Download

7 Makanan Lezat Rendah Kalori Untuk Menurunkan Berat Badan

Beberapa Makanan Sehat Lezat tetapi rendah kalori yang bisa dikonsumsi untuk menurunkan berat badan anda..

Kenapa Sarapan Penting Untuk Menurunkan Berat Badan?

Penjelasan singkat tentang arti penting sarapan dalam proses menurunkan berat badan...

5 Tips Agar Tetap Termotivasi dalam Menurunkan Berat Badan

5 Tips sederhana agar kita tetap termotivasi dalam proses menurunkan berat badan...

12 Langkah Awal Menurunkan Berat Badan Anda

12 Panduan sederhana sebagai langkah awal menurunkan berat badan

6.5 Kesalahan Paling Fatal Dalam ber-Diet

Beberapa Kesalahan Fatal yang sering dilakukan oleh orang-orang yang menjalankan program diet...

January 15, 2008

Tubuh Berotot Belum Tentu Sehat

Bagi kaum pria memiliki tubuh berotot tentu menjadi sebuah kebanggaan tersendiri, bahkan terasa lebih macho, tapi tahukan Anda di balik otot kekar ada satu kelainan yang mengancam, seperti yang dilansir dari BBC.

Para peneliti mengingatkan pria yang membentuk ototnya secara berlebihan bisa mengalami peningkatan resiko kesalahan pembentukan tubuh, yang lazim disebut muscle dysmorphia (MD). Kelainan tersebut sering dijumpai pada pria yang sangat berotot, ironisnya kondisi tersebut justru memicu pria untuk semakin menambah ukuran dan bentuk tubuhnya. Bahkan mereka tak segan memakai steroid untuk mendukung pembentukan fisik mereka.

Sindrom ini berbeda dengan bentuk lain dari kelainan dismorfia tubuh, pasalnya di samping tidak puas pada beberapa bagian tubuhnya, penderita dysmorphia otot juga tak suka dengan bentuk tubuh mereka secara keseluruhan.

Penelitian tersbeut melibatkan 54 pria di Boston, Masshusetts, AS, di mana satu kelompok terdiri atas 24 pria yang berlatih secara reguler dan memang positif mengidap MD, sementara kelompok kedua terdiri atas 30 pria yang berlatih secara reguler tapi tak mengidap MD. Kemudian responden diminta menjawab kuisioner tentang kebugaran dan penampilan tubuhnya.

Kedua kelompok memiliki kualifikasi pendidikan, pekerjaan dan pola latihan yang mirip. Responden dengan MD mengakui dirinya kurang menarik secara fisik dan juga merasa kurang sehat dibandingkan rekannya. Kecenderungan seperti ini dulu hanya terlihat pada wanita.

Kelompok pertama juga lebih mementingkan penampilan daripada kelompok kedua. Mereka merasa kurang puas dengan bentuk tubuhnya terutama di area torso (pantat, pinggang, paha, dan kaki), kondisi otot dan berat badan.

Riset yang dipimpin Dr Precilla Choi dari School of School of Human Movement, Recreation and Performance, Victoria University, Melbourne, Australia, ini diterbitkan oleh British Journal of Sports Medicine.

Dalam salah satu tulisan di jurnal tersebut menyebutkan: "Jika kebanyakan pria pergi ke gym untuk berlatih meningkatkan otot, beberapa dari mereka mungkin beresiko menderita MD."

Mereka menambahkan MD pada pria mungkin merupakan satu konsekuensi negatif dari kebiasaan latihan fisik, khususnya latihan angkat beban. Langkah pencegahan dan terapi merupakan pertanyaan penting bagi para penelliti dan praktisi untuk terus menggalinya.
(idionline/NeT)

Ancaman di Fitness Center!

Ingin tubuh lebih oke? Banyak cara bisa dilakukan untuk membuat tubuh lebih berisi, berotot, dan tetap ramping. Salah satunya lewat olah badan atau body building di pusat kebugaran.

