukan hubungan positif antara konsumsi asam lemak trans dengan kanker payudara pada wanita yang telah mengalami menopause.

Jumlah asam lemak trans dapat meningkat di dalam makanan berlemak, terutama akibat dari proses pengolahan yang diterapkan. Proses pemakaian minyak jalantah dapat meningkatkan kadar asam lemak trans. Itu berarti makanan yang dihasilkannya pun mengandung asam lemak trans. Hal itu bisa dihindari dengan penggunaan minyak goreng secukupnya, sehingga tidak ada minyak goreng sisa. Secara alami, asam lemak trnas diproduksi oleh sisa metabolisme hewan. Secara sintesis asam lemak dapat terbentuk akibat hidrogensi asam lemak, sehingga menyebabkan terjadinya isomerisasi ikaatan rangkap bentuk alami menjadi bentuk isomer trans.

Asupan asam lemak trans penduduk Indonesia diperkirakan sangat tinggi. Hal ini terkait dengan kebiasaan masyarakat Indonesia mengonsumsi makanan yang digoreng. Sedangkan di masyarakat kalangan menengah ke atas penggunaan margarin merupakan penyumbang asam lemak trans. ''Pengunjung restoran siap saji makin banyak,'' ujar Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Fahmi Idris, di Jakarta beberapa waktu lalu. Fahmi menjelaskan, tren di Indonesia khususnya anak-anak adalah merayakan ulang tahun di restoran siap saji. Bahkan, untuk makan sehari-haripun mereka selalu ingin makan fast food.

''Kesibukan orang, gaya hidup yang diterapkan pada anak, seolah-olah membuat empat sehat lima sempurna hilang, dan itu berbahaya buat jantung,'' katanya. Padahal, empat sehat lima sempurna merupakan makanan yang sangat sehat untuk segala jenis penyakit.

Iktisar:
- Beberapa makanan gorengan yang mengandung asam lemak trans antara lain pisang goreng, ubi goreng, kroket, tempe goreng, singkong goreng, dan ayam goreng tepung.
- Asam lemak trans secara alami terdapat pada hewan yang memamah biak, dari hasil proses menggoreng deep frying, serta margarin atau produk makanan jadi yang menggunakan minyak terhidrogenasi.
(Idionline/RoL)

Dalam Jiwa yang Kuat, Terdapat Tubuh yang Sehat

Seorang ibu, sebutlah namanya Tetty, tengah memasuki masa pramenopause (menstruasi mulai tidak teratur di usia tengah baya). Ia agak resah karena merasa keadaan fisiknya mengalami 4L: lesu, lelah, letih, lemah.
Menyadari bahwa kelemahan fisiknya itu berhubungan dengan kondisi pramenopause, ia berpikir untuk menggunakan terapi hormon agar dapat tetap bugar. Maklum ia seorang wanita sibuk, sangat memerlukan kebugaran.

Untuk menentukan pilihan terapi, Ibu Tetty berkonsultasi dengan seorang dokter wanita teman karibnya. Bukan saja karena profesi dokter itu yang membuat Ibu Tetty berkonsultasi, melainkan juga karena ia tahu bahwa rekan dokternya ini telah mengonsumsi estrogen secara teratur di usianya yang telah mencapai 60 tahun.

Yakin bahwa akan mendapat saran jenis obat yang aman, ternyata setelah bicara dengan rekannya ini Ibu Tetty terperangah. Bukannya mendapatkan informasi mengenai jenis-jenis obat yang dapat dipilih, melainkan justru segudang kotbah supaya mengandalkan diri sendiri untuk membangun kekuatan fisik.

“Tubuh kita menyediakan semua yang kita perlukan,” itu salah satu kalimat penting yang diingat oleh Ibu Tetty. Rekan dokter ini mengingatkan bahwa ia terpaksa menggunakan terapi hormon karena di usianya yang ke-50 ia mengalami operasi pengangkatan rahim, sehingga sama sekali tidak memproduksi estrogen.

