Download

7 Makanan Lezat Rendah Kalori Untuk Menurunkan Berat Badan

Beberapa Makanan Sehat Lezat tetapi rendah kalori yang bisa dikonsumsi untuk menurunkan berat badan anda..

Kenapa Sarapan Penting Untuk Menurunkan Berat Badan?

Penjelasan singkat tentang arti penting sarapan dalam proses menurunkan berat badan...

5 Tips Agar Tetap Termotivasi dalam Menurunkan Berat Badan

5 Tips sederhana agar kita tetap termotivasi dalam proses menurunkan berat badan...

12 Langkah Awal Menurunkan Berat Badan Anda

12 Panduan sederhana sebagai langkah awal menurunkan berat badan

6.5 Kesalahan Paling Fatal Dalam ber-Diet

Beberapa Kesalahan Fatal yang sering dilakukan oleh orang-orang yang menjalankan program diet...

October 26, 2011

Cara Menurunkan Berat Badan untuk Penderita Diabetes


img
Ilustrasi (foto: Thinkstock)
Menurunkan berat badan mungkin dapat terdengar begitu sederhana, yaitu dengan penurunan kalori, dan meningkatkan kalori yang terbakar. Bagi seseorang yang pernah berjuang untuk menurunkan berat badan mengetahui bahwa menurunkan berat badan dapat dengan menemukan keseimbangan yang tepat dari makanan dan olahraga. Jika memiliki diabetes, tentunya menghadapi tantangan tambahan untuk harus menjaga kadar gula darah dalam rentang normal juga.

Menurunkan berat badan merupakan upaya yang sangat baik ketika seseorang memiliki diabetes tipe 2. "Seseorang yang mengalami penurunan berat badan sekitr 5-10 persen dari berat awal, maka mereka juga sering melihat peningkatan besar dalam mengontrol diabetes dan risiko komplikasinya," kata Amanda Kirpitch, RD, CDE, dari Joslin Diabetes Center, Boston. Seseorang yang memiliki berat badan 200 pon, maka ketika mengalami penurunan berat badan 10-20 pon, mungkin cukup untuk menurunkan gula darah, tekanan darah, dan kadar kolesterol. Untuk menurunkan berat badan untuk penderita diabetes membutuhkan beberapa perencanaan. Tetapi hal tersebut dapat dilakukan dan tidak memerlukan banyak perubahan.

Seperti dikutip dari MSNHealth, Jumat (21/10/2011), berikut rencana penurunan berat badan yang benar-benar dapat efektif untuk diterapkan pada penderita diabetes, antara lain:

1. Aktivitas fisik secara teratur

Salah satu kunci untuk menurunkan berat badan dan menjaganya agar tetap stabil adalah dengan melakukan aktivitas fisik secara teratur. Tidak harus dengan banyak waktu setiap hari, namun lebih baik sedikit waktu untuk latihan fisik tetapi teratur. American Heart Association merekomendasikan pedoman latihan fisik untuk penderita diabetes tipe 2, yaitu:

a. Aktivitas jantung (cardio activities)
Seberapa sering: 3-7 kali seminggu.
Berapa banyak: 150 menit per minggu latihan intensitas sedang, atau 90 menit per minggu intensitas latihan kuat.

b. Latihan beban
Seberapa sering: 3 kali seminggu.
Berapa banyak: 2-4 set dari 8-10 pengulangan, menggunakan beban dengan berat sedang.

Pada tingkat ini, seseorang mungkin akan membakar setidaknya 1.000 kalori seminggu. Hal tersebut berarti seseorang tidak harus membatasi asupan makanan untuk menurunkan berat badan. "Latihan fisik juga dapat meningkatkan kontrol gula darah bahkan sebelum seseorang mulai kehilangan berat badan," kata Kirpitch.

2. Mengurangi jumlah asupan kalori

"Pengurangan jumlah asupan kalori yang realistis bagi kebanyakan orang adalah dengan mengurangi 500-1.000 kalori sehari," kata Kirpitch. Jika seseorang kehilangan berat badan sebanyak 1 pon seminggu, merupakan penurunan berat badan yang lebih mudah dan baik untuk dipertahankan dibandingkan dengan penurunan berat badan yang mendadak.

3. Menggunakan piring dengan ukuran yag lebih kecil

Banyak penderita diabetes yang menggunakan cara diet dengan piring yang lebih kecil. Kebanyakan orang yang menggunkan piring yang kecil, cenderung akan memilih diet seimbang yang tidak terlalu banyak kandungan karbohidrat. "Sebagai aturan yang praktis, dapat dengan menempatkan sayuran pada setengah bagian piring, seperempat pati, dan seperempat protein tanpa lemak," kata Constance Brown-Riggs, RD, CDE, juru bicara American Dietetic Association. Jika ingin mencoba untuk menurunkan berat badan, menggunakan piring denan ukuran yang lebih kecil merupakan cara yang mudah dan efektif.

4. Jangan menunggu terlalu lapar untuk makan

Porsi yang lebih kecil memang baik. Tetapi jika sedang terlalu lapar, tentunya makanan dengan porsi kecil tidak akan cukup. Untuk hal mencegah tersebut, Kirpitch merekomendasikan makan setiap 4-5 jam sekali. Juga sebaiknya memilih makanan tinggi serat, seperti sayuran, buah-buahan, biji-bijian, dan kacang-kacangan. Serat memperlambat tingkat pergerakan makanan melalui sistem pencernaan, sehingga dapat membantu merasa kenyang lebih lama.