Namun, hati-hati terhadap kemungkinan overtraining atau penggunaan suplemen pemacu tenaga atau pembesar otot secara asal-asalan.

Melatih fisik bila dilakukan secara teratur dan terukur, memang akan membuat tubuh tetap sehat dan bugar. Keuntungan selanjuthya, penampilan pun jadi lebih menarik.

Soal memperbaiki penampilan inilah yang tampaknya membuat banyak orang, terutama kalangan muda, jadi keranjingan berolahraga. Apalagi, saat ini tak sedikit yang mengartikan sehat sebagai kondisi perut langsing (six pack) dan lengan berotot. Kecenderungan itu pun ditangkap oleh berbagai pusat kebugaran (fitness center). Mereka menawarkan paket latihan dengan rupa-rupa alat, dan tentu hasil yang maksimal. Sebagai tambahan, juga ada suplemen untuk membantu membentuk otot-otot tubuh.

Kini olah kebugaran (banyak orang menyebutnya fitnes) memang sudah menjadi gaya hidup, bukan hanya pada masyarakat kota besar, tetapi sudah merambah ke pinggiran kota, meski tempatnya tidak selalu nyaman. Yang penting, di situ terdapat bermacam macam alat untuk melatih otot tubuh.

Orang muda, baik pelajar, mahasiswa, maupun eksekutif, tertarik menjadi anggota klub kebugaran dengan berbagai keperluan. Ada yang ingin mengencangkan atau membentu otot, merampingkan badan, atau menjaga kebugaran. Agar terkesan gaul dan keren juga menjadi salah satu alasan mereka bergabung di sebuah klub.

Marcella (24) mengaku bergabung dengan sebuah klub agar bisa berolahraga sesuai waktu yang ia punya, dan dipandu dalam membuat program latihan, sehingga mendapat hasil yang diinginkan. Fitness center memang menawarkan trainer (pelatih) untuk membantu membuat program latihan sesuai kebutuhan konsumen.

Fitnes juga berguna untuk para wanita yang ingin membentuk tubuh ideal, terutama setelah melahirkan dan tentu saja agar terlihat awet muda. Alasan itu pula yang dikemukakan Novita (34). Ibu dua anak ini mengaku tekun berolahraga sejak masih duduk di bangku SMP. Hasilnya, ia tampak awet muda dan seperti masih gadis saja. Selain itu, ia mengaku daya tahan tubuhnya meningkat, hingga jarang sakit. Manfaat lain dari fitnes dan weight training pada wanita, juga dapat mencegah penuaan dini dan osteoporosis (keropos tulang).

Bisa Serangan Jantung

Biasanya untuk membentuk otot agar terlihat kekar, dibutuhkan waktu sekitar tiga bulan. Waktu ini bisa dipercepat dengan bantuan suplemen khusus. Suplemen-suplemen ini jika digunakan sesuai anjuran dan takaran yang tepat, tidak akan menimbulkan masalah.

Cara instan, yakni membentuk tubuh indah dalam waktu singkat ini yang diminati banyak orang muda. Karena itu, tak jarang yang kemudian lebih memilih mengonsumsi suplemen di luar takaran aman dan tak perlu berlama-lama tekun berlatih.

Contohnya, pemakaian suplemen creatine yang berfungsi untuk menambah tenaga ke sel-sel otot, sehingga jadi super kuat. Pada pemakaian normal, zat ini tidak menimbulkan efek samping. Namun, jika melebihi dosis dan tidak diimbangi latihan yang benar dapat membahayakan ginjal karena banyak menyerap cairan tubuh. Padahal, creatine alami bisa didapat dari makanan sehari-hari, terutama dari daging merah dan ikan, walau dalam jumlah sedikit.