Bum! Ibu Tetty cukup kaget menerima reaksi temannya seperti itu. Ia merasa seperti tertuduh sebagai orang yang tidak percaya diri. Padahal sejauh ini ia sudah sangat mengandalkan kekuatan internal untuk menjaga kesehatan, sangat jarang menggunakan obat. Bagaimanapun, apa yang diungkapkan oleh rekannya ini mengingatkannya kembali pada prinsip yang selama ini juga dianutnya.

Meski ia berpikir bahwa tidak dalam semua hal harus mengandalkan kekuatan internal, setelah mendapat reaksi temannya seperti itu muncullah tekad Ibu Tetty untuk menggunakan kekuatan pikiran (internal) dalam membangun kekuatan fisiknya dalam menghadapi masa menopause.
Ia merasa dirinya telah terombang-ambing antara prinsip “Men sana in corpore sano” dan prinsip lain yang juga merasukinya, yaitu bahwa segala sesuatu dapat dimulai dari pikiran. Pikiran positif akan menghasilkan tubuh yang sehat, dan sebaliknya pikiran negatif akan menghasilkan penyakit dan kelemahan tubuh.

Tubuh Produk Pikiran
Selama ini kita sudah sangat akrab dengan ungkapan “Men sana in corpore sano” (salam tubuh yang kuat terdapat jiwa yang sehat). Sebagai semboyan kalimat ini biasanya ini digunakan sebagai pendorong agar kita semua rajin menjaga kesehatan tubuh dengan berolahraga.

Bila rajin berolahraga kita akan sehat, dan dengan itu kita juga memiliki jiwa yang sehat. Atau dapat juga diterapkan untuk mendorong orang menjaga kebugaran tubuh dengan berbagai cara agar dapat memiliki jiwa yang sehat.

Rasanya tidak ada yang salah dengan logika mengenai kesehatan tubuh dan jiwa seperti itu. Namun, bagaimana dengan paradigma lain yang akhir-akhir ini menguat?
Sebuah arus pemikiran yang juga ada dalam masyarakat, yaitu bahwa segala sesuatu diawali dari pikiran! Hal ini diwakili oleh seorang ahli fisika kuantum, pendidik, dan ahli kebijakan publik terkenal, John Hagelin. Dalam buku dan film CD berjudul The Secret (Rhonda Byrne) yang belum lama ini beredar di Indonesia, ia menyatakan, “Tubuh kita adalah produk dari pikiran kita.”

Teman Ibu Tetty yang diceritakan di atas rupanya juga merupakan salah seorang yang memegang prinsip yang sama seperti John Hagelin. Dalam dunia kedokteran, tampaknya hal itu juga bukan hal yang baru.

Kita tahu bahwa ada saatnya seorang dokter menggunakan plasebo. Plasebo adalah tablet yang tidak memiliki dampak apa-apa terhadap tubuh, biasanya diberikan kepada pasien yang sebenarnya lebih memerlukan dorongan psikis.

Contohnya, untuk pasien yang memiliki ketergantungan pada obat tertentu yang berisiko (efek samping), dokter mungkin memberikan plasebo dan mengatakan kepada pasien bahwa tablet tersebut efektif mengatasi keluhannya.
Faktanya plasebo dapat benar-benar efektif, kadang-kadang melebihi obat yang memang dirancang untuk keluhan tersebut. Ini merupakan petunjuk bahwa pikiran dan keyakinan kita merupakan faktor yang sangat penting dalam seni penyembuhan.

Dari sisi lain, kita juga sangat mengerti bahwa dalam kenyataan banyak sekali kejadian penyakit disebabkan stres. Orang yang menderita stres sangat rentan mengalami penyakit, dari yang cukup ringan seperti flu dan sakit kepala hingga penyakit berat seperti diabetes, tekanan darah tinggi, sakit jantung, kanker, dan sebagainya.

