Download

7 Makanan Lezat Rendah Kalori Untuk Menurunkan Berat Badan

Beberapa Makanan Sehat Lezat tetapi rendah kalori yang bisa dikonsumsi untuk menurunkan berat badan anda..

Kenapa Sarapan Penting Untuk Menurunkan Berat Badan?

Penjelasan singkat tentang arti penting sarapan dalam proses menurunkan berat badan...

5 Tips Agar Tetap Termotivasi dalam Menurunkan Berat Badan

5 Tips sederhana agar kita tetap termotivasi dalam proses menurunkan berat badan...

12 Langkah Awal Menurunkan Berat Badan Anda

12 Panduan sederhana sebagai langkah awal menurunkan berat badan

6.5 Kesalahan Paling Fatal Dalam ber-Diet

Beberapa Kesalahan Fatal yang sering dilakukan oleh orang-orang yang menjalankan program diet...

December 6, 2010

Olahraga Bantu Turunkan Tekanan Darah Tinggi

Bila ingin mencegah dan mengontrol tekanan darah tinggi, melakukan olah raga secara teratur adalah salah satu caranya, bahkan bisa untuk mencegah kenaikan berat badan. Selain itu, olah raga juga akan memberikan beberapa keuntungan, seperti kesehatan fisik dan mental, lebih banyak tenaga, stamina, kekuatan dan kelenturan, serta merupakan salah satu jalan untuk mengurangi stres.

Kadang-kadang kita beranggapan bahwa untuk mendapatkan tubuh yang sehat, kita tidak perlu melakukan sesuatu. Salah satu contoh yang paling sederhana dan tidak membutuhkan peralatan dan pakaian khusus, yaitu berjalan, yang ternyata memberikan kita kondisi sehat di tempat kerja dan dapat menyenangkan semua orang, baik dari segi umur, bentuk tubuh, dan juga kebugaran.

Apapun olah raga yang dipilih hendaknya :

  1. Merupakan kesenangan dan akan tetap dilakukan secara teratur. Hal itu merupakan salah satu yang membuat tubuh merasa sehat sewaktu bekerja dan merupakan komitmen bersama keluarga
  2. Mulailah dengan perlahan dan selanjutnya mulai meningkatkan secara bertahap
  3. Periksa kesehatan diri secara teratur ke dokter atau klinik yang ada, bila ada masalah dapat terdeteksi secara dini
    Banyak orang secara langsung merasakan adanya hubungan antara stres dengan tekanan darah tinggi, yang sering ditandai dengan tendensi mempunyai tekanan darah tinggi. Bagaimanapun, pernyataan tersebut benar bahwa tekanan darah akan naik ketika ada tekanan atau sewaktu ada emosi. Namun, tidak ada data menyatakan bahwa stres menyebabkan meningkatnya tekanan darah tinggi secara langsung yang disebut dengan hipertensi.

Teknik relaksasi khusus seperti meditasi, yoga, dan tai chi dapat membantu menurunkan tekanan darah tinggi. Selain itu, coba terus mengatasi stes yang Anda alami setiap hari dengan berpatokan pada:

  1. Mengatur waktu Anda seefektif mungkin dengan membuat urutan pekerjaan yang akan dilakukan sesuai prioritas kebutuhan
  2. Delegasikan pekerjaan yang memang dapat dilakukan dan jangan takut untuk meminta bantuan bila Anda membutuhkannya
  3. Pelihara tekanan darah dengan cara olah raga secara teratur, jalan pagi atau sore, senam, berenang, dll.
  4. Berhenti sejenak beberapa saat setiap bekerja untuk menghilangkan ketegangan dan meregangkan otot- otot
  5. Bicarakan masalah Anda pada teman dekat, ini mempermudah untuk merubah sikap yang akan dilakukan
  6. Cari waktu yang baik untuk santai dengan membaca buku, mendengar musik, dll
  7. Sering tertawa dan mencoba diri Anda selalu lebih enjoy


Source:infosehat.com

Yang Perlu Diketahui Tentang Hipertensi

Hipertensi atau tekanan darah tinggi adalah penyakit yang umum terjadi dalam masyarakat kita. Keadaan itu terjadi jika tekanan darah pada arteri utama didalam tubuh terlalu tinggi. Hipertensi kini semakin sering dijumpai pada orang lanjut usia.