“Beberapa nama perangsang lain yang mengandung bahan seperti ma huang, extract thyroid, chinese ephedra merupakan suplemen yang paling sering digunakan dalam olah raga. Ini bisa membahayakan jika tidak disertai pengetahuan yang benar tentang pemakaiannya karena suplemen tersebut bekerja memengaruhi hormon. Kasus yang pernah terjadi, yaitu berpengaruh pada kerja jantung. Bahan-bahan dalam suplemen tersebut memacu kerja jantung menjadi lebih cepat, bisa juga menimbulkan stroke,” papar Dr. Michael Triangto, Sp.KO, dokter spesialis kesehatan olahraga yang biasa menangani para atlet.

Mengingat efek yang membahayakan, ma huang sudah dilarang peredarannya di Indonesia. Suplemen ini bisa membuat jantung berdebar-debar. Jika dibiarkan terus, si pemakai bisa terkena serangan jantung. Suplemen-suplemen sejenis itulah yang biasa ditawarkan di pusat-pusat kebugaran, bisa dari pelatih atau sesama anggota klub. Kebanyakan suplemen yang ditawarkan berbentuk susu, contohnya susu protein untuk menambah berat badan. Padahal, jika tidak diimbangi dengan latihan cukup, konsumsi susu ini malah membuat tubuh makin gemuk.

Hal ini yang terjadi di kalangan anak muda sekarang. Mereka mengasup suplemen tanpa diimbangi latihan. Dan ketika hasilnya mengecewakan, kebanyakan dari mereka berhenti berolahraga dalam kondisi tubuh yang tidak lebih baik dari sebelumnya.

"Saya pernah ditawari suplemen untuk menurunkan berat badan, tetapi saya tolak," ujar Marcella. Novita pun mengaku tak tertarik menggunakan suplemen-suplemen itu. Menurutnya, suplemen digunakan untuk orang yang ingin berolahraga, tetapi tubuhnya südah lelah. Jadi, mereka mengonsumsi suplemen untuk menambah tenaga.

“Padahal, jika digunakan terus-menerus akan berakibat buruk bagi penggunanya," kata Novita yang pernah menuntut ilmu di Reebok University ini.

Selain bentuk susu, suplemen ini ada pula yang berbentuk kapsul dan tablet, kebanyakan untuk jenis suplemen yang bersifat memengaruhi hormon. Suplemen-suplemen ini pun bisa di dapat di toko obat secara bebas, kecuali ma huang yang sudah dilarang, dengan harga bervariasi.

Suara Seperti Pria

Selain suplemen nonsteroid, di kalangan binaragawan juga sering digunakan suplemen yang bersifat steroid. Efek suplemen ini tentu lebih besar daripada suplemen nonsteroid. “Pada wanita misalnya bisa menyebabkan tumbuhnya bulu, kumis, suara pecah seperti lelaki,” ungkap Dr. Michael lagi.

Jenis-jenis yang biasa digunakan pun beragam, ada stanosowel dan oradexon. Untuk oradexon, biasanya digunakan untuk menggemukkan badan. Namun tambah Dr. Michael, hal ini tidaklah benar, karena pada kenyataannya malah menahan air di dalam tubuh dan mengakibatkan gangguan fungsi ginjal.

Suplemen jenis steroid ini masih dikonsumsi mereka yang menekuni olahraga fitnes. Sayangnya, banyak juga anak muda yang tergoda untuk mencobanya. Memang tidak mudah terlacak apakah seseorang menggunakan bahan steroid ini atau tidak.

Salah satu jalan yang ditempuh kaum muda yang mendambakan tubuh ideal dengan cara praktis dan cepat selain menggunakan suplemen, adalah menggenjot porsi latihan hingga seringkali terjadi over training. Dampak dari overtraing ini menyebabkan otot lelah sehingga mudah cedera.

Jenis cedera terjadi bervariasi tergantung jenis latihan yang dilakukan. Jika latihan banyak menggunakan kaki, yang rentan cedera adalah daerah pergelangan kaki. Alih-alih mendapat tubuh yang bugar dan indah, malah cedera dan kondisi fatal yang didapat.

Itulah sebabnya, apa pun yang dilakukan untuk mencapai kesehatan prima jangan melebihi porsi yang dianjurkan. Olahraga secara teratur dan terukur menjadi jawaban yang paling tepat.