Stres berawal dari adanya pikiran negatif. Rhonda Byrne, penulis The Secret yang telah menemukan pentingnya faktor pikiran dan mengubah hidupnya menjadi sangat positif, menyatakan sebagai berikut: “Semua stres dimulai dengan satu pikiran negatif. Satu pikiran negatif yang muncul tanpa terawasi, kemudian datang lebih banyak pikiran negatif, sehingga stres terwujud.”
Sebaliknya, dengan pikiran kita juga dapat membalikkan keadaan menjadi lebih positif. Rhonda Byrne menyatakan: “Terlepas dari apa pun yang sudah terwujud, Anda dapat mengubahnya... dengan satu pikiran positif kecil, yang kemudian berkembang biak.”

Perasaan yang Kuat
Bagaimanapun, tidak ada yang salah dengan semboyan Men sana in corpore sano yang berasal dari kata-kata seorang filsuf besar ini. Meskipun segala sesuatu cukup meyakinkan untuk memegang prinsip yang tampaknya berkebalikan, yaitu bahwa segala sesuatu bermula dari pikiran, ternyata kekuatan pikiran pada umumnya memang dihasilkan oleh tubuh yang sehat.

Hazrat Inayat Khan menjelaskan bahwa konsentrasi adalah hal penting bagi kekuatan psikis. Selain itu, diperlukan perasaan yang kuat, kosong dari semua kepahitan, kekhawatiran, kelaraan, ketakutan, dan kecemasan.

Agar dapat mengekspresikan kekuatan psikis, seseorang mesti memiliki kekuatan tubuh. Pernapasan yang teratur dengan irama dan sirkulasi darah yang lancar adalah hal yang sangat penting.

Tetap Sehat Meski Suka Makan Daging

Daging seringkali dikaitkan dengan lemak, kolesterol, dan kegemukan, bahkan daging dapat mengundang berbagai penyakit. Akibatnya, kini daging merah dianggap sebagai bahan makanan yang patut dijauhi. Namun, apakah karena hal seperti itu membuat kita harus menghindari konsumsi daging?
Menghindari konsumsi daging sebenarnya bukanlah tindakan yang bijak, kecuali bagi penganut vegetarian. Daging merah merupakan sumber protein yang baik dan kaya akan mineral penting untuk tubuh, seperti zat besi, seng, mangan, serta vitamin-vitamin B seperti tiamin, riboflavin, dan niasin. Untuk menghindari lemak yang berlebih, kita dapat saja memilih daging yang mengandung sedikit lemak.

Benarkah persepsi yang menyatakan bahwa lemak daging kambing itu lebih tinggi dibandingkan dengan daging lainnya? Diduga daging kambing yang selama ini dikenal sebagai pemicu terjadinya hipertensi, ternyata memiliki kandungan lemak dan kalori yang lebih rendah dibandingkan dengan daging ternak lainnya. Dalam 100 gram daging kambing terkandung 154 kalori, 9,2 mg lemak, dan 3,6 mg lemak jenuh. Sedangkan dalam 100 gram daging sapi terdapat 207 kalori, 14 mg lemak, dan 51 mg lemak jenuh. Pada daging ayam terdapat 302 kalori, 25 mg lemak, dan 0,9 mg lemak jenuh. Berdasarkan data tersebut, daging kambing dianggap sebagai daging yang cukup baik untuk dikonsumsi dan cocok sebagai pilihan bagi orang yang sedang melakukan diet karena derajat keasamannya mendekati dengan PH tubuh manusia sehingga tubuh kita akan mudah untuk menyesuaikan diri.

Kita dapat mengonsumsi daging dengan meminimalkan risiko bertambahnya berat badan atau meningkatnya kolesterol, dengan cara sebagai berikut:

1. Jika kita membeli daging impor di supermarket. sebaiknya lakukan pengecekan pada label atau tanyakan kepada si penjual, kelas berapa daging yang akan kita beli. Label "Selec C" atau label "Good" menunjukkan daging yang paling rendah lemaknya. Label "Choice" mengandung sedikit lebih tinggi lemak, dan label "Prime" adalah daging yang lemaknya paling tinggi.