5. Sesuaikan obat diabetes

Insulin dan obat diabetes tertentu dapat membuat kadar gula darah terlalu rendah jika seseorang berolahraga lebih banyak atau makan dengan porsi lebih sedikit. Obat-obatan tersebut, antara lain:

a. Glimepiride (Amaryl)
b. Glipizide (Glucotrol, Glucotrol XL)
c. Glyburide (Diabeta, Glynase, Micronase)
d. Nateglinide (Starlix)
e. Repaglinide (Prandin)

Berkonsultasilah dengan dokter yang meresepkan obat diabetes untuk memperbarui rencana pengobatan. "Seseorang mungkin perlu menyesuaikan obat yang dikonsumsi dan memonitor gula darah lebih sering," kata Brown-Riggs.

6. Ngemil untuk menstabilkan kadar gula darah

Pada seseorang yang memiliki risiko penurunan kadar gula darah secara drastis, ngemil sebelum atau selama berolahraga juga membantu menjaga kadar gula darah agar tetap stabil. "Namun solusi yang lebih efektf adalah dengan merencanakan asupan makanan sehingga tidak menambahkan lebih banyak makanan untuk dikonsumsi," kata Kirpitch.

Menurunkan berat badan pada penderita diabetes dapat untuk menurunkan gula darah, tekanan darah, dan kadar kolesterol. Untuk dapat menurunkan berat badan membutuhkan beberapa usaha, tetapi tidak harus menyita waktu dan fokus yang banyak. Dengan menjalankan perubahan yang realistis pada pola diet akan dapat efektif menurunkan berat badan secara perlahan tetapi pasti.


source:detikhealth.com

October 24, 2011

Trik Mengontrol Kadar Trigliserida Agar Tetap Normal


img
(Foto: thinkstock)
Trigliserida adalah zat lemak dalam darah yang disimpan dalam sel lemak tubuh, jika kadarnya berlebih bisa meningkatkan risiko berbagai penyakit. Karenanya ketahui cara mengontrol kadar trigliserida agar tidak berlebih.

Kalori berlebih dalam tubuh yang tidak digunakan akan segera disimpan dalam jaringan lemak yang disebut dengan trigliserida. Ia memiliki fungsi menyediakan energi untuk melakukan pekerjaan sehari-hari, membentuk bantalan untuk melindungi organ vital serta membantu penyerapan vitamin.

Kadar trigliserida terbilang normal jika kurang dari 150 mg/dL, masuk kategori batas tinggi jika nilainya 150-199 mg/dL, masuk kategori tinggi jika nilainya 200-499 mg/dL dan kategori sangat tinggi jika nilainya 500 mg/dL atau lebih.

Namun jika kadarnya berlebih maka dapat meningkatkan risiko beberapa penyakit seperti:
1. Pengerasan arteri yang menyebabkan kondisi arterosklerosis sehingga memicu terjadinya penyakit jantung dan stroke.

2. Diabetes, karena jika kadar trigliserida meningkat dalam sel lemak akan merangsang pelepasan sel-sel inflamasi tertentu yang disebut cytokine ke aliran darah. Nantinya akan mempengaruhi kemampuan tubuh dalam mengendalikan tingkat gula darah darah yang meningkatkan risiko diabetes.

3. Sindrom metabolik yang merupakan kombinasi dari penyakit jantung, diabetes, obesitas dan tekanan darah tinggi.

4. Fatty liver disease, jika kadar trigliserida tinggi akan menyebabkan berlebihnya sel-sel lemak dalam tubuh yang akan disimpan dalam hati sehingga memicu fatty liver disease yang bisa menyebabkan komplikasi hati.

5. Xanthoma, kadar trigliserida yang berlebih memicu terjadinya gatal, jerawat (xanthomas) pada tangan, kaki, lengan dan bokong.

Beberapa faktor diketahui bisa berkontribusi terhadap tingginya kadar trigliserida seperti pola makan, kondisi medis tertentu, hormon yang tidak seimbang, merokok, kurangnya aktivitas fisik, obesitas dan keturunan.

Untuk itu ketahui langkah-langkah apa yang diperlukan dalam mengontrol kadar trigliserida agar tidak berlebih, seperti dikutip dari Lifemojo, Senin (24/10/2011) yaitu:

1. Pilihlah lemak yang tepat, hindari daging merah, mentega serta lemak trans yang ada dalam makanan cepat saji yang digoreng seperti kentang goreng.

2. Pilihlah karbohidrat yang tepat, seperti gandum, oats dan beras merah yang masuk kategori karbohidrat kompleks, serta hindari produk dari tepung olahan seperti pasta, roti dan mi.

3. Pilihlah protein yang tepat, makanan yang kaya akan omega 3 bermanfaat dalam mengendalikan pembentukan trigliserida berlebih seperti salmon, tuna, sarden dan untuk vegetarian bisa dari walnut, almond yang direndam atau biji rami.

4. Mengonsumsi buah dan sayur, karena mengandung serat baik yang larut atau tidak sehingga membantu mengontrol berat badan dan menurunkan kadar trigliserida.

5. Perhatikan berat badan yang dimiliki, hal ini karena obesitas adalah faktor penting yang mengarah pada peningkatan kadar trigliserida.

6. Melakukan olahraga untuk membantu menurunkan kadar lemak dalam tubuh yang secara otomatis turut mengurangi trigliserida berlebih.

7. Mengurangi asupan alkohol, ada studi yang menunjukkan anggur merah baik untuk jantung tapi tetap ada batas konsumsinya. Namun ketika seseorang mulai mengonsumsi alkohol meski diawali oleh anggur merah, ia bisa mengarah pada bir dan wiski. Konsumsi alkohol secara teratur dikaitkan dengan kadar trigliserida yang meningkat.


source:detikhealth.com peluang usaha

Artikel Menarik Lainnya...

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More