Download

October 19, 2012

Sel Lemak Juga Perlu Tidur


Tidur di malam hari tidak hanya bermanfaat untuk mengistirahatkan otak, tapi juga sel-sel lemak. Jika Anda kurang tidur, sel-sel lemak Anda bisa rusak dan tidak menanggapi metabolisme energi dengan baik. Akibatnya, Anda menambah berat badan dan lebih rentan terhadap diabetes dan penyakit lainnya. Demikian kesimpulan hasil studi Matthew Brady dari University of Chicago dan rekan-rekannya mengenai hubungan antara keseimbangan energi dan kurang tidur.
'Sleeping OMG' photo (c) 2007, David Goehring - license: http://creativecommons.org/licenses/by/2.0/“Seperti halnya ketika Anda limbung karena kurang tidur, ternyata kurang tidur juga membuat sel-sel lemak Anda limbung metabolik,” kata Matthew Brady, seorang profesor kedokteran di University of Chicago.
Untuk keperluan studi tersebut mereka merekrut tujuh relawan yang sehat, ramping dan muda dengan usia rata-rata 24 tahun. Mereka menghabiskan empat malam berturut-turut untuk tidur 4,5 jam dan 8 jam. Jumlah makanan mereka diatur sama pada kedua pendekatan eksperimental itu dan dikontrol ketat.

Respon insulin menurun

Setelah eksperimen tidur, para peserta menjalani tes toleransi glukosa intravena yang menunjukkan sensitivitas tubuh terhadap insulin. Hasilnya, setelah tidur malam yang pendek tubuh mereka secara signifikan merespon insulin lebih buruk. Respon insulin menurun rata-rata 16 persen ketika peserta kurang tidur, dibandingkan dengan ketika mereka tidur delapan jam. Secara khusus, protein yang disebut Akt1 menjadi 30 persen kurang aktif dalam sel-sel lemak peserta yang kurang tidur.
“Hanya dengan tidur 4,5 jam selama empat malam sudah cukup untuk membuat usia metabolik mereka menua 10 sampai 20 tahun,” kata Brady.
Banyak orang berpikir bahwa lemak adalah sumber masalah, padahal lemak memiliki manfaat penting. Lemak tubuh berfungsi sebagai cadangan energi, yang menyimpan energi dan melepaskannya sesuai keperluan.
“Untuk penyimpanan energi, sel-sel lemak diubah menjadi asam lemak dan lipid. Jika sel-sel lemak tidak merespon secara efektif terhadap insulin, lipid meresap ke dalam sirkulasi dan menyebabkan komplikasi yang serius,” kata Brady. Dalam jangka panjang, kekurangan tidur terus-menerus akan mengganggu keseimbangan energi yang mengarah ke diabetes, obesitas dan masalah kesehatan lainnya.

Cepat lapar

Penurunan sensitifitas ini juga memiliki efek samping lain karena sel-sel lemak biasanya memproduksi insulin untuk menanggapi hormon leptin. “Leptin dikenal sebagai hormon anti-lapar,” kata Brady. “Jika sel-sel kurang sensitif terhadap insulin, mereka menjadi mudah lapar sehingga menyebabkan penambahan berat badan jangka panjang pada mereka yang terkena dampaknya.”
Selanjutnya, para peneliti mengatakan akan mencoba intervensi tidur untuk membantu pasien obesitas meningkatkan tidur mereka, yang berpotensi menurunkan berat badan mereka.
“Jika Anda meningkatkan kualitas tidur dan durasi tidur, Anda mungkin bisa membantu seseorang yang memiliki gangguan metabolisme dan memperbaikinya hanya melalui intervensi tidur,” kata Brady.

source:http://majalahkesehatan.com

0 comments:

Post a Comment

Artikel Menarik Lainnya...
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More