2. Membatasi jumlah konsumsi daging sosis khususnya dari daging sapi.

3. Memisahkan lemak dari daging sebelum memasaknya.

4. Daging yang dipanggang ternyata lebih baik dibandingkan daging yang digoreng.

5. Membatasi setiap porsi makanan dengan daging yang beratnya 3-5 ons saja.

6. Menghindari makan lebih dari 5-7 porsi daging setiap minggunya.

Gizi Seimbang Sesuai Dengan Keadaan Ekonomi

Gizi Seimbang Sesuai Dengan Keadaan Ekonomi


Di dalam tubuh yang sehat terdapat pikiran sehat. Karena itu sangat penting untuk menjaga kesehatan fisik, mental, intelektual dan spiritual antara lain dengan mengkonsumsi gizi yang seimbang.


Demikian pesan dr. T. Rabita Sjafii Ahmad, MPH, Ketua Dharma Wanita Persatuan Departemen Kesehatan dalam seminar tentang Gizi Seimbang dan Demo Masak ala Thai di Balai Latihan Kesehatan Depkes, Cilandak, Jakarta.

Dengan bekal pengetahuan tentang gizi, tidak akan mengalami kesulitan menyusun menu keluarga sehari-hari. Oleh karena itu, melalui seminar diharapkan para anggota Dharma Wanita Persatuan Depkes dapat menyusun menu sesuai kemampuan tiap-tiap keluarga dengan memperhatikan cukup jumlahnya dan baik mutunya, lengkap kandungan zat makanannya, seimbang jenis dan variasinya, bersih dan benar pengolahannya serta lezat dan tepat cara memasaknya.

Dengan bekal pengetahuan tentang gizi, tidak akan mengalami kesulitan menyusun menu keluarga sehari-hari. Oleh karena itu, melalui seminar diharapkan para anggota Dharma Wanita Persatuan Depkes dapat menyusun menu sesuai kemampuan tiap-tiap keluarga dengan memperhatikan cukup jumlahnya dan baik mutunya, lengkap kandungan zat makanannya, seimbang jenis dan variasinya, bersih dan benar pengolahannya serta lezat dan tepat cara memasaknya.

Menurut dr. T. Rabita Sjafii Ahmad, banyak makanan yang tersedia akan tetapi belum tentu memenuhi syarat kesehatan. Untuk hidup sehat, perlu semua kandungan zat makanan yang dibutuhkan sehari-hari yaitu sumber tenaga utama yang berasal dari karbohidrat seperti nasi, jagung, singkong dan lain-lain. Sumber protein berasal dari lauk-pauk seperti telur, daging tempe, kacanga-kacangan dan lain-lain. Sumber vitamin dan mineral berasal dari sayur-sayuran dan buah-buahan. Selain itu juga membutuhkan zat lemak dan minyak dalam jumlah secukupnya.

Selain memenuhi kebutuhan anak secara fisik melalui asupan gizi, diharapkan ibu-ibu Dharma Wanita dapat memberikan rasa aman dan kasih sayang, mampu meletakkan dasar-dasar yang fundamental dalam pembentukan watak, sikap dan tingkah laku sesuai dengan norma pergaulan hidup yang baik, juga sebagai pendorong, pengayom dan contoh teladan bagi putra putrinya dan mampu mendidik putra-putri di lingkungan keluarga.

Materi seminar disampaikan oleh Entos Zainal dari Direktorat Bina Gizi dan Masyarakat Depkes RI dengan Topik “Pola Makan dan Gaya Hidup Sehat”. Disebutkan trend gaya hidup sebagian penduduk saat ini adalah pola makan tidak sehat, kurang beraktivitas fisik yang berakibat pada meningkatnya jumlah orang yang menderita obesitas (kegemukan).