Kalaupun perlu tambahan suplemen, gunakan sesuai dosis dan sebaiknya dikonsultasikan kepada dokter ahli.

(idionline/KCM)

Pekerja Kantoran Rentan Alami Darah Tersumbat

Pembekuan atau sumbatan pembuluh darah yang disebut dengan trombosis sering dialami oleh mereka yang melakukan perjalanan jarah jauh dengan waktu lebih dari delapan jam.

Ternyata para pekerja kantoran yang banyak menghabiskan waktu di depan komputer lebih rentan mengalami penyakit ini.

Ini adalah hasil penelitian terbaru para ilmuwan dari Medical Research Institute di Wellington, Selandia Baru. Berdasarkan riset mereka, sepertiga pasien trombosis vena dalam (deep vein thrombosis/DVT), adalah para pekerja kantoran yang sehari-harinya lebih banyak di depan komputer.

Sebanyak 34 persen dari 62 pasien mengaku mereka duduk di depan komputer untuk waktu lama. Sedangkan pasien yang mengalami trombosis karena baru melakukan perjalanan jauh hanya 21 persen.

DVT merupakan salah satu jenis sumbatan darah yang terjadi di bagian vena dalam, biasanya terjadi di bagian kaki. Sumbatan ini bisa menyebar ke organ dalam seperti hati, paru-paru, dan otak, yang bisa menimbulkan sesak napas atau kematian karena serangan jantung atau stroke.

Menurut tim peneliti, para pekerja kantoran yang rentan mengalami sumbatan pembuluh darah adalah mereka yang sering duduk di depan komputer selama empat jam tanpa bergerak sama sekali, biasanya terjadi pada para pekerja di bidang teknologi informasi dan pusat informasi (call center).

Trombosis ini sering juga disebut sebagai "sindrom kelas ekonomi" karena penumpang duduk dalam perjalanan jarak jauh tanpa ruang yang cukup untuk bergerak. Menurut studi, sumbatan pembuluh darah terjadi pada 10 persen penumpang pesawat.

Salah satu faktor untuk menghindari terjadinya sumbatan pembuluh darah adalah dengan menjadikan olahraga sebagai bagian dari gaya hidup serta menghindari dehidrasi agar tidak terjadi pengentalan darah.

(Idionline/KCM)

Hobi Marah? Eits, Jaga Kesehatan Anda!

Walau bisa melepaskan emosi yang terpendam, marah ternyata juga punya segudang efek negatif. Selain efek psikologis, efek fisiknya juga nggak kalah banyak lho! Apa aja tuh?

Tubuh yang menjadi lebih sehat dan segar setelah bulan puasa ternyata tak hanya gara-gara teratur makan. Usaha Anda dalam menahan emosi dan amarah juga ikut berperan. Sebuah artikel yang dikutip dari 1stholic, Senin (30/10/06) mengungkapkan beberapa fakta tentang amarah yang ternyata berpengaruh besar terhadap kesehatan.

Marah adalah perasaan. Amarah datang dari bagian dari otak yang sangat tua dan biasanya berlangsung hanya selama satu hingga dua detik saja. Namun amarah ini bisa berlangsung dalam jangka waktu panjang. Jika Anda merasa sangat marah, tapi perasaan Anda tak bisa terhubung dengan lingkungan sekitar, itu dinamakan mood.

Ciri-ciri fisik dan emosional orang yang tengah marah, sudah jadi pertanda buruk bagi kesehatan. Coba saja kita lihat:

Tanda-tanda Secara Fisik
Tekanan darah meningkat, hormon stres meninggi, nafas jadi pendek, jantung berdebar, gemetar, membentak, pupil berkontraksi dengan tidak teratur, kekuatan fisik meningkat, impotensi, cara bicara dan gerak lebih cepat dan sering, lebih sensitif. Jelas tanda-tanda ini akan mengakibatkan pergerakan sel dan hormon dalam tubuh jadi tidak sesuai.

