Download

February 6, 2012

Mengenal Penyakit Kutu Air


Kutu air, juga disebut “athlete’s foot”, adalah infeksi jamur yang sering kali terjadi di antara jari-jari kaki. Pada umumnya disebabkan kaki tidak dikeringkan dengan baik setelah mandi, atau juga akibat kaki lembap berkeringat. Walaupun disebut athlete’s foot, bukan hanya olahragawan, tetapi semua orang dapat terinfeksi jamur ini. Kulit tampak merah, rasa terbakar dan sangat gatal, pecah-pecah dan terkelupas, kemudian berwarna kelabu-putih dan bersisik. Sering kali mengeluarkan bau yang tidak sedap, terutama bila berkeringat. Jika tidak diobati, infeksi dapat menjalar ke seluruh kaki dan kuku.
Jamur membentuk suatu enzim yang bisa melarutkan keratin (bahan kuku), hingga struktur kuku menjadi rapuh. Kuku berwarna keputih-putihan, biasanya dari jempol kaki dan gangguan ini disebut kuku kapur.
Jamur bersifat agak menular melalui sporanya, tetapi tidak semua orang sama pekanya terhadap infeksi. Tidak diketahui mengapa orang yang satu lebih mudah terinfeksi jamur dibandingkan yang lain.

1. Penyebabnya
Kutu air disebabkan oleh infeksi dengan suatu jamur kulit (dermatofyt), melalui spora-sporanya yang terdapat di mana-mana di tanah. Spora ini sangat ulet dan dapat bertahan terhadap suhu rendah atau tinggi dan dapat hidup bertahun-tahun. Bila keadaan sekitarnya menguntungkan (suhu dan kelembapan tinggi) spora mulai berkembang dan membentuk benang-benangnya (hO) lagi.
Diagnosis: dengan menganalisis serpihan di bawah mikroskop dengan setetes larutan (tesKOH), benang-benang karakteristik dapat dilihat dan jamur terdeteksi.
2. Pencegahan
Penggunaan sabun berlebihan menghilangkan lapisan pelindung dari kulit sehingga spora jamur dapat mudah menyerbu. Tindakan pencegahan lainnya adalah sebagai berikut:
- Mengenakan sandal di kolam renang umum untuk memperkecil risiko infeksi dengan spora jamur;
- Setelah mandi atau douche, kaki dikeringkan dengan baik, terutama di antara jari-jarinya;
- Pada kaki berkeringat digunakan talk untuk mengeringkannya;
- Sepatu sebaiknya agak longgar dan terbuat dari bahan yang berventilasi (kulit, bukan plastik) atau menggunakan sandal terbuka;
- Kaos kaki perlu diganti setiap hari dan handuk dicuci dengan air panas di atas sac untuk mematikan spora yang terlepas dari serpihan;
- Sebaiknya setiap hari mengganti sepatu, agar selalu menggunakan sepatu yang kering.
3. Penanganan Sendiri
Obat antijamur (fungisid) yang berkhasiat baik dan merupakan pilihan pertarna adalah mikonazol (Daktarin tingtur, krem dan serbuk 2%). Begitupula turunan-turunannya klotrimazol (Canesten) dan isokonazol (Travogen).
Pilihan kedua adalah terbinafin (salep atau tingtur), juga digunakan 2 kali sehari sampai sembuh dalam 2-6 minggu. Sebagai pilihan ketiga dianjurkan tingtur povidon-iod dengan khasiat fungisid kuat dan cara penggunaan sama.
Sebelum obat digunakan, penting untuk terlebih dahulu membersihkan kaki dengan air tanpa sabun. Semua serpihan kulit di sekitar tempat infeksi dibuang, lalu dikeringkan baik-baik dengan handuk yang digunakan khusus untuk ini. Dengan mengolesi obat secara tipis 2 kali sehari, spora dapat dimusnahkan dalam waktu 2-4 minggu. Pengobatan hendaknya dilanjutkan beberapa minggu lagi setelah semua gejala hilang.
Jamur kaki dapat diobati dengan krem/ salep atau tingtur fungisid, juga dalam bentuk serbuk yang ditaburkan pada kaki, ke dalam kaos kaki dan sepatu untuk menghindari infeksi kembali (reinfeksi). Jamur kuku biasanya lebih ulet karena sporanya kebanyakan menghuni di bagian bawah pangkal kuku. Lokasi ini sangat sulit untuk dicapai oleh obat karena kuku terutama terdiri dari keratin yang praktis tidak dapat ditembus oleh kebanyakan krem/salep antijamur. Oleh karena itu sediaan tingtur dalam alkohol atau minyak atsiri, yang mampu menembus keratin lebih efektif. Bila pengobatan dimulai sedini mungkin, infeksi dapat lebih mudah disembuhkan. Penyembuhan kuku yang sudah terinfeksi seluruhnya memerlukan waktu satu tahun, atau bahkan lebih lama lagi.
Pasien diabetes perlu memberikan perhatian khusus pada pemeliharaan kaki dan kuku karena pada mereka sirkulasi darah pada umumnya sudah memburuk. Sarafsaraf dapat dirusak akibat diabetes, menyebabkan perasaan di kaki berkurang sehingga luka-luka kecil tidak dirasakan lagi. Oleh karena itu harus berhati-hati sewaktu menggunting kuku kaki dan penanganan kapalan atau katimumul.
Obat-obat rumah tangga. Dilaporkan bahwa suatu campuran dari minyak atsiri teatree oil dan eukalyptol sangat ampuh dan lebih mampu menembus keratin kuku dan mencapai jamur. Digunakan secara teratur 2 kali sehari 1-2 tetes pada pangkal kuku kapur dapat mengatasi infeksi dalam ± 4-6 minggu.
- Merendam kaki dalam larutan garam dapur (2 sendok teh dalam 1/2 liter air hangat) selama 5-10 menit juga dapat membantu penyembuhan. Larutan garam menghindari jamur berkembang biak serta mengurangi berkeringat.
- Pasta yang dibuat dan 1 sendok makan soda kue (biknrbonat) dalam sedikit air hangat, dioleskan pada kaki dua kali sehari.
4. Pengobatan oleh Dokter
Bila obat-obat luar (salep, tingtur) tidak atau kurang efektif, dokter dapat meresepkan suatu obat dalam yang bekerja lebih efektif secara sistemis (melalui darah), yaitu griseofulvin dan itrakonazol. Sering kali efeknya baru tampak setelah penggunaan 6 -12 bulan.
5. Obat-Obat Tersendiri
a. Mikonazol (Daktarin) dan turunannya
b. Klotrimazol (Canesten)
c. Povidon-iod (Betadin)

source:http://requestartikel.com
peluang usaha

0 comments:

Post a Comment

Artikel Menarik Lainnya...
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More