Menurut Entos Zainal ada 13 pedoman umum gizi seimbang yaitu: makanlah aneka ragam makanan, makanlah makanan untuk mencukupi energi, makanan sumber karbohidrat separo dari energi, batasi minyak dan lemak sampai seperempat dari energi, gunakan garam beryodium, makanlah makanan sumber gizi, berikan hanya ASI pada bayi sampai umur 6 bulan, biasakan makan pagi, minum air bersih dengan cukup, lakukan aktivitas fisik, hindari makanan beralkohol, makan makanan yang aman bagi kesehatan, bacalah label dalam kemasan makanan. Sedangkan Demo Masak ala Thai diperagakan Ny. Malika yang khusus didatangkan dari Bangkok Thailand. Dalam demo masak tersebut ditampilkan masakan ala Thai seperti Tom Yam Kung, Ayam Goreng dibungkus daun pandan, ikan goreng selada mangga dan lain-lain. Usai demo, para peserta dipersilahkan mencicipi masakan khas negeri gajah putih tersebut.

Selain ceramah dan demo masak, juga diselenggarakan lomba menghias makanan yang diikuti 13 unit Dharma Wanita. Setelah dilakukan penilaian oleh Dewan Juri, keluar sebagai Juara I peserta nomor 3 dari RS Fatmawati, Juara II peserta nomor 11 dari Sesjen, Juara III peserta lomba nomor 7 dari P2PL dan Juara IV peserta nomor 13 dari Yanmed.

Pada acara tersebut, Dharma Wanita juga memberikan bea siswa kepada anak-anak pegawai Depkes Golongan I dan II dan anak yatim piatu yang berprestasi. Tahun 2006 beasiswa diberikan kepada 108 anak, masing-masing sebesar Rp 300.000,-/ per siswa SMA, Rp 250.000,-/ per siswa SMP dan Rp 200.000,-/ per siswa SD.
(Idionline/Depkes)

Hidup sehat ?...tidak susah koq!!

Gizi.net - Ada beberapa hal yang sering dilewatkan dalam menjalani hidup, sehingga akibat buruk dari kebiasaan ini akan datang mengganggu kesehatan kita. Hal ini bisa terjadi hanya karena kebiasaan hidup yang tidak teratur. Kebiasaan tersebut adalah antara lain melewatkan sarapan, kurang minum air putih, kurang gerak sampai dengan ngemil snack berkalori tinggi.

Menurut Pete Cohen, psikolog dan physical trainer, bahwa tidak ada manusia lahir dengan kebiasaan buruk. Kebiasaan ini dipelajari saat tumbuh dewasa. Cara yang paling jitu untuk membuang kebiasaan buruk adalah dengan menggantinya dengan kebiasaan yang lebih baik. Menurut beberapa penelitian, diperlukan pengulangan 20 - 30 kali untuk kemudian menjadi kebiasaan baru.

Apakah semudah itu ??, sepertinya mudah saja, tapi kalau dijalani mengapa sulit??, karena kita memang hidup dilingkungan yang sudah mengesahkan kebiasaan-kebiasaan buruk itu menjadi hal yang biasa.

Ada beberapa tips dibawah ini, mengenai cara menghargai hidup dengan menjalani hidup secara sehat dan teratur, yaitu:

1. Minum air putih secara cukup
Kenapa terjadi? tubuh manusia tidak akan memberi sinyal berupa rasa haus sampai tubuh benar-benar kekurangan air atau mengalami dehidrasi.
Mengapa air putih? karena dua per tiga tubuh kita terdiri dari air, maka air merupakan unsur terpenting bagi tubuh. Setiap hari kita kehilangan 1,5 liter air lewat kulit, paru-paru dan ginjal (berupa air kencing). Untuk itu kehilangan itu harus digantikan dengan jumlah yang cukup, sehingga tubuh akan terhindar dari kelelahan, sakit kepala, kulit kusam dan bad mood.