Tekanan darah tubuh yang normal adalah 120/80 (tekanan sistolik 120 mmHg dan tekanan diastolik 80 mmHg). Namun, nilai tekanan darah tersebut tidak memiliki nilai yang baku. Hal itu berbeda-beda tergantung pada aktifitas fisik dan emosi seseorang.

Hipertensi merupakan kelainan yang sulit diketahui oleh tubuh kita sendiri. Satu-satunya cara untuk mengetahui hipertensi adalah dengan mengukur tekanan darah kita secara teratur. Diketahui sembilan dari sepuluh orang yang menderita hipertensi tidak dapat diidentifikasi penyebab penyakitnya. Hipertensi sebenarnya dapat diturunkan dari orang tua kepada anaknya. Jika salah satu orang tua terkena hipertensi, maka kecenderungan anak untuk menderita hipertensi adalah lebih besar dibandingkan dengan mereka yang tidak memiliki orang tua menderita hipertensi.

Keluhan yang mungkin timbul akibat hipertensi antara lain yaitu nyeri di daerah kepala bagian belakang, mimisan, penglihatan yang kabur, kelemahan pada otot, mual, muntah, dan sebagainya.

Hipertensi berdasarkan penyebabnya dapat diklasifikasikan sebagai berikut:

  1. Hipretensi primer, yaitu hipertensi yang tidak diketahui penyebabnya.
  2. Hipertensi sekunder, yaitu hipertensi yang disebabkan oleh penyakit, obat-obatan, maupun kehamilan.

Sedangkan klasifikasi hipertensi menurut WHO berdasarkan tekanan diastolik, yaitu:

  1. Hipertensi derajat I, yaitu jika tekanan diastoliknya 95-109 mmHg.
  2. Hipertensi derajat II, yaitu jika tekanan diastoliknya 110-119 mmHg.
  3. Hipertensi derajat III, yaitu jika tekanan diastoliknya lebih dari 120 mmHg.

Hipertensi diduga dapat berkembang menjadi masalah kesehatan yang lebih serius dan bahkan dapat menyebabkan kematian. Seringkali hipertensi disebut sebagai silent killer disease karena dua hal, yaitu:

  1. Hipertensi sulit disadari oleh seseorang karena hipertensi tidak memiliki gejala khusus. Gejala ringan seperti pusing, gelisah, mimisan, dan sakit kepala biasanya jarang berhubungan langsung dengan hipertensi. Hipertensi dapat diketahui dengan mengukur tekanan darah secara teratur.
  2. Penderita hipertensi, apabila tidak ditangani dengan baik, akan mempunyai risiko besar untuk meninggal karena komplikasi kardiovaskular seperti stroke, serangan jantung, gagal jantung, dan gagal ginjal.

Pengobatan terhadap penderita hipertensi dapat dilakukan sebagai berikut:

  1. Pengobatan tanpa obat, antara lain dengan diet rendah garam, kolesterol, dan lemak jenuh; peredaan stres emosional; berhenti merokok dan alkohol; serta latihan fisik secara teratur.
  2. Pengobatan dengan menggunakan obat antihipertensi. Terdapat banyak jenis obat antihipertensi yang beredar saat ini. Untuk pemilihan obat antihipertensi yang tepat, sebaiknya langsung menghubungi dokter.

Dengan pengobatan dan kontrol yang teratur serta menghindari berbagai faktor penyebab terjadinya hipertensi, maka angka kematian akibat penyakit tersebut sebenarnya dapat ditekan.