Tanda-tanda Secara Emosional

Kritis, pendengki, pendiam, tingkah lakunya agresif, cemburuan, percaya diri rendam, mudah menilai orang dengan negatif, kerap mengutuk orang, selalu tak enak perasaannya, depresi, gelisah, lesu dan mudah lelah.

Nah, banyak sekali kerugian yang bisa didapat dari amarah. Namun amarah memang tak bisa diprediksi. Datang dan pergi begitu saja. Namun ada cara untuk menghadapi rasa kesal yang sering muncul

Tiga Cara Menghadapi Amarah
1. Melihat situasi dengan cara yang berbeda.
Amarah biasanya datang lewat kejadian di sekitar kita. Bisa apa saja tanpa terduga bahkan sepele. Oleh karena itu setiap Anda merasa akan datang masalah, coba pandang masalah itu dari sudut pandang yang berbeda. Ubah pemikiran kita tantang apa yang tengah terjadi dan secara dramatis Anda bisa merubah perasaan Anda tentang hal tersebut.

2. Relaks dan kalem.
Sekali terperangkap oleh amarah kita jadi tak bisa berpikir dengan jernih dan memecahkan masalah dengan baik. Solusinya, Anda harus bisa cooling down sebelum berusaha melakukan sesuatu. Jika perasaan Anda tidak tenang, yang ada nanti masalah malah akan semakin membesar. Coba tarik nafas dalam-dalam dan berkonsentrasi melakukan sesuatu. Jangan terburu-buru. Biarkan perasaan tenang dulu.

3. Bersabar.
Jika Anda terperangkap dalam situasi yang sangat menyebalkan cobalah untuk bersabar. Karena ini juga akan membuat Anda bisa hidup dengan lebih sehat dan awet muda. Amarah bisa disamakan dengan kegemukan. Ia ada dimana-mana namun tak baik untuk siapapun. Menurut artikel yang dirilis harian Harvard Mental Health, perasaan optimis lebih baik dari pada amarah.

Dalam satu studi juga pernah disebutkan, orang dengan tekanan darah normal namun memiliki tingkat amarah yang tinggi punya potensi 3 kali lebih banyak terkena serang jantung. Jadi, masih suka marah-marah?

(Idionline/DetikCom)

Beda Otak Laki-laki dan Perempuan

Michael Guriaan dalam bukunya What Could He Be Thinking? How a Man’s Mind Really Works menjelaskan,

perbedaan antara otak laki-laki dan perempuan terletak pada ukuran bagian-bagian otak, bagaimana bagian itu berhubungan serta cara kerjanya. Perbedaan mendasar antar kedua jenis kelamin itu adalah:

1. Perbedaan spasial

Pada laki-laki otak cenderung berkembang dan memiliki spasial yang lebih kompleks seperti kemampuan perancangan mekanis, pengukuran penentuan arah abstraksi, dan manipulasi benda-benda fisik. Tak heran jika laki-laki suka sekali mengutak-atik kendaraan.

2. Perbedaan verbal

Daerah korteks otak pria lebih banyak tersedot untuk melakukan fungsi-fungsi spasial dan cenderung memberi porsi sedikit pada daerah korteksnya untuk memproduksi dan menggunakan kata-kata. Kumpulan saraf yang menghubungkan otak kiri-kanan atau corpus collosum otak laki-laki lebih kecil seperempat ketimbang otak perempuan. Bila otak pria hanya menggunakan belahan otak kanan, otak perempuan bisa memaksimalkan keduanya. Itulah mengapa perempuan lebih banyak bicara ketimbang pria. Dalam sebuah penelitian disebutkan, perempuan menggunakan sekitar 20.000 kata per hari, sementara pria hanya 7.000 kata!