2. Sarapan pagi setiap hari
Kenapa terjadi? Alasan yang sering didengar adalah karena tidak cukup waktu untuk sarapan.
Mengapa sarapan? Kalau sarapan terlewatkan maka akan mempengaruhi produktivitas kerja. Untuk itu 'dengarkan' tubuh anda dengan melakukan sarapan sehat secara rutin setiap hari. Sarapan sehat adalah makanan ringan yang cukup gizi seperti segelas susu atau jus buah atau sarapan siap saji yang kaya gizi dan rendah lemak.

3. Makan siang yang bergizi
Kenapa terjadi? Karena biasanya kelebihan karbohidrat sering terjadi saat makan siang, atau kurang mengkonsumsi makanan yang mengandung protein sebagau sumber energi.
Mengapa harus bergizi? Biasanya ngemil makanan tinggi kalori akan jadi pilihan utama apabila rasa lapar menyerang, seperti cokelat, keripik atau biskuit, yang banyak mengandung lemak, gula dan garam.
Untuk itu memilih makan siang yang bergizi adalah cara yang bijaksana untuk mengatasi rasa lapar. Cara yang bijaksana menurut Dr. Wendy Doyle, ahli diet, dengan cara menambah lauknya, makan sepotong buah atau segelas yoghurt.

4. Siasati makan malam
Kenapa terjadi? Biasanya setelah lelah seharian kerja, maka akan malas kalau harus mempersiapkan makan malam.
Mengapa disiasati? Karena biasanya bila tidak mempersiapkan makan malam maka fast food atau take-away food, yang pasti mengandung tinggi lemak dan garam. Cara mengatasinya??, makan sesuatu sebelum pulang kantor dan mengisi kulkas dengan bahan makanan yang lebih tahan lama simpan untuk keadaan darurat. Kalau terpaksa membeli makanan, lebih baik hindari makanan yang digoreng dan pikirkan makanan tersebut mengandung gizi, yang paling tidak, cukup.

Sumber: Majalah Cosmopolitan, Maret 20

Definisi Kesehatan

Kesehatan, pada organisme hidup, bisa dimengerti sebagai homeostasis - keadaan di mana suatu organisme mengimbangkan badannya, dengan masukan tenaga dan massa dan hasil tenaga dan massa di keseimbangan (dikurangi massa yang ditahan untuk proses pertumbuhan biasa), dan harapan untuk kelangsungan hidup organisme adalah positif.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO, World Health Organization) mendefinisikan sehat sebagai suatu keadaan fisik, mental dan sosial yang sejahtera dan bukan hanya ketiadaan penyakit dan lemah. Meskipun berguna dan tepat, definisi ini dianggap terlalu ideal dan tidak nyata. Kalau menggunakan definisi WHO 70-95% orang di dunia sebagai tidak sehat.

Kesehatan, pada organisme hidup, bisa dimengerti sebagai homeostasis - keadaan di mana suatu organisme menyeimbangkan badannya, dengan masukan tenaga dan massa dan hasil tenaga dan massa di keseimbangan (dikurangi massa yang ditahan untuk proses pertumbuhan biasa), dan harapan untuk kelangsungan hidup organisme adalah positif.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO, World Health Organization) mendefinisikan sehat sebagai suatu keadaan fisik, mental dan sosial yang sejahtera dan bukan hanya ketiadaan penyakit dan lemah. Meskipun berguna dan tepat, definisi ini dianggap terlalu ideal dan tidak nyata. Kalau menggunakan definisi WHO 70-95% orang di dunia sebagai tidak sehat.

January 1, 2007

Sedang Cari Kerja?

Isilah kolom Textbox  di bawah ini dengan jenis pekerjaan yang dicari dan lokasi tempat kerjanya lalu tekan tombol cari.







Artikel Menarik Lainnya...

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More