Source:infosehat.com

Mengenal Tekanan Darah

Tekanan darah merupakan tekanan yang dialami darah pada pembuluh darah arteri ketika darah di pompa oleh jantung ke seluruh anggota tubuh. Tekanan darah dibuat dengan mengambil dua ukuran dan biasanya diukur seperti berikut - 120 / 80 mmHg. Nomor atas (120 hingga 130) menunjukkan tekanan ke atas pembuluh arteri akibat denyutan jantung, dan disebut tekanan sistole / systolic. Nomor bawah (80 hingga 85) menunjukkan tekanan saat jantung beristirahat di antara pemompaan, dan disebut tekanan diastole / diastolic. Saat yang paling baik untuk mengukur tekanan darah adalah saat Anda istirahat dan dalam keadaan duduk atau berbaring.


Tekanan darah dalam kehidupan seseorang bervariasi secara alami. Bayi dan anak-anak secara normal memiliki tekanan darah yang jauh lebih rendah daripada dewasa. Tekanan darah juga dipengaruhi oleh aktivitas fisik yang Anda lakukan. Tekanan darah akan lebih tinggi pada saat melakukan aktivitas, dan lebih rendah ketika Anda beristirahat. Tekanan darah dalam satu hari juga berbeda-beda. Tekanan darah berada paling tinggi pada pagi hari dan paling rendah pada saat tidur di malam hari.

Bila tekanan darah diketahui lebih tinggi dari biasanya secara berkelanjutan, orang itu dikatakan mengalami masalah darah tinggi. Penderita darah tinggi mesti sekurang-kurangnya mempunyai tiga bacaan tekanan darah yang melebihi 140 / 90 mmHg saat istirahat.

Seseorang dikatakan memiliki tekanan darah tinggi jika :

  1. Tinggi ringan: 140-159 mmHg ke 90-99 mmHg
  2. Medium - tinggi: 160-179 mmHg ke 100-109 mmHg
  3. Tinggi sekali: 180 mmHg ke atas lebih dari 110 mmHg

Jika tekanan darah nilai lebih dari 200 mmHg ke 130 mmHg meningkat, dokter berbicara tentang "hypertensive darurat", yang harus segera diatasi.
Gejala-gelanya:

  1. Pusing
  2. Kelumpuhan
  3. Mata dan gangguan kesadaran

Tindakan yang harus dilakukan:

  1. Konsumsi obat yang disarankan dokter secara teratur
  2. Berkonsultasi kepada dokter secara teratur

Tekanan darah rendah (hypotension) merupakan keadaan tekanan darah yang lebih rendah dari tekanan yang diperlukan oleh tubuh, sehingga setiap organ dari tubuh tidak mendapat aliran darah yang cukup dan menyebabkan timbulnya gejala hipotensi. Orang-orang yang biasanya terkena terkanan darah rendah adalah atlet dan orang-orang yang berdiet.

Gejala-gejala awal penderita tekanan drah rendah:

  1. Cepat lelah
  2. Pening / sakit kepala ketika posisi badan berubah
  3. Sukar berkonsentrasi
  4. Mata berkunang-kunang
  5. Mual
  6. Kulit terasa dingin, pucat, dan lembap
  7. Nafas cepat dan pendek
  8. Depresi
  9. Cepat haus

Tekanan darah dikatakan normal jika berkisar antara 130 / 80 mmHg. Tekanan darah normal disebut juga optima. Tindakan yang harus dilakukan untuk terus mengontrol tekanan darah adalah sebagai berikut:

  1. Memeriksa tekanan darah secara berkala (2 kali setahun) jika kadarnya normal.
  2. Tidak merokok dan hindari alkohol
    Nikotin dari asap rokok akan memasuki darah dan menyebabkan jantung berdenyut lebih cepat, menyempitkan saluran nadi halus dan memaksa jantung bekerja lebih kuat.
  3. Mengkonsumsi makanan yang sehat. Kurangi konsumsi garam dan lemak.
    Garam berlebihan di dalam darah dapat menyebabkan lebih banyak air yang terpaksa disimpan di dalamnya. Kondisi yang demikian akan meningkatkan tekanan darah. Lemak yang berlebihan akan terkumpul di sekeliling dinding saluran nadi dan menjadikannya tebal.
  4. Menjaga berat badan agar tetap ideal
  5. Olahraga secara teratur


Source: infosehat.com

Artikel Menarik Lainnya...

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More