3. Perbedaan bahan kimia

Otak perempuan lebih banyak mengandung serotonin yang membuatnya bersikap tenang. Tak aneh jika wanita lebih kalem ketika menanggapi ancaman yang melibatkan fisik, sedangkan laki-laki lebih cepat naik pitam. Selain itu, otak perempuan juga memiliki oksitosin, yaitu zat yang mengikat manusia dengan manusia lain atau dengan benda lebih banyak. Dua hal inimempengaruhi kecenderungan biologis otak pria untuk tidak bertindak lebih dahulu ketimbang bicara. Ini berbeda dengan perempuan.

4. Memori lebih kecil

Pusat memori (hippocampus) pada otak perempuan lebih besar ketimbang pada otak pria. Ini bisa menjawab pertanyaan kenapa bila laki-laki mudah lupa, sementara wanita bisa mengingat segala detail.

(Idionline/KCM)

Efek Buruk Alkohol Bagi Paru

Penggunaan alkohol kronik akan mengganggu kadar protein yang terdapat di luar jaringan paru.

Kondisi tersebut akan memperpendek fungsi protektif dari antioksidan, mempengaruhi ketahanan sistem imun dan memicu suatu kondisi yang disebut "Alcoholic lung", dilaporkan dari hasil penelitian yang dipresentasikan dalam suatu konferensi "Physiological Genomics and Proteomics of Lung Disease".

Temuan ini memberikan penjelasan bagaimana alkohol membahayakan molekul-molekul paru dan memicu terjadinya penyakit yang serius, seperti pneumonia dan acute respiratory distress syndrome (ARDS).

Dalam penelitiannya mereka yang mengkonsumsi alkohol kronik akan mengalami luka yang akut pada epitel paru sehingga terjadi penurunan sinyal dari granulocyte-macrophage colony-stimulating factor (GM-CSF) dan penurunan permeabilitas dari epitel alveolar, dikatakan peneliti dari Emory University , Atlanta.

Koval mengatakan mereka mencoba mengetahui kadar molekul pada penderita alcoholic lung.

Pengguna alkohol kronik berhubungan dengan penyakit hati, namun ternyata bukan hanya hati saja yang terpengaruh namun banyak organ tubuh yang terganggu. Baru-baru ini para ahli tersebut menemukan suatu kondisi yang disebut "alcoholic lung".

Peminum alkohol lebih memungkinkan terkena pneumonia dan dua kali lebih sering alami ARDS dibandingkan dengan mereka non alkoholik, Koval mengatakan. Penderita alcoholic lung ternyata memiliki kadar glutation yang lebih rendah. Glutation adalah suatu antioksidan yang membantu melindungi paru dari stres oksidatif.

Tim peneliti Emory mendapatkan bahwa alkohol akan mengganggu claudin, suatu kelompok dari protein yang berperan mengatur ikatan udara dan cairan pelindung. Pelindung (Barrier) ini akan membuat udara berada di dalam paru, sehingga menjaga darah dan mempertahankan cairan tetap berada diluar paru.

ketika protein claudin terganggu, paru akan mengalami luka atau robek. Paru-paru selalu menarik cairan keluar, namun saat penderita mengalami luka atau infeksi di paru, kemampuan untuk menahan cairan tetap diluar menghilang sehingga akhirnya terjadi pneumonia atau ARDS.

Para ahli tersebut juga menyebutkan bahwa alcoholic lung memiliki lebih sedikit granulocyte-macrophage colony-stimulating factor (GM-CSF) reseptor dan memperkecil respon sinyal GM-CSF dari sel epitel, yang merupakan pelindung dalam dari paru. GM-CSF adalah sutu hormon yang berperan sebagai imun bagi paru.

Dari hasil studi klinik ditemukan bahwa dengan terapi GM-CSF akan menurunkan luka paru yang akut terutama pada pasien dengan kondisi syok septik. Menurut para ahli, sel epitel paru tergantung pada GM-CSF sehingga dapat mengikat barrier udara dan air. Mereka mengatakan bahwa barrier udara dan air akan meningkat saat penderita alcoholic lung diterapi dengan GM-CSF.

(Idionline/KF)

Artikel Menarik Lainnya